
Pagi datang ketika Pelangi membuka matanya dia begitu terkejut karena mendapati Sena yang terus saja menatap wajahnya. Mas,,,,, kok gak bangunin aku, jam berapa sekarang? Aku gak tega bangunin kamu sayang. Baru jam setengah 5, adzan baru saja selesai. Pelangi berusaha bangun tapi tubuhnya terasa remuk karena pertempuran tadi malam. Maafkan aku sayang semalam aku begitu bersemangat, habis punyamu sempit banget seperti perawan goda nya. kamu di sini dulu aku akan siapin air hangat buat mandi. Pelangi mengangguk dan tersenyum, dia kembali teringat kejadian semalam saat Sena benar-benar menggempur nya. Dia berusaha merenggangkan oto nya, dan duduk dengan masih berbalut selimut karena tubuhnya yang masih polos. Sayang aku gendong ke kamar mandi ya? Pelangi mengangguk karena memang dia tak begitu mempunyai kekuatan untuk berjalan ke kamar mandi. Sena segera membopong dan meletakkan istrinya di dalam bat up yang sudah di isi air hangat dan sabun aroma terapi untuk merilekkan tubuh istrinya. Mas sudah mandi? Sudah, mau mas mandiin? Gak mas tunggu di luar saja, nanti lama kalo mas mandiin kita kan belum sholat subuh. Iya deh iya,,,, Sena keluar sambil tertawa melihat istrinya yang masih malu padanya. 15 menit kemudian Pelangi selesai mandi dan mereka sholat berjamaah, selesai sholat Sena mengecup kening Pelangi agak lama dan meneteskan air mata. Pelangi mengusap air mata Sena dengan tangannya. Apa yang membuatmu sedih mas? Kembali Sena memeluk Pelangi, aku bahagia sayang karena kamu sudah menerimaku sebagai suamimu secara utuh. Terima kasih bisik Sena. Ah sudahlah mas sudah sewajarnya aku kan istrimu, sudah ayo kita bangunkan anak-anak. Sena melepaskan pelukannya, kamu yang bangunin anak-anak ya aku akan buatkan sarapan buat kalian. Pelangi mengangguk, mereka membereskan peralatan sholat kemudian beranjak menjalankan tugas masing-masing. Pelangi membangunkan anak-anaknya kemudian menemani mereka sholat, meski mereka masih kecil namun Pelangi sudah membiasakan mereka untuk mengerjakan sholat 5 waktu. Karena hari ini Minggu maka Pelangi tak begitu repot menyediakan seragam dan perlengkapan buat Dika sekolah dan Sena ke kantor. Mereka segera menuju ke meja makan untuk sarapan bersama. Wah harum,,,,, ayah pinter masak juga ya kata Sovi melihat 1 piring nasi goreng yang ada di depannya. Tentu sayang, buat kalian apa sih yang ayah gak bisa. cek.... mulai deh sombongnya decak Pelangi yang membuat mereka semua tertawa. Pagi itu mereka sarapan dengan canda tawa. Ayah, bisakah kita pergi jalan-jalan? Em.... memang Sovi sama Abang pengen jalan kemana? Sovi dan Dika saling berpandangan,,,,, main ke mall yah jawab mereka serentak. Sena berfikir sejenak,,,, okey. Hore mereka tampak bersorak bahagia. Karena masih pagi kalian main dulu ya mama mau beresin rumah dulu. Dika mengajak adiknya untuk melihat tv saja. Sena memeluk tubuh istrinya yang sedang mencuci piring. Sayang biarin nanti mbak Ida yang kerjakan, kita istirahat di kamar aja yuk bisik Sena tepat di telinga istrinya. Ih mas geli apaan sih, ini kan hari Minggu apa mas lupa setiap hari Minggu mbak Ida juga libur. Ingat kok sayang, tapi tadi aku sudah telpon mbak Ida untuk datang dan ku hitung lembur. Sudah ayo kita ke kamar, kamu mau jalan sendiri atau mau ku gendong? Aku jalan sendiri saja mas, ada anak-anak. Mas kita liat tv sama anak-anak saja ya pinta Pelangi. Sena tak menjawab pertanyaan istrinya tak berapa lama mbak Ida sudah datang. Mbak Ida tolong beresin cuci piring kemudian temenin anak-anak sebentar ya, nanti jam 10 kita mau jalan ibuk harus istirahat karena kecapekan. Siap pak, mbak Ida mencuci piring sambil mengawasi Dika dan Sovi. Abang, Sovi mama sama ayah mau istirahat di kamar sebentar ya kalian sama mbak Ida dulu jangan nakal ya. Mereka berdua patuh tanpa banyak bertanya, Sena menggandeng tangan istrinya untuk menuju ke kamar. Mas apa gak sebaiknya kita temenin anak-anak liat tv? Gak sayang kamu harus istirahat karena aku tau kamu masih capek. Karena nanti malam aku masih menginginkanmu. Mas,,,,, Habis kamu istimewa sayang kekeh nya sambil menidurkan istrinya di kasur dan dia juga ikut berbaring tanpa melakukan apa-apa, hanya sekedar tiduran dan bercerita. Jam 10 Dika dan Sovi menghampiri ayah dan mama nya ke kamar. Mereka sudah rapi di bantu mbak Ida. Setelah semua siap mereka segera ke mall untuk bermain.
__ADS_1
bersambung....
__ADS_1
Temen-temen dukung author terus ya biar author semangat nulisnya....
__ADS_1
😘😘
__ADS_1