
Sejak malam itu, Sena selalu meminta jatah pada istrinya. Pelangi pun tak punya alasan untuk menolaknya, dan Sena semakin memperketat pergerakan Pelangi. Dia tak mengizinkan Pelangi pergi sendirian, Pelangi hanya boleh pergi dengan dirinya. Sena takut kalo Pelangi akan bertemu kembali dengan Adam, meski demikian Pelangi tak pernah membantah nya. Pelangi hanya di rumah menjaga Sovi dan menemani Dika belajar terkadang Pelangi membuat kan kue buat anak-anak nya. Pagi itu dia heran melihat Sovi tampak lemas, dan nampak malas untuk bermain Pelangi memegang dahi Sovi yang terasa sangat panas. Segera Pelangi mencari obat turun panas dan mengompres dahi Sovi. Sampai jam 11 siang panas Sovi tak juga turun, Pelangi segera membawa Sovi dengan taxi online. Dia berpesan pada mbak Ida ART nya untuk menjaga Dika karena dia akan membawa Sovi ke rumah sakit. Di dalam taxi online Pelangi tampak sangat khawatir, dia mendekap putri nya yang menggigil. Sampai di rumah sakit Sovi segera mendapatkan pertolongan, infus pun terpasang di tangan gadis mungil itu kemudian Sovi di bawa ke ruang rawat anak. Saat Pelangi duduk di tepi tempat tidur Sovi hp Pelangi berbunyi, Pelangi segera mengangkat nya.
☎️
Assalamu 'alaikum,,, sayang kamu di mana?
☎️
Wa'alaikumussalam, iya mas ini aku di ruang anak rumah sakit Hermina.
☎️
Kenapa kamu gak ngabariku sayang?
☎️
Maaf mas aku tadi gugup dan lupa gak mengabari mu.
☎️
Ya sudah, sekarang tunggu aku paling 10 menit aku sampai rumah sakit.
Assalamu 'alaikum..... Sena menutup telpon nya.
☎️
Wa'alaikumussalam.
Pelangi menutup telponnya.
__ADS_1
Saat Sovi masih tertidur perawat meminta Pelangi untuk melakukan pendaftaran di bagian administrasi. Pelangi menitipkan Sovi pada perawat. Dia segera bergegas ke bagian administrasi, belum sampai di sana Pelangi berpapasan dengan seseorang.
Hai mbak Pelangi..... apa kabar?
Dokter Rian, Alhamdulillah saya baik-baik saja. Kok dokter Rian ada di sini?
Iya mbak Pelangi sekarang saya tugas di sini, siapa yang sakit?
Oh.... panggil Pelangi saja dok, ini anak saya sakit baru tadi masuk.
Sakit apa? lagi observasi Dokter ya. Oh iya kayak nya beberapa kali pameran tahun kemarin mbak Pelangi nggak keliatan kenapa?
Maaf dok sekarang saya sudah tak bekerja, sekarang sibuk ngurus anak-anak di rumah.
Tiba-tiba seseorang menghampiri Pelangi.
Sayang,, kenapa kamu di sini? Sovi sama siapa?
Dokter Rian mengulurkan tangannya namun tak di gubris Sena, dia menarik Pelangi untuk segera pergi dari sana.
Tak jauh dari mereka sepasang mata dari tadi melihat dan sekarang dia merasakan sakit yang teramat sangat pada kepalanya. Ya dia adalah Adam, akhirnya dia pingsan melihat kejadian di depan mata nya sakit yang teramat hebat karena di otaknya seperti mengingat kejadian seperti itu pernah dia alami. Adam segera mendapatkan perawatan karena Egar yang baru saja datang melihatnya pingsan.
Prof Adam
Setelah mendapat perawatan di ruang VIP tak berapa lama Adam sadar. Dia melihat sekeliling, dan melihat Egar yang selalu menemaninya ada di sampingnya.
Gar, Pelangi.....
Ada apa Dam? apa yang terjadi?
__ADS_1
Dimana Pelangi? tadi aku melihatnya di dekat meja administrasi.
Kening Egar berkerut, kamu ingat Pelangi Dam?
Iya, dia....dia agrh Adam merasakan kepalanya kembali berdenyut, dia memejamkan matanya. Memorinya bersama Pelangi sedikit demi sedikit kembali, dia melihat Pelangi dan juga Dika putranya. Kebahagiaan yang pernah dia alami bersama keluarga kecilnya tercetak jelas dalam memorinya.
Egar memanggil dokter karena melihat Adam yang kesakitan dengan memegangi kepalanya. Dokter segera datang untuk melihat keadaan nya, tak berapa lama setelah Adam agak tenang dokter memeriksanya.
Apa yang bapak rasakan?
Aku gak apa-apa dok, hanya saja memori itu sudah kembali dok Adam memeluk dokter itu. Aku sudah mengingat semua nya dok, mengingat keluarga kecilku katanya sambil melepaskan pelukannya pada dokter tersebut. Dokter pun memberikan ucapan selamat pada Adam, padahal tujuan Adam ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan akan hilang ingatan nya tapi malah justru ingatan nya kembali karena melihat kejadian tadi. Egar yang melihat nya hanya tersenyum masam, dia tak tau harus sedih atau senang melihat kebahagiaan Adam yang sudah mendapatkan ingatan nya kembali. Egar takut Adam akan kembali syok mendapati kenyataan sekarang bahwa dia dan Pelangi bukan lagi sebagai suami istri.
Hai Gar, kenapa kamu tampak gak senang aku bisa mengingat semua nya?
Egar hanya menggeleng lemah.
Dokter kemudian memeriksa kembali keadaan Adam untuk memastikan Adam benar-benar sehat. Beberapa saat kemudian Adam di perbolehkan pulang.
Gar aku pengen cepet-cepet ketemu istriku, dia ada di sini. Adam segera turun dari ranjang dan mencari Pelangi setelah dokter yang memeriksanya pergi.
Dam kita pulang saja dulu bujuk Egar. Tapi Gar aku bener-bener melihat istriku di sini. Mungkin dia sudah pergi dari sini, sebaiknya kita pulang saja dulu. Karena tak menemukan Pelangi akhirnya Adam pun menurut dia kembali kerumahnya.
bersambung......
Gimana nih? pada penasaran kan?
Terus ikuti dan berikan dukungan pada author ya teman-teman.....
berikan like, vote dan komennya
__ADS_1
😘😘