
Beberapa kali Pelangi mencoba keluar dari rumah itu, namun selalu gagal karena penjagaan yang begitu ketat dan juga kondisi Pelangi yang sering mual. Di sana pun tak di sediakan telpon dan alat komunikasi yang lainnya. Akhirnya Pelangi hanya bisa pasrah dan berdoa' di sepertiga malam, meminta perlindungan dan pertolongan pada Allah sang maha pencipta. Yang membuat Pelangi lega Sena tak pernah meminta melakukan hubungan intim dan begitu memperhatikan serta memanjakannya, padahal Sena sudah menikahinya secara siri. Seperti sore ini Pelangi tengah asyik duduk di tepi kolam renang, Sena datang dan memeluknya dari belakang. Bagaimana kabarmu dan calon anak kita sayang? Pelangi hanya diam tak menjawab, namun Sena tak kehabisan akal agar Pelangi mau berbicara dengannya. Dengan sabar dan selalu mencari bahan agar Pelangi mau tersenyum atau berbicara dengan nya. Mau tak mau pun Pelangi terbiasa dan mau tersenyum bahkan ngobrol dengan nya. Sayang kamu sudah makan? Pelangi hanya menggeleng. Sayang kamu harus makan, sekarang kamu tak sendiri lho ada calon anak kita di sini. Sena mengelus perut Pelangi yang sudah agak membuncit. Ayolah sayang kamu pengen makan apa? Yuk kita ke dapur aku akan membuatkan mu makanan, Sena menggandeng tangan Pelangi dan membawanya ke dapur. Sena mendudukkannya di kursi meja makan kemudian dia mulai membuatkan makanan buat Pelangi. Pelangi yang biasanya merasakan mual ketika mencium aroma masakan kali ini dia malah memperhatikan dengan tersenyum. Selesai masak Sena membawa ke hadapan Pelangi dan menyuapi nya dengan telaten. Sen,,, kenapa kamu seperti ini padaku? Aku seperti apa sayang? Kenapa kamu memperlakukanku semanis ini? Sena meletakkan piring dan memandang Pelangi, dari dulu sampai saat ini aku menyayangi dan mencintaimu. Aku akan selalu seperti ini denganmu sampai aku tak bernyawa lagi, aku tak mau berpisah lagi denganmu sayang. Kenapa tak dari dulu saja Sen, kenapa kamu memilih wanita lain hingga aku pun memilih pria lain untuk mendampingi ku dan sekarang kamu membawaku dalam kehidupanmu lagi. Maafkan aku sayang waktu itu aku ingin memantapkan hatiku pada mu hingga aku mencoba dengan yang lain, karena aku yakin kamu akan selalu memiliki cinta dan menungguku hingga aku benar-benar mantab untuk selalu bersamamu. Tapi Sen apa yang kamu lakukan dan yang kamu fikirkan salah, aku sudah bahagia dan mencintai suamiku. Pelangi berurai air mata mengeluarkan apa yang selama ini ia pendam. Sayang..... Sena memeluk Pelangi sesaat kemudian menghapus air mata Pelangi. Jangan menangis sayang kasihan calon anak kita, aku akan membahagia kan kalian berdua. Aku akan selalu menyayangi kalian dan seluruh hidupku untuk kalian. Aku tak akan memberikanmu pada mantan suamimu. Pelangi mengernyitkan keningnya dan memandang Sena. Ya.... dia sudah menjadi mantan suamimu, karena kalian sudah bercerai.Gak mungkin Sen,,, Tunggulah sebentar. Sena menuju sebuah ruangan yang menjadi ruang kerjanya dan keluar membawa sebuah map. Lihatlah,,, ini adalah surat cerai milikmu, karena surat ini aku bisa menikahi mu meski hanya secara siri. Nanti jika anak kita sudah lahir maka aku akan menikahi mu lagi secara hukum. Dengan tangan gemetar Pelangi membuka dan membaca sebuah kertas yang bertuliskan pengadilan agama. Air mata nya kembali jatuh, kenapa mas Adam tak mencari ku batin Pelangi,,,,, lalu bagaimana dengan putraku Dika Sen? kamu sudah memisahkan kami, dia masih butuh aku Sen. Sena merengkuh Pelangi dan memeluknya,,, maafkan aku sayang, relakan dia bersama dengan mantan suamimu. Aku yakin mereka akan bahagia meski tak bersamamu. Kamu jahat Sen, Pelangi memukul dada bidang Sena dan menangis. Menangis lah sayang dan setelah ini kamu tak boleh menangis lagi, percayalah kita akan bahagia. Mas Adam,,,, kenapa kamu tak mencari ku, kenapa kamu tak bisa menemukanku batin Pelangi penuh kesedihan karena Adam tak juga menjemputnya.
__ADS_1
bersambung......
__ADS_1
maaf ya teman-tan semua, up nya agak lama efek author banyak kerjaan dan sempat sakit kemarin.
__ADS_1
berikan like, vote dan komen nya.
__ADS_1
😘😘
__ADS_1