
Setelah kejadian itu suster yang menjaga Pelangi tak lagi berani meminjamkan hp nya pada Pelangi, dan Pelangi pun tak berani meminjam dari suster yang merawatnya selama di sana. Setelah 2 hari di rumah sakit Sena membawa pulang Pelangi karena Pelangi melahirkan secara normal dan tak ada masalah dengan kesehatannya maka fihak rumah sakit mengizinkan untuk pulang. Sena tampak bahagia dengan kehadiran Sovia bayi mungil yang baru saja lahir itu, dia juga sudah menyediakan kamar khusus buat bayi itu. Sen kapan aku bisa bertemu dengan Dika? Em... besok ya sayang sekalian kita minta restu dengan kedua orang tuamu. Darimana kamu tau kalo Dika di sana? Apa sih yang gak bisa aku tahu sayang? Sena menampakkan senyum devil nya. Di sepanjang perjalanan Pelangi menikmati pemandangan nya, ternyata aku ada di Semarang batin Pelangi. Dia berharap suatu hari bisa mempunyai kesempatan untuk keluar dari rumah itu untuk bertemu dengan Adam. Sampai di rumah Sena memberikan bayi Sovia untuk disusui karena dia sudah menangis karena kehausan. Pelangi tak langsung menyusuinya karena Sena masih duduk di sebelahnya. Kenapa sayang? Bisakah kamu keluar sebentar, biar aku bisa menyusui Sovia? Sena tertawa,,,, kamu malu sama aku sayang? Aku tuh udah liat punyamu semua nya, kenapa kamu masih malu sih? Pelangi mengernyitkan alisnya, karena selama ini mereka tak pernah melakukan hubungan intim bagaimana bisa Sena tau semua bentuk tubuhnya. Sudah kamu gak usah banyak mikir, cepat susui Sovia kasihan dia. Apa perlu aku yang membukakan nya? Gak,,,, aku bisa sendiri jawab Pelangi gugup. Dia segera menyusui Sovia, sedangkan Sena masih duduk di sebelahnya dan mengelus pipi Sovia. Sena mengecup kening Pelangi kemudian keluar dari kamar dan tak lama kemudian dia datang membawakan susu dan makanan buat Pelangi. Minum susu dan makan dulu sayang, kamu harus banyak makan karena kamu menyusui Sovia. Terima kasih Sen, kamu juga jangan lupa makan.
__ADS_1
Sore itu sepulang dari kerja Sena membawa Pelangi dan Sovia ke rumah orang tua Pelangi.
__ADS_1
Setelah mengetuk pintu dan mengucap salam, ibu yang membukakan pintu kaget melihat putri nya yang berdiri di hadapannya. Ibu segera memeluk Pelangi dan menangis. Ini beneran kamu Pelangi? ibu gak mimpi kan? Iya Bu ini Pelangi dan ibu gak mimpi kok. Apa kami tak di suruh masuk buk? Ibu Pelangi memandang Sena yang berdiri di sebelah Pelangi dengan menggendong bayi. Ah iya mari silahkan masuk dulu. Ibu masih saja memandang Sena, Sena mengulurkan tangan untuk menyalami ibu Pelangi. Nak Sena, ini?? Cerita nya panjang buk, ini putri kami jawab Sena memperlihatkan bayi Sovia pada ibu. Ibu mengambil bayi itu kemudian memeluk dan menciumi nya. Siapa tamu kita buk? ayah tertegun melihat pemandangan di depannya. Pelangi segera menghambur ke dalam pelukan ayah nya. Setelah beberapa saat berpelukan, ayah mengurai pelukannya. Kemana saja kamu nak? Sena mendekat dan mencium tangan ayah Pelangi. Panjang ceritanya yah, ayah duduk dulu. Kenapa nak Sena bisa bersama Pelangi dan itu anak siapa? Pak buk Pelangi sekarang sudah menjadi istriku dan itu anak kami. Mohon maaf kalo baru sekarang kami datang untuk menemui kalian. Kalian sudah menikah? Iya buk, kami menikah siri dan saya akan meresmikan pernikahan kami di pengadilan agama setelah kami meminta restu dari bapak dan ibu, jawab Sena. Bapak memandang wajah Sena dan Pelangi secara bergantian. Pelangi,,,,, Pelangi tersenyum pada ayah dan ibu nya. Meski banyak pertanyaan di hati kedua orang tua Pelangi namun mereka tak dapat mengutarakan nya, karena di lihatnya putri mereka bahagia bersama dengan Sena. Tak lama Dika datang ke ruang tamu karena kakek nya tak datang-datang setelah meninggalkan nya bermain sendiri di kamar. Dika,,,,, mama,,,, mereka segera berpelukan. Kenapa mama tinggalin Dika? papa juga gak ingat sama Dika mah katanya sambil menangis. Pelangi menghapus air mata Dika, sekarang ada mamah Dika jangan menangis lagi ya. Mama gak akan tinggalin Dika lagi kan? Iya sayang mamah gak akan tinggalin Dika lagi, kembali Pelangi memeluk dan menciumi Dika yang amat di rindukannya. Ayah dan ibu terharu menyaksikan pertemuan mereka yang sudah hampir 1 tahun berpisah. Pelangi membawa Dika pada Sena, sayang ini ayah Sena dan itu dedek Sovia. Dika mencium tangan Sena dengan takzim. Hai jagoan, Sena memeluk Dika. Mulai besok Dika akan tinggal sama ayah dan mamah juga adek Sovia ya, kata Sena pada Dika. Dika memandang pada mamah, kakek dan nenek nya. Mereka semua mengangguk menyetujui nya. Kemudian mereka makan bersama dan mengobrol banyak hal karena sudah lama juga mereka tak bertemu. Sore hari Sena mengajak mereka pulang setelah mendapatkan restu dari kedua orang tua Pelangi.
__ADS_1
sebentar lagi lebaran, Author mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri. Mohon maaf bila selama ini Author banyak salah dalam penulisan cerita dan juga lama dalam meng update cerita ini. Semoga temen-temen masih setia menantikan cerita ini dan menyukainya. Terima kasih juga selama ini selalu memberikan dukungan pada author.
__ADS_1
😘🙏😘
__ADS_1