Cinta Pelangi

Cinta Pelangi
episode 63


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan Pelangi berada di desa itu, dia selalu membantu Bu Rina berjualan di depan rumah dan kadang ikut Bu Rina ke pasar untuk membeli bahan untuk masakan. Rutinitas sorenya Pelangi memasak namun tiba-tiba kepalanya pusing dan pingsan di dapur, Iwan cucu Bu Rina yang kebetulan melintas terkejut melihat Pelangi yang terjatuh pingsan, dia segera berteriak memanggil neneknya. Dengan tergopoh-gopoh Bu Rina mematikan kompor yang kebetulan masih menyala karena saat itu Pelangi sedang memasak. Bu Rina mengangkat dan memapah Pelangi sampai ke kursi, dia segera mencari minyak kayu putih dan mengoleskan pada pelipis dan hidung Pelangi. 10 menit kemudian Pelangi membuka matanya,,,,, Bu Rina aku kenapa? Kamu pingsan nduk, mungkin kamu masuk angin beristirahatlah biar ibu yang melanjutkan masaknya. Iwan tolong ambilkan mbak Pelangi minum ya, Iwan yang berada di samping Pelangi segera mengambilkan minum dan memberikan minum pada Pelangi. Ibuk tinggal masak dulu nduk, Iwan temenin mbak Pelangi ya. Iya nek, Iwan dan Pelangi mengangguk bersamaan. Mbak Pelangi masuk angin ya? Iya Wan,,,, tolong ambilkan kerudung mbak di belakangmu dong Wan. Iwan mengambil kerudung dan memberikannya pada Pelangi. Setelah istirahat pusing Pelangi hilang namun mendadak perutnya mual ketika mencium bau bawang goreng, dia segera berlari ke kamar mandi yang berada di dekat dapur dan memuntahkan isi perutnya. Bu Rina segera menyelesaikan tumisan nya dan menyusul Pelangi. Bu Rina menepuk-nepuk pelan tengkuk Pelangi,,,, kamu kenapa lagi nduk? Entahlah buk, tiba-tiba perutku mual mencium bawang goreng. Bu Rina mengerutkan keningnya,,,,apa jangan-jangan kamu hamil nduk. Apa buk aku hamil, tanya nya terbata. Iya karena mual mu gak biasa nduk, dulu anak ibu pas hamil juga mual mencium bau tumisan bawang goreng seperti kamu. Pelangi mengingat kapan dia terakhir haid, sekarang tanggal berapa buk? Em sekarang tanggal 20, gimana apa kamu sudah telat? Iya buk, aku telat 2 Minggu. Syukurlah mudah-mudahan kamu benar-benar hamil. Aaamiiin,,,, terima kasih buk sudah menerima saya tinggal di sini. Sudahlah jangan kamu fikirin, kami semua bahagia dengan kehadiranmu dan Iwan tak lagi sering main di luar. Bu Rina menuntun Pelangi ke kamarnya. Pelangi,,,,,apa kamu gak mau memberikan kabar pada suami atau keluargamu nduk? Iya buk nanti aku akan kabari orang tuaku. Setelah kepergian Bu Rina Pelangi merasa lelah dan mengantuk kemudian dia tertidur. Tengah malam dia terbangun ketika perutnya terasa lapar karena dia tak makan malam,,, astaghfirullah aku belum sholat magrib dan Isyak, dia segera mengerjakan sholat. Setelah selesai dia pergi ke dapur mencari makanan, ketika dia melihat nasi di meja perutnya bergejolak lagi. Dia membuka kulkas dan menemukan buah pir, dia mengambil 2 buah dan memakannya di kamar. Setelah habis 2 buah pir dan satu gelas teh hangat, dia kembali mengantuk dan tertidur.

__ADS_1


Pagi datang, udara dingin mulai di rasakan Pelangi karena semalam dia tidur tanpa selimut, dia segera wudhu dan sholat namun langsung kembali ke kasurnya dan tertidur lagi. Jam 8 Bu Rina membangunkan Pelangi. Maaf buk, aku bangun siang dan gak bantuin ibuk masak. Gak apa-apa, sekarang kamu sarapan dulu, kalo bisa besok habis sholat subuh jangan tidur lagi tapi berjalan-jalan lah mengelilingi kampung ini. Iya buk, Pelangi ke meja makan. Sesampainya di sana kembali perutnya bergejolak ketika melihat nasi di meja, Pelangi segera berlari ke kamar mandi dan muntah lagi. Kamu liat apa bisa muntah-muntah nduk? Aku...aku mual liat nasi di meja buk katanya dengan takut. Bu Rina hanya tersenyum,,, kamu mau makan apa? Kamu mau makan lontong? tawar Bu Rina lagi. Pelangi menggeleng,,, kayak nya aku mau makan buah saja buk, semalam saya juga makan pir yang ada di kulkas. Gak apa-apa nduk, kalo kamu mau makan apa pun yang ada di meja atau buah di kulkas makanlah. Sebentar lagi ibuk akan ke pasar, kamu pengen makan buah apa? Apa aku boleh memintanya pada ibuk? Ya boleh dong, ibuk sudah menganggap mu anak ibuk sendiri. Yang terpenting kamu dan bayi mu sehat. Kenapa ibuk yakin sekali kalo aku hamil, padahal usia pernikahanku sudah hampir satu taun namun aku belum juga hamil buk. Bu Rina mengambil tangan Pelangi dan mengelusnya, mungkin Allah sudah menjawab semua doa-doa mu dan sudah memberikan kepercayaan dan menitipkan sebuah janin padamu karena buah kesabaranmu menantikan buah hatimu.

__ADS_1


bersambung........

__ADS_1


Jangan lupa berikan like, vote dan komen nya

__ADS_1


😘🙏😘

__ADS_1


__ADS_2