
Hari Sabtu Adam mengajak Pelangi dan Dika ke Jakarta, mereka naik penerbangan jam 7 malam. Pelangi mempersiapkan semua kebutuhan suami dan anak nya, meski hanya di sana satu malam. Setelah sholat Maghrib mereka segera menuju bandara menggunakan mobil dan meninggalkan nya di bandara. Abang takut gak naik pesawat? tanya Adam karena ini penerbangan pertama untuk Dika. Em,,,, memang rasanya seperti apa pa naik pesawat itu? Abang gak usah takut ya, rasanya seperti naik mobil kok. Dulu pertama kali mama naik pesawat juga agak takut, tapi Abang hebat gak kayak mama tutur Adam pada putranya. Pelangi yang mendapatkan tatapan dari Dika hanya tersenyum, itu pas pertama kali sayang terus yang ke dua dan seterusnya mama gak takut. Tak berapa lama mereka mendapatkan panggilan untuk segera memasuki pesawat, Adam menggendong Dika dan Pelangi yang membawa tas travel bag nya. Di dalam pesawat Adam mengajak bicara Dika hingga dia lupa kalo naik pesawat, dan ketika di atas Dika baru sadar dan melihat keluar jendela. Satu jam penerbangan mereka sampai di Jakarta, seperti biasa Egar selalu yang menjemput kedatangan mereka. Abang sudah sehat ya, tanya Egar ketika mereka dalam perjalanan menuju rumah Adam yang sekarang di tempati Egar. Iya om,, Dika baik-baik saja kok, om Egar kenapa gak jengukin Dika di rumah sakit? Maafin om ya Dika, kemarin om bener-bener sibuk. Gimana masalah Nining Gar? sudah beres bos, dia udah di tahanan dar kemarin siang. Oh,,,, bisa kah malam ini kita mengunjungi nya? Bisa bos, tapi nanti sekarang kita mau makan malam dulu kan bis? Setuju om Egar Dika udah laper banget sahut Dika semangat membuat mereka semua tertawa. Abang ganteng mau makan apa? KFC boleh papa? Boleh,,,,boleh sayang. Hore kita ke KFC om Egar seru Dika gembira. Wokey bang, Egar membelokkan mobil ke KFC untuk makan malam mereka kali ini. Setelah selesai makan Egar membawa Adam dan keluarga kecilnya di rumah tahanan untuk mengunjungi Nining. Sementara Adam dan Pelangi masuk, Egar membawa Dika jalan-jalan di taman yang Deket dengan rumah tahanan itu. Pelangi memandang suaminya lekat sebelum masuk ke rumah tahanan itu, dan Adam yang mengerti suasana hati istri nya itu mengelus punggung istrinya dan menggandeng nya erat.
Mau apa kalian datang kemari? tanya Nining sarkas.
Assalamu 'alaikum mbak Ning,,,,embak apa kabar? tanya Pelangi lembut.
Adam,,, kenapa kamu menahanku, apa kesalahanku? tanya Nining tanpa membalas pertanyaan dari Pelangi.
Untuk apa kamu merencanakan pembunuhan atas putraku?
Aku tak merencanakan apa pun Dam, itu murnu kecelakaan.
__ADS_1
Kamu masih saja mengelak Ning, tunggulah besok di pengadilan akan ku tunjukkan semua kebusukanmu.
Adam aku gak salah, dia lah yang salah tunjuk Nining pada Pelangi.
Aku salah apa mbak? selama ini aku selalu baik sama mbak Ning dan aku juga gak pernah buat masalah bela Pelangi.
Kamu harus tau Pelangi,, sebelum kedatangan muda aku dan Adam baik-baik saja, aku cukup bahagia selalu bersamanya. Tapi setelah kamu datang, Adam jadi berubah. Dia selalu memperhatikan mu, dia selalu memikirkan mu hingga dia tak berfikir bahwa selama ini akulah yang selalu mendampingi dan menemaninya. Perubahannya membuatku kesal, apalagi saat dia menikahi kamu kebencian ku pada mu semakin bertambah.
Ning,,,, kamu tak seharusnya berbuat seperti itu, masalah hati dan cinta tak dapat di paksakan. Semua juga sudah takdir Allah yang menentukan jalan kehidupan kita. Apalagi sampai kamu tega menyakiti Dika yang tak tau apa-apa.
Dan kamu perlu tau Ning aku akan selalu melindungi keluargaku, melindungi orang-orang yang kucintai. Dan memang sudah sepantasnya kamu berada di penjara untuk merenungi semua kesalahanmu. Ayo sayang kita pulang, sudah tidak ada gunanya kita di sini. Adam merangkul istrinya dan membawanya keluar dari ruang tahanan itu.
__ADS_1
Tunggu Adam, kamu tak bisa seperti ini aku sangat mencintai mu. Kamu tak bisa meninggalkanku hanya demi wanita sialan itu.
Pelangi keluar dengan meneteskan air matanya melihat sikap Nining yang seperti itu.
Mas,,,, sedekat apa sih kalian sebelum kedatangan ku. Apa benar kalian memiliki perasaan satu sama lain nya.
Sayang,,,,, Adam menangkup wajah istrinya agar melihat padanya. Dia itu ngarang kalo kamu gak percaya tanyalah pada Egar, dia yang selalu bersamaku dari awal aku mendirikan BST sampai sekarang. Justru Egar lah yang dulu punya perasaan sama Nining. Sungguh hanya kamu satu-satu nya wanita yang bisa membuat jantungku berdegup begitu kencang, dan hanya kamu yang selalu bisa membuatku rindu. Adam mengecup kening istri nya dan kemudian memeluk nya. Aku tak mau lagi kehilangan mu sayang, cukup sekali saja aku kehilangan. Aku mencintai mu, bisik Adam. Aku juga mas,,,,,aku juga mencintai mu, terima kasih sudah memilihku menjadi pendampingku dan menjadi ibu dari anak-anak mu. Sejenak mereka berpelukan di teras rutan, dan Egar segera membunyikan klakson nya ketika berada di depan mereka. Mama,,,, papa,,,, cepetan kita pulang aku udah ngantuk teriak Dika dari dalam mobil. Adam dan Pelangi tersenyum dan masuk ke dalam mobil.
bersambung......
Selamat menjalankan ibadah puasa temen-temen semua,,, semoga kita bisa menahan seluruh hawa nafsu kita.
__ADS_1
jangan lupa kasih semangat author ya, berikan like, vote dan komen nya.
😘