
Siang itu sekitar jam 2 Pelangi, Sena dan dokter Rian berangkat naik mobil yang di kemudikan Sena. Di sepanjang perjalanan mereka saling bertukar cerita bahkan kadang mereka tertawa karena cerita lucu. Tak lupa mereka selalu menyempatkan mampir ke masjid untuk melakukan sholat. Selepas Maghrib mereka sampai di Pekalongan, Sena mengajak Pelangi dan dokter Rian makan malam sekalian. Ketika mereka memesan makan tiba-tiba saja Adam mengadakan panggilan Vidio call dengan Sena.
☎️
Assalamu 'alaikum,,,,ada apa Dam?
☎️
Wa'alaikumussalam.....apa kalian sudah sampai di hotel?tanya Adam dengan senyum mengembang.
☎️
Belum ini kita lagi makan malam di warung tenda, Sena mengarahkan kameranya pada Pelangi dan dokter Rian yang sedang ngobrol sambil sesekali minum.
☎️
Wajah Adam seketika berubah masam, ya sudah nanti kalo sudah sampai di hotel telfon aku segera ya Sen.
Adam segera mematikan hp nya tanpa mengucap salam.
Si bos kenapa Sen?
Gak tau,setelah liat kalian mukanya masam terus tutup telfon gitu aja.
Biasa pasti habis ini dia akan wa aku terus marah-marah panjang kali lebar, katanya sambil menggerutu.
Benarkah Pelangi?
Beneran Sen,,, belum berhenti Pelangi ngomong terdengar notif pesan masuk ke hp nya. dokter Rian dan Sena saling pandang.
__ADS_1
Adam
Pelangi kenapa dokter Rian bersama kalian?
Pelangi
Iya pak,dokter Rian nebeng kita karena beliau juga mendapatkan undangan di seminar tempat kita pameran.
Adam
Memang dokter Rian gak bisa pergi kesana sendirian,lagian kan masih besok acara seminarnya?
Pelangi
Ya kata dokter Rian sengaja beliau nebeng biar ada temennya ngobrol biar gak jenuh pak.
Adam
Pelangi
Mungkin dokter Rian akan menginap di hotel yang sama dengan kita pak.
Mendapatkan jawaban Pelangi Adam tak mengirimi pesan lagi.
Huff... aneh, si bos tuh maunya apa sih gerutu Pelangi.
Kenapa lagi si bos Pelangi?
biasa Sen, kalo gak sesuai kehendaknya dia pasti marah-marah gak jelas.
__ADS_1
Sena dan dokter Rian menghentikan makannya demi mendengar cerita Pelangi tentang si bos Adam yang terkenal ramah tapi menjengkelkan.
Masa hanya karena dokter Rian nebeng kita si bos jadi marah-marah gak jelas.
Dokter Rian malah tertawa....ha...ha.... biarin aja dia marah Pelangi, Paling cuma sebentar saja marahnya.
He...he...iya dok maaf ya...
Maaf buat apa Pelangi?
Maaf atas ketidak nyamanan dokter Rian karena ulah pak Adam.
ha...ha...ha....sudah biasa menghadapi orang yang cemburu seperti pak Adam.
Maksud dokter? saya sama pak Adam gak ada hubungan apa-apa Dok, kami hanyalah atasan dan karyawan saja.
Itu menurutmu Pelangi, tidak dengan si bos mu itu.
Bisa bahas yang lain gak dok, saya gak nyaman. Apalagi bahas pak Adam yang nyebelin sungutnya.
Rian tersenyum,,,,,baiklah pak Sena bisa bantu saya booking di hotel yang sama dengan pak Sena dan tim?
Boleh dok,,,,, baiknya kita pergi sekarang saja dok, biar bisa istirahat.
Mereka menuju hotel tempat tim BST menginap dan Sena membooking kan 1 kamar buat dokter Rian. Mereka segera menuju kamar masing-masing, Pelangi 1 kamar dengan mbak Ning Sena berbagi kamar dengan Egar dan pak Eri. Sesampainya dikamar Pelangi langsung mandi, sholat isyak dan pergi tidur biar besok bisa bangun pagi.
bersambung.....
beri semangat author ya teman-teman semua....
__ADS_1
berikan like,vote,hadiah dan komen yang membangun.
😘