
Malam itu sekitar jam 9 malam Pelangi bersama Egar dan Rumi berangkat ke Bandung setelah selesai makan malam bersama di warung tenda menggunakan mobil. Adam meluk sang istri dan menciuminya seolah enggan melepasnya, mas kapan aku berangkatnya nih Egar sama Rumi udah nungguin. Biarin aja sebentar lagi sayang,,,,, Egar sengaja menekan klakson mobil agar Pelangi segera naik. Apaan sih Gar berisik tau bentak Adam mendekat. Sorry bos udah malem nih, takut besok aku kesiangan karena kecapean di jalan. Ya iya bawel, Adam menyuruh Pelangi naik namun sebelumnya melahap bibir tipis yang selalu membuatnya rindu. Gar hati-hati di jalan, aku nitip nyonya besar jangan sampai dia ke capean. Iya siap bos,,,, kita berangkat dulu bos. Mobil mulai menjauh, dua jam perjalanan membuat Rumi tertidur tapi tidak dengan Pelangi. Pelangi,,, pakailah jam ini aku, aku sudah memasang alat pelacak yang sudah terhubung ke hp ku. Aku takut terjadi apa-apa sama kamu. Pelangi menerima dan memakai jam pemberian Egar, terima kasih Gar. kamu jangan sungkan Pelangi karena kamu istri dari bos ku maka aku berkewajiban menjaga keselamatan dan kesehatanmu. Kalo kamu lelah dan mengantuk tidurlah 2 jam lagi kita akan sampai tujuan, kita mau nginep di mana? Terserah kamu aja Gar, kamu yang lebih tau tentang situasi dan kondisi kita. Oke,,,,, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam mereka sampai di sebuah penginapan sederhana, Egar segera turun sedang Pelangi yang tak tertidur sama sekali membangunkan Rumi. Pelangi segera membuka 2 kamar dan meminta kamar yang bersebelahan,setelah beberapa saat pelayan kamar mengantarkan mereka ke kamar. Pelangi segera cuci muka dan tidur karena sudah menahan kantuk sedari tadi.
__ADS_1
Jam setengah 8 pagi mereka keluar untuk mencari makan dan menuju ke Tempat dokter Rian mengajar. Pelangi memilih sarapan nasi Padang yang bisa sedikit cocok dengan lidahnya, Rumi dan Egar tidak protes karena mereka tidak rewel dalam hal makan. Setelah selesai mereka segera meluncur dan sesampainya di sana mereka langsung di sambut oleh dokter Rian sendiri beserta rekannya. Apa kabar Bu Pelangi,,,, saya tersanjung dengan ke datangan istri dari CEO secara langsung, maaf saya baru tau kalo anda menikah. Terima kasih dokter Rian, dokter jangan bicara begitu yang CEO kan suami saya di sini saya hanya sebagai staf saja. Mari kita langsung ke lab saja,,,, mas Egar, apa kabar? Baik dok, dia staf baru kami dok yang akan membantu saya. Mereka berjalan beriringan menuju lab, sesampainya di sana mereka segera melihat manekin yang ada di sana. Maaf saya tidak bisa menemani kalian karena saya ada kelas kalian akan di bantu petugas lab, Pelangi pun membantu Egar sedang Rumi hanya mencatat kerusakan dan sparepart yang di butuhkan untuk manekin yang ada di sana. Kurang lebih 3 jam mereka berkutat dengan manekin akhirnya selesai juga, Pelangi memberikan laporan pada dokter Rian dan pak dekan juga Kabid pengadaan barang tentang kondisi manekin yang bisa di perbaiki dan harus beli yang baru. Mereka meminta list harga manekin terbaru barang yang mereka butuhkan dan Egar menyanggupi akan memberikan list beserta speck barang yang mereka butuhkan melalui email, setelah semua selesai mereka berjabat tangan kemudian Pelangi beserta teman-temannya mohon pamit. Mereka segera mencari mushola atau masjid terdekat karena waktu dhuhur sudah mepet kemudian baru makan siang. Egar siang ini kamu udah gak ada jadwal kunjungan kan? Iya hanya ke 1 fakultas aja kok Pelangi, kamu gak usah ikut istirahat aja di penginapan. Lo kok gitu? ikutlah kita kerja bareng. Gak usah udah ada Rumi, lebih baik kembali ke penginapan, aku gak mau kena semprot suamimu yang protektif itu. Baiklah baik tapi aku mau di sini sebentar lagi, kalian jalan aja dulu nanti aku bisa pulang sendiri ke penginapan toh jaraknya gak jauh ini. Egar melihat jam di tangan nya kemudian mengajak Rumi pergi karena waktu sudah mepet dengan yang sudah di janjikan.
__ADS_1
bersambung.......
__ADS_1
Jangan lupa berikan like, vote dan komen nya ya
__ADS_1
😘😘
__ADS_1