
Keluarga Adam dan Pelangi nampak bahagia di tambah kehadiran baby Dika yang menggemaskan. Meski Nining selalu berusaha merebut hati Adam dengan berbagai cara namun sampai saat ini tak pernah berhasil. Pelangi yang selalu memberikan kepercayaan pada suaminya begitu di pegang erat suaminya. Meski kedua nya memiliki penggemar masing-masing selama masih dalam batas normal mereka tak akan mempermasalahkan. Sekarang baby Dika sudah berumur 2 tahun, dia tambah aktif dan rasa ingin tau nya sangatlah besar sampai-sampai Adam dan Pelangi harus ekstra hati-hati dalam memberikan penjelasan di setiap pertanyaannya. Ditengah kesibukan Adam yang kini bekerja di sebuah rumah sakit dan juga harus menangani perusahaannya namun tak mengurangi perhatian nya pada istri dan buah hati nya. Jika hari Minggu tiba Adam akan menghabiskan seluruh harinya bersama istri dan anak nya, dia tak mau anak nya hanya mendapat kan kasih sayang dari istrinya saja. Seperti siang itu ketika Adam pulang dari rumah sakit Dika akan bergelayut manja pada nya. Papa-papa besok Minggu kita pergi ke rumah nenek Rina ya, Dika pengen main di sawah. Em,,,, bisa gak ya? Ah papa kan sudah lama kita gak ke sana. Iya deh tapi kasih satu ciuman buat papa. Dika yang mendengar permintaan dari sang papa segera memeluk dan mencium papa nya. Wah ngomongin apa sih kok seru sampai papa belum ganti baju segala. Pelangi mendekati suaminya dan mencium punggung tangan suaminya dan Adam pun segera mengecup kening istrinya. Papa curang kenapa cuma mama yang di cium sih rajuk nya. Wah ada yang lagi merajuk nih pa goda Pelangi pada putranya. Iya mah,,,,kayak nya jagoan papa lagi merajuk kemudian Adam memeluk dan menciumi putranya sampai Dika merasa kegelian. Sayang papa nya harus mandi dulu bau nya acem nih, Dika main dulu di depan tv ya bujuk Pelangi pada putra nya. Dika mengangguk dan segera berlari ke depan tv untuk bermain sedang Adam segera membersihkan dirinya. Pelangi membantu suaminya menyiapkan baju ganti dan kemudian turun ke bawah menyiapkan makan malam mereka.
__ADS_1
Hari minggu tiba, hari yang dinanti-nantikan oleh Dika dimana mereka akan pergi ke rumah Bu Rina. Pelangi sibuk menyiapkan perlengkapan putranya sedang Adam memandikan Dika. Papa ayo mandinya jangan pake lama, jangan mainan terus dong kata Pelangi yang sudah menyelesaikan persiapannya. Iya sebentar lagi ma teriak Dika,,, tak berapa lama Adam menyerahkan Dika yang berbalut handuk pada Pelangi sedang dia sendiri segera mandi. Pelangi memakaikan baju pada putranya dan memberikan nya susu. Setelah Adam selesai mandi Pelangi gantian mandi, setelah semua siap mereka segera berangkat menuju ke rumah Bu Rina. Adam juga mengajak kedua orang tua Pelangi untuk ikut serta karena mereka akan mampir ke tempat wisata daerah sana. Perjalanan dari rumah ke rumah bu Rina memakan waktu kurang lebih 3 jam lamanya. Sampai di sana mereka di sambut Bu Rina,Iwan dan juga ibu Iwan. Mereka tampak bahagia dengan kehadiran keluarga pelangi. Iwan mengajak Dika bermain di belakang rumah dan di kebun. Adam mengamati mereka dari tempat agak jauh sambil menikmati secangkir teh, suasana yang agak dingin itu tak mempengaruhi Iwan dan Dika untuk bermain. Ketika Pelangi mendekati Adam tiba-tiba saja Dika datang di gendong Iwan sambil menangis. Kenapa anak papa menangis? tanya Adam ketika Iwan sudah mendudukkan Dika di kursi di sebelah Adam. Maaf om Adam tadi Dika terjatuh dan luka. Mana coba papa liat,,,,,, sakit sayang? Anak papa jagoan kenapa luka kecil gini nangis, gak jadi jagoan dong goda Adam. Pelangi yang melihat luka anaknya segera ke mobil mengambil perlengkapan P3k yang berada di sana. Adam membawa Dika ke pancuran dan membersihkan lukanya dengan perlahan, dengan cekatan dia membersihkan luka dan menutupnya dengan kassa Iwan yang melihatnya menjadi takjub. Wuah,,,, om Adam pintar sekali mengurus luka Dika, aku jadi ingin jadi dokter seperti om Adam. Adam tersenyum dan mengelus kepala Iwan. Kalo begitu Iwan harus rajin belajar biar pintar dan bisa jadi dokter seperti om Adam, kalo Dika cita-cita nya apa setelah besar nak? Em apa ya pa? Kok malah tanya papa,,,, cita-cita itu apa nanti yang akan Dika lakukan kalo sudah besar nanti jadi harus Dika yang punya ke inginan dan mimpi untuk mewujudkannya. Kalo begitu bolehkah Dika jadi bos seperti papa? Adam dan Pelangi tertawa,,,,iya boleh sekarang ayo kita makan siang dulu. Pelangi menggandeng Dika dan mengajak Iwan serta Adam untuk makan siang.
__ADS_1
bersambung......
__ADS_1
😘😘
__ADS_1