
Hari kedua pameran satnd BST semakin sibuk dengan banyaknya dokter yang mengunjungi dan bertanya di satand mereka. Pelangi menarik nafas lega karena beruntung dia sudah sedikit banyak faham produk dan Spec barang yang mereka miliki berkat Adam. Dengan ramah mereka menawarkan barang. Pelangi masih bingung untuk menerima orderan dia mencari-cari Adam namun tak juga di lihatnya, akhirnya dia meminta tolong mbak Ning. Pelangi memperhatikan segala yang di persiapkan mbak Ning dalam memproses orderan barang dari customer. Tapi customer bilang ingin Pelangi yang datang ke kampus untuk mendemokan alat yang mereka pesan, dan mbak Ning menyetujui nya. Dengan senyum yang di paksakan Pelangi pun akhirnya mengiyakan apa yang di ajukan customer. Setelah kepergian customer Pelangi kebingungan. Gimana aku mendemokan alat yang di minta customer tadi mbak, aku kan sama sekali gak ngerti. Ya gak gimana-gimana kamu harus latihan dan gak usah khawatir nanti aku atau pak Egar atau pak Eri akan menemanimu. Beneran lho mbak. Iya sudah gak usah khawatir, itu ada customer yang datang lagi. Segera Pelangi mendatanginya dan bertanya pada customer. Tak berapa lama stand menjadi sepi karena mereka sumua mengikuti seminar kembali. Pelangi duduk di sebelah mbak Ning. Gimana capek gak Pelangi?
Lumayan mbak, tetep semangat Pelangi karena besok di hari terakhir pameran kita akan lebih repot dan lebih capek lagi.
Siyap mbak,,,,oh iya dari pagi aku kok gak liat mas Adam ya?
Adam ya,,,beliau eh dia udah balik ke Jakarta karena ada proyek yang harus di kerjakan nya.
Mas Adam berarti punya kedudukan yang penting di BST ya mbak?
Ya begitulah,,,,kita makan siang dulu yuk, pak Eri sama pak Egar sudah datang tuh.
Hayuk deh,,,,
mereka berdua kemudian makan siang bareng.
__ADS_1
Sore hari mereka kembali ke hotel dan beristirahat untuk pameran hari terakhir besok.
Hari terakhir pameran seperti yang di katakan mbak Ning,,,banyak sekali peserta yang mampir ke stand, ada yang nanya barang, ada yang mempraktekkan barang di tempat bahkan ada yang order langsung. Mereka semua bekerja dengan saling bantu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pelangi pun sudah bisa bekerja sendiri tidak lagi merepotkan teman-temannya. Mereka semua senang karena Pelangi anaknya cepat sekali mengerti pekerjaan nya.
Mbak Pelangi ini kartu nama saya, saya tunggu kedatangan njenengan di kampus kami kata salah seorang dokter cowok.
Pelangi membaca namanya,,, in sha Allah dokter Rian katanya sambil tersenyum.
Boleh kita foto berdua?
Terima kasih dokter Rian sudah berkenan membeli barang dari kami.
Sampai ketemu di kampus saya mbak Pelangi, kata dokter Rian sambil tersenyum.
Gila,,,gila,,,baru kali ini ada seorang dokter yang meminta foto pada kita,biasanya kita yang minta foto dengan mereka sahut Egar. Kamu pake pelet apa Pelangi? kata Egar lagi.
__ADS_1
ha...ha...ha... mereka tertawa. Enak aja pake pelet, udah biasa kali foto dengan customer.
Ya...ya...ya... ayo kita rapikan barang kemudian kita jalan-jalan baru pulang kata Egar.
Kalian semua naik mobil ya, bisa kah aku ikut mobil kalian?
Boleh....tapi hanya aku sama Egar yang naik mobil,mbak Ning naik kereta. Gimana masih mau ikut? tanya pak Eri.
Mau...mau pak Eri daripada aku naik kereta.
Tapi mereka gak langsung pulang Lo Pelangi, mereka mampir ke Akbid,STIKES dan kedokteran bahkan ke rumah sakit di sepanjang jalan yang mereka lewati.
Gak apa-apa mbak Ning, sekalian nyari pengalaman.
Egar dan pak Eri mengacungkan kedua ibu jarinya. aku suka semangatmu Pelangi kata pak Eri. Sore itu mereka makan kemudian mengantarkan Nining ke stasiun dan jalan-jalan sebentar baru melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
__ADS_1
bersambung,,,,,,,jangan lupa beri dukungan author ya biar author lebih semangat untuk menyelesaikan novel ini.