Cinta Pelangi

Cinta Pelangi
episode 58 b


__ADS_3

Maaf ya para readers semua episodenya aku dobel karena loncat,,,,,,he,,,,,,he,,,,,he,,,,,,he,,,,,


Mas,,,,lusa dokter Rian meminta tolong pada kita buat ke sana melihat manekin yang rusak, apa masih bisa di gunakan. Sayang kayak nya gak bisa deh, gimana kalo kamu pergi sama Egar dan Rumi. Em,,,, ya gak apa-apa sih mas, tapi..... Adam mengernyitkan keningnya, apa sayang? Aku mau pergi kalo mas masih saja cemburu pada dokter Rian. Kan ada Egar yang akan selalu mengawasi mu. Beneran ya, awas nanti kalo aku sama Egar pulang mas marah sama aku. Ya asal kamu juga gak ganjen sama dia sayang,,,, sekarang berikan aku cintamu sayang senyum Adam menggoda istrinya dan langsung ******* bibir tipis yang selalu membuatnya ketagihan. Malam itu mereka lalui dengan olahraga malam sampai beberapa kali, hingga mereka kelelahan dan tertidur dengan senyum mengembang juga berpelukan.

__ADS_1


Pagi datang Adam memberikan kecupan selamat paginya pada sang istri.


Pagi datang Adam bangun lebih dulu dan memberikan kecupan selamat pagi nya pada sang istri dan segera beranjak ke kamar mandi, dia menyiapkan istrinya air hangat di batup. Adam segera membopong istrinya dan menurunkannya di batup kemudian mereka mandi bersama tanpa olahraga lagi karena waktu subuh sudah hampir lewat. Pelangi segera menyiapkan sarapan di dapur setelah sholat berjamaah dengan suaminya. Sayang hari ini aku ke kampus persiapan wisuda besok, kamu gak usah kemana2mana sayang karena nanti malam kamu harus berangkat ke Bandung biar gak capek. Iya,,,, aku akan di rumah menunggumu pulang. Adam melingkarkan tangannya dan mengecup leher istrinya yang tertutup kerudung. Udah mas lebih baik mas duduk manis di kursi atau jalan-jalan sana, kalo gini terus aku gak akan selesai-selesai masaknya. Biarin salah siapa besok kamu mesti ke Bandung sama Egar 2 hari lagi. Pelangi menarik nafas dan menghadap pada suaminya, kan aku udah ajak kamu mas tapi kamu nya yang gak bisa. Iya kebetulan sekali sayang karena sebentar lagi wisuda dan penempatan 1 tahun pengabdian si pedesaan. Pelangi membawa suaminya ke tempat duduk dan mendudukkannya di sana kemudian dia melanjutkan masak. 15 menit kemudian masakan sudah selesai Egar dan Rumi datang mendekat karena mencium bau masakan yang menggugah selera. Rumi Egar kalian sudah bangun sarapan dulu gih, Rumi membantu Pelangi menyajikan makanan di meja makan. Wuah,,,, ternyata ibu pinter masak ya pantesan aja pak bos memilih ibuk untuk jadi istrinya. Ah kamu bisa aja Rum, ini semua karena sudah terbiasa. Boleh dong Rumi belajar masak sama ibuk? Kapan kamu mau belajar masak sama ibuk Rum orang setelah dari Bandung besok kamu harus kembali ke Jakarta. Ya kok gitu sih pak, padahal Rumi lebih senang di sini sama pak bos dan Bu bos. Mereka kemudian makan dan beraktivitas, Adam ke kampus sedang Egar dan Rumi visit ke rumah sakit Diponegoro Undip dan rumah sakit Bhayangkara. Pelangi hanya di rumah membersihkan rumah dan setelah agak siang dia menelpon suaminya minta ijin untuk ke rah orang tuanya. Adam mengizinkan asal nanti di sana Pelangi gak boleh capek-capek dan nanti pulang harus menunggunya menjemput. Pelangi bersiap-siap ke rumah ibunya saat dia mau memesan ojek online terdengar ketukan di pintu, Pelangi buru-buru membukanya.

__ADS_1


Sena.... ada apa? mas Adam ke kampus dan aku mau ke rumah ibu. Aku tau kalo Adam di kampus aku datang sengaja menemui mu. Pelangi hendak menutup pintunya namun tangan kekar Sena lebih dulu mendorong pintu dan dia masuk ke dalam. Apa yang mau kamu bicarakan Sen? Duduklah dulu, kita bicara baik-baik. Pelangi menurut dan duduk menjauh dari Sena namun Sena mendekatinya. Pelangi apa kamu bahagia sama Adam? Apa maksudmu Sen? tentu aku bahagia. Jangan bohong Pelangi,,,aku yakin kamu masih menyimpan rasa cinta untukku karena aku cinta pertamamu. Sena..... meski kamu cinta pertama ku bukan berarti aku masih punya cinta sama kamu, bagiku kamu adalah masa laluku dan Adam adalah masa depanku. Pelangi rak bisakah kita bersama lagi, ternyata aku juga masih memiliki cinta buat kamu. Kamu gila Sen, lebih baik kamu segera pergi dari sini. Bukannya pergi namun Sena malah mendekatkan dirinya pada Pelangi yang membuat Pelangi semakin ketakutan. Pelangi segera bangkit dari duduknya ketika Sena hendak mencium bibirnya. Pelangi berlari keluar dan menabrak Egar di depan pintu. Pelangi ada apa? Gak apa-apa Gar, ayo kita pergi, antar aku ke rumah ibuku. Egar hendak melihat ke dalam rumah namun sudah di tarik sama Pelangi untuk segera masuk ke mobil. Di dalam mobil yang melaju meninggalkan rumah Egar mencerca Pelangi dengan banyak pertanyaan. Sebenarnya ada apa Pelangi, siapa yang ada di rumah, kenapa kamu ketakutan seperti itu? Pelangi hanya diam dan menghela nafasnya. Pelangi,,,,, terus rumah siapa yang ngunci? Kamu tenang aja Gar, dia pasti menguncinya karena dia juga bawa kunci rumah. Sebenarnya siapa sih Pelangi? tanya Egar masih saja penasaran,,,,apa dia Sena? karena yang pegang kunci rumah hanya aku, Adam dan Sena. Pelangi hanya terdiam dan matanya sudah berembun. Gar,,,tolong jangan sampai mas Adam tau kejadian hari ini, anggap saja tidak terjadi apa-apa dengan ku. Tapi apa sebenarnya yang dia lakukan padamu? Egar tidak lagi bertanya karena Pelangi sudah menangis. Oke-oke,,,,sekarang diam lah kita hampir sampai di rumah ibumu. Pelangi diam dan menghapus air matanya, terima kasih Gar sudah mengantarku. Setelah menurunkan Pelangi Egar kembali ke rumah sakit yang tadi di kunjungi nya bersama Rumi.


terus dukung author ya temen-temen

__ADS_1


kasih like, vote dan komen yang banyak


😘😘

__ADS_1


__ADS_2