Cinta Pelangi

Cinta Pelangi
episode 87


__ADS_3

Jam 10 pagi mereka semua berangkat ke mall untuk bermain, karena hari masih pagi dan mall baru buka mereka bisa bermain dengan leluasa. Sena dan Pelangi ikut bermain bersama anak-anak nya membuat suasana semakin gembira dan menyenangkan. Jam setengah 1 mereka menuju mushola untuk menunaikan sholat dhuhur dan makan siang. Selesai makan siang mereka menuju ke toko mainan tampak Dika dan Sovi senang memilih mainan yang mereka sukai. Setelah selesai membeli mainan mereka hendak pulang, sampai di lantai 1 tiba-tiba Dika memanggil seseorang.


Papa Adam,,,, Pelangi dan Sena tampak kaget. Pria yang di panggil Dika pun menoleh. Papa Abang kangen sama papa peluk nya, sedang yang di peluk hanya diam. Adam melepaskan pelukan Dika, Dika pun segera beralih pada Egar yang ada di sebelah Adam. Om Egar tolong bilang sama papa, Abang kangen sama papa tangis Dika. Egar memeluk Dika dan mengelus kepalanya, sabar ya sayang nanti om Egar bilang ke papa kalo Abang kangen sama papa. Sampai kapan papa gak akan ngenalin Abang om? Abang doa' kan papa ya, semoga papa segera sembuh dari sakit nya. Sena mendekati Egar dan mengambil Dika dari pelukan Egar. Sena mengelus kepala Dika dan menenangkan nya. Terima kasih Gar, kata Sena membawa Dika menjauh dari Adam dan teman-teman nya, karena di sana selain ada Egar juga ada Nining dan Anton. Adam sejenak merasakan kepalanya berdenyut seolah Dejavu dengan panggilan dan pelukan yang di berikan anak kecil tadi namun Nining segera membawanya pergi. Dari jauh Pelangi pun meneteskan air matanya melihat Dika yang menangis karena merindukan Adam. Setelah agak tenang Sena membawa Dika dan Sovi untuk membeli es krim. Tampak binar bahagia menghiasi wajah kedua kanak-kanak itu tatkala mendapatkan es krim yang sesuai dengan keinginan nya. Mas, terima kasih kamu sudah menjadi ayah yang baik buat Dika dan Sovi. Kamu emang terbaik mas, bisa menenangkan dan mengambil hati mereka. Pelangi memeluk Sena dan Sena pun memberikan kecupan di kening nya. Mereka menikmati es krim,,, Abang memang om tadi siapa? kenapa Abang memanggil nya papa, kan kita sudah punya ayah Sena? tanyanya tanpa dosa. Dika kembali murung mengingat papa Adam yang melupakan nya dan mama. Pelangi kemudian menjawab pertanyaan Sovi. Adek,,, om yang tadi di panggil papa memang ayah kandung Abang, tapi sekarang Abang juga punya ayah Sena yang menyayangi Abang dan adek. Sena pun mendekati mereka dan mengelus kepala Dika. Sudah sekarang Abang jangan sedih-sedih lagi nanti adek bantu doa' in deh biar papa Abang bisa ingat lagi sama Abang, Sovi pun memeluk Abang nya. Nah gitu dong kakak adek harus saling membantu dan saling menyayangi, Sena mengelus kepala mereka berdua. Kalo sudah habis es krim nya ayok kita pulang...... ayah bolehkah kita ke rumah nenek? Boleh,,,, kalo gitu ayo kita ke rumah nenek, tapi sebelum nya nanti kita mampir ke toko kue ya. Oke ayah..... mereka kemudian menuju mobil dengan gembira. Dalam perjalanan ke rumah nenek Dika sudah terlihat biasa tak lagi bersedih seperti tadi. Sesampainya di rumah nenek mereka di sambut kakek dan nenek nya yang sedang melihat acara tv, kemudian mereka memperlihatkan mainan yang baru mereka beli tadi dan bermain bersama kakek dan nenek nya. Pelangi mengajak Sena untuk istirahat di kamar Pelangi. Ah rasanya kangen sekali sama kamar ini.....

__ADS_1


Kangen???? Iya mas, sejak kamu menculik ku sampai kemarin kita jemput Dika baru kali ini kan kita masuk kamar ini. He...he...he... maaf ya sayang dulu aku menculik mu, habis aku semakin tak bisa melupakan mu. Setelah keluar dari penjara dulu aku berusaha keras membangun bisnis, karena aku harus merampas mu dari Adam. Aku seperti gila jika tak memilikimu, dan sekarang aku bahagia karena bisa mendapatkan mu dan juga si Adam tak dapat mengingatmu. Hem... itu namanya bahagia di atas penderitaan orang lain mas. Memang kamu menderita bersama ku? Kayak nya kamu happy-happy aja deh kekeh Sena. Iya itu sekarang, tapi dulu aku begitu membencimu yang menyebabkan aku berpisah dari Adam. Apa kamu menyesal sayang? tanya Sena membalikkan Pelangi untuk menghadap nya. Em.... aku gak menyesal kok mas, mungkin ini sudah garis takdir ku. Dan aku juga gak tau jalan bagaimana lagi yang akan aku jalani, kita manusia hanya dapat menjalani dengan ikhlas. Aku percaya kalo aku ikhlas maka kebahagiaan akan aku rasakan. Sena tersenyum dan memeluk Pelangi, terima kasih sayang kamu mau ikhlas menerima ku untuk menemani mu di sisa umurmu. Aku berharap hanya maut saja yang akan memisahkan kita nanti.


bersambung.....

__ADS_1


Terus beri dukungan buat author ya biar bisa menyelesaikan kisah ini.


Berikan like, vote dan komen nya ya

__ADS_1


😘😘


__ADS_2