
Kita makan dulu Gar, laper gue kata pak Eri. Egar mengemudikan mobil menuju sebuah restoran. Di restoran mereka memesan makanan yang berbeda, eh Gar si bos udah telpon kamu apa belum? Sudah kita di suruh langsung ke Kuta. Wah asyik kita ke Kuta Nining merasa senang, sementara Pelangi masih berkirim pesan dengan suaminya. Heh Pelangi cepetan di makan, kita harus ke Kuta nih jangan main hp melulu. Pelangi hanya cengengesan dan mempercepat makannya. Selesai makan mereka segera ke Kuta, sampai di sana Nining langsung menarik tangan Pelangi menuju ke pantai. Pelangi berdiri di tepi pantai dan memandangi laut yang luas dan begitu indah. Pak Eri duduk menikmati es kelapa mudanya, mbak Ning dan Egar bermain air dan berfoto-foto. Pelangi kaget ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang sambil mengendus lehernya. Pelangi akan menoleh, namun Adam sudah berbisik padanya. Ini aku gak usah noleh biarkan seperti ini. Tapi mas kalo mbak Ning ngeliat gimana? Ya gak gimana-gimana, biarin aja kalo dia tau. Adam merangkul dan menggandeng pelangi mengajaknya berjalan di tepian pantai. Gimana tadi pameran terakhir sayang? Ya lumayan rame mas, oh iya besok kita harus ke kampus dokter Putu. Katanya kita di mintai tolong untuk ngecek alatnya yang sudah agak rusak, kalo bisa di perbaiki dokter Putu bilang untuk di perbaiki tapi kalo gak bisa di perbaiki katanya mau pesan sama kita. Tuh kan kamu udah dapet orderan aja, memang dokter itu udah kenal sama kamu sayang? Iya, kita satu pesawat pas pulang dari Batam. Adam menghentikan langkahnya, dan memandang ke arah istrinya. Apa dokter itu merayu mu? Apaan sih mas, waktu itu aku nerveus dan dia mengalihkan nya dengan mengajakku ngobrol dan kami berpisah di bandara itu aja kok. Apa dia tau kalo kamu sudah menikah? Pelangi menggeleng pelan. Sayang ku mohon jangan berikan harapan untuk cowok-cowok yang deketin kamu, aku rasanya pengen menonjok mereka saat mereka tersenyum bahkan tertawa saat berbicara sama kamu. Pelangi menarik kedua tangan suaminya dan menggenggamnya mas,,,,,aku tau batasan ku dan aku tak pernah memberikan harapan pada siapapun, semua yang kulakukan hanya untuk profesional kerja. Dan aku harap mas percaya sama aku kalo di hatiku hanya ada namamu, setelah berkata demikian Pelangi mengecup bibir suaminya. Adam yang mendapatkan kesempatan itu langsung ******* bibir tipis milik istrinya itu. Sejenak mereka terlena dalam ciuman, kemudian Pelangi mendorong Adam pelan agar ciumannya terlepas. Maaf mas ini di tempat umum aku malu, lagian gimana kalo mbak Ning juga melihatnya. Adam tersenyum, dia menarik tangan istrinya dan mengajaknya masuk ke air. Sayang kita naik jet ski yuk? Aku takut mas jawab pelangi. Kan ada aku, aku akan menjagamu. Adam menelpon Egar dan pak Eri supaya menuju tempat jet ski. Pelangi membonceng Adam, Nining membonceng Egar dan pak Eri naik sendiri. Mereka main ski dan saling berkejaran, Nining sedikit sewot yang melihat kemesraan dan kedekatan Pelangi dan bos nya itu. Selesai main ski, Nining mencoba menarik perhatian Adam namun Adam mengacuhkannya dan selalu nempel pada Pelangi. Mereka menikmati matahari tenggelam di Kuta sambil menikmati es degan dan camilan yang di jual di sana. Ning, Egar dan pak Eri kalian pulang dulu besok aku sama Pelangi akan di sini dulu karena masih ada sedikit pekerjaan. Lama juga gak apa-apa bos sekalian,,,,,Egar menutup mulutnya yang hampir saja kelepasan bicara. Kok gak di lanjutin Gar ngomongnya, penasaran nih. Sekalian visit di daerah sini mbak Ning gak usah kepo Napa. Setelah matahari tenggelam mereka menuju penginapan yang sudah di sewa Adam. Mereka sholat Maghrib kemudian makan malam bersama di penginapan. Adam sudah memesan makanan untuk mereka. Sering-sering traktir dan ajak kita seneng-seneng bos kata Egar. Ya kalo kalian bisa mendapatkan banyak income aku gak segan-segan ajak kalian piknik, makanya semangat cari customer biar bisa jalan-jalan sama makan enak jawab Adam yang membuat mereka semua tertawa. Iya ayo lebih semangat lagi kata Pelangi yang di sambut Egar, Nining dan pak Eri. Aku senang kalo kalian semangat seperti ini, sekarang kita makan dan setelah ini terserah kalian semua bisa langsung tidur bisa juga menikmati indahnya pemandangan di sini. Tapi kalo menurut saya lebih baik kalian tidur supaya gak ngantuk perjalanan besok, kalian mesti berangkat pagi. Setelah selesai makan lagi-lagi Adam merangkul istrinya dan mengajaknya masuk ke kamar, pak Eri dan Egar bersiul mendapati pemandangan itu berbeda dengan Nining yang marah mendapati Adam begitu mesra dengan Pelangi. Nining langsung keluar dari ruang makan, di ikut i Egar dengan menggeleng kan kepalanya.
__ADS_1
bersambung......
__ADS_1
dukung author terus ya biar cerita ini segera selesai
__ADS_1
😘😘
__ADS_1