
Siang itu sekitar jam 11 Pelangi di kejutkan dengan sebuah ketukan di pintu, dan kebetulan siang itu Adam baru saja keluar untuk membeli Pampers karena mereka kehabisan stok. Pelangi nampak terkejut melihat sebuah mobil Pajero sport berwarna hitam datang ke rumah nya. Selamat siang buk, kami dari dealer mengantarkan mobil kemari mohon untuk tanda tangan terima nya. Pelangi segera menandatangani nya dan setelah itu dia menerima surat-surat jual beli beserta BPKB juga kunci mobil tersebut. Setelah kepergian orang yang mengantarkan mobil itu Pelangi masih asyik memandangi mobil yang ada di depan nya dan tak menyadari suaminya yang sudah berada di sebelahnya. Kamu suka sayang? Eh mas,,kapan datang? kok aku gak denger suara motornya. Kamu sih asyik ngeliatin mobil jadi gak tau suami udah pulang. He...he...maaf mas, kapan mas ke dealer? Aku beli by phone kok sayang, tapi kalo kamu gak suka bisa di tuker kok. Gak usah mas, aku suka. Gimana kalo langsung kita tes Drive ke rumah orang tuamu sekarang? Nanti sore saja mas, mas kan masih sibuk sama laporan para karyawan. Itu gampang sayang bisa di lanjutin nanti malam. Adam merangkul istrinya dan mengajak nya masuk ke dalam, lebih baik kamu siap-siap sayang pasti ayah dan ibu sudah gak sabar liat cucunya. Pelangi kemudian menyiapkan semua perlengkapan baby Dika, sedang Adam bermain dengan baby Dika yang menggemaskan itu. Setelah semua siap mereka segera pergi ke rumah orang tua Pelangi dengan menggunakan mobil baru nya. Sesampainya di rumah ayah dan ibunya Pelangi mereka di sambut dengan hangat. Ibu segera memeluk Pelangi, kamu sehat kan nak? Iya buk, Pelangi sehat. Ibu segera mengambil baby Dika dari gendongan Pelangi dan tak lupa mengajak menantunya masuk. Warung nya rame ya buk sekarang. Iya Pelangi Alhamdulillah, sekarang ibu juga ada yang bantuin dan tidur di sini. Syukurlah buk, ayah mana? Ayahmu tadi lagi keluar sebentar gak tau kemana. Tak lama ayah datang dengan membawa mainan buat baby Dika. Ayah,,,, baby Dika kan masih bayi kenapa sudah di belikan mainan? Ya gak apa-apa dong buk, ini kan di gantung di atas tempat tidur atau di tempel di dinding. Ayah mendekati baby Dika dan hendak mencium nya, namun di larang oleh Pelangi. Ayah,,,,,cuci tangan dulu ayah kan dari luar kata Pelangi. Ah iya maaf nduk habis ayah saking senangnya liat cucu ayah. Ayah segera mencuci tangan dan segera meminta baby Dika dari pangkuan ibu. Ayah nampak senang dan menimang-nimang serta menciumi dengan gemas pipi cucunya itu. Oh iya di luar itu mobil nak Adam ya? Iya pak, baru datang tadi siang dan langsung tes Drive ke sini. Mobilnya bagus dan gagah, bolehkah ayah tes Drive juga? Ayah apaan sih, itu kan mobil baru ibu mencubit pelan perut ayah. Pelangi dan Adam malah tertawa melihat mereka berdua. Boleh yah,,, boleh kapan ayah mau tes Drive nya? Nanti sore saja nak Adam sekalian jalan-jalan sore. Oke yah nanti sekalian kita makan malam di luar, sekarang Adam lapar yah katanya dengan cengengesan. Ah iya ibu sampai lupa, kalo begitu ayo kita makan dulu nak. Mereka berempat kemudian makan siang bersama dengan baby Dika di tidurkan di kereta dorong nya. Banyak sekali yang mereka perbincangkan hingga tak terasa hari sudah sore, Pelangi memandikan baby Dika di bantu ibu yang menyiapkan baju dan perlengkapan mandi yang tadi sudah di bawa Pelangi. Hari itu rumah kedua orang tua Pelangi tampak rame karena tetangga juga berdatangan ingin melihat baby Dika. Sampai akhirnya selepas Maghrib mereka baru biasa keluar untuk makan malam dengan ayah yang berada di belakang kemudi. Malam itu mereka tak hanya makan malam namun juga berjalan-jalan di alun-alun untuk sekedar menikmati malam. Adam selalu merangkul istrinya karena ibu dan ayah tak membiarkan Pelangi menggendong baby Dika dengan bahagia. Pelangi sampai terharu melihat kebahagiaan kedua orang tuanya itu. Mas,,, semoga kita akan selalu bahagia seperti ini dan Adam pun mengamin kan doa' istrinya itu.
__ADS_1
bersambung......
__ADS_1
jangan lupa terus dukung author ya biar author juga semangat melanjutkan cerita ini.
__ADS_1
😘😘
__ADS_1