
Pagi hari datang Pelangi kembali teringat akan kejadian semalam dan tersenyum-senyum melihat cincin yang melingkar manis di jari manis nya. Dia mencubit tangannya yang terasa sakit, berarti ini bukan mimpi gumam nya. Tiba-tiba hp nya berdering, dia melihat layarnya yang tertera bos rese.
☎️
Assalamu 'alaikum calon istri...
☎️
Wa'alaikumussalam,,,, ya ada apa mas?
☎️
__ADS_1
Kamu kesini sekarang titahnya.
☎️
Dih masa nyuruh datang kayak gitu? gak bisa apa yang lembut dikit? emang mau ngapain ini kan hari Minggu.
☎️
☎️
Em....iya deh,aku siap-siap dulu. Apa kamu gak bisa jemput ke sini mas?
__ADS_1
☎️
Gak bisa, pokok nya cepet kesini.
Belum sempat Pelangi menjawab Adam sudah menutup telponnya. Huh dasar nyuruh pacar kayak nyuruh karyawan nya aja, gak ada romantis-romantis nya. Pelangi berganti pakaian dan segera pergi ke kantor. Di kantor Adam sudah menunggunya di depan, dia tersenyum dan langsung mengajak Pelangi ke butik untuk membuat pakaian pengantin buat mereka. Kurang lebih setengah jam mereka sampai di sebuah butik, mereka langsung masuk dan memesan pakaiannya. Pelangi menyerahkan gambar baju pengantin yang ingin di kenakan nya besok. Kamu buat gambar sendiri sayang? Iya mas,,, kebetulan aku suka gambar dan sebelumnya kan aku memang kerja di sebuah pabrik garmen. Adam menganggukkan kepalanya, dan memuji gambar yang di buat Pelangi. Si penjahit segera mengambil ukuran mereka berdua dengan cepat. Setelah selesai Adam mengajak Pelangi ke sebuah tempat, mereka saat itu berada di area air terjun. Adam membawa Pelangi untuk mendekat ke arah air terjun, mereka duduk di sebuah batu yang tak jauh dari air terjun. Mas... besok kalo kita sudah menikah apakah aku masih boleh bekerja di BST? Em....boleh, tapi kamu gak boleh ganjen sama dokter-dokter muda yang jadi customer kita. Aku gak ganjen kok mas, aku cuma ramah pada mereka. Kamu aja yang terlalu cemburu. Aku gak cemburu cuma gak seneng aja liat kamu terlalu ramah sama mereka. Itu cemburu sayang,,,,,kekeh Pelangi sambil menuju air terjun. Adam menyusulnya dan segera memeluknya. Jangan begini mas,,,,kita belum muhrim kata Pelangi sambil melepaskan tangan Adam yang melingkar di perut nya. Adam melepaskan tangan nya dan hanya tertawa, maaf sayang aku khilaf. Mereka berendam di bawah air terjun, mas bukankah kita gak bawa baju? Memang,,,nanti kita beli sayang. Tapi masak aku pergi dengan baju basah begini? Ya enggak lah sayang, aku yang akan pergi. Adam segera pergi untuk membeli baju buat mereka berdua, takut jika Pelangi kedinginan. Sepulang dari air terjun Adam mengecek email nya, dia mendapatkan tawaran untuk pameran di Batam. Segera Adam memerintahkan Nining untuk mempersiapkan keberangkatan mereka ke sana. Sayang,,, Besok 2 hari lagi harus berangkat ke Batam, kamu bisa kan? Berapa hari kita akan di sana? 3 hari, dan sepulang dari sana kita akan segera menikah. Pelangi menganggukkan kepalanya. Mas, nanti di sana apa kita akan satu kamar lagi seperti di Jogja? Kamu berharap ya kalo kita akan sekamar lagi, goda Adam pada Pelangi. Bukan begitu mas, oh mas ini Pelangi mengerucutkan bibirnya sebal. Mas,,,apa kita akan seperti ini terus? maksud mu sayang? Ya....setelah kita menikah apakah kamu akan terus nyebelin gini. He..he...
kita liat saja nanti sayang. Hari itu Adam mengantarkan Pelangi pulang, dan membawakan banyak makanan buat keluarga Pelangi.
bersambung.....
tetap dukung author ya reader biar author semangat untuk menyelesaikan cerita ini.
__ADS_1
😘😘