Cinta Pelangi

Cinta Pelangi
episode 65


__ADS_3

Pelangi menjalani harinya di desa bersama Bu Rina, putri dan cucunya. Pelangi sangat bahagia karena di masa kehamilannya tidak begitu sulit, tak lupa dia juga selalu memeriksakan kehamilannya setiap bulan di temani Bu Rina. Pelangi sangat bersyukur meski jauh dari orang tua dan suami nya namun masih ada orang yang menyayanginya bahkan menganggap nya keluarga. Dia mengelus perutnya yang sudah membesar itu, sudah 9 bulan usia kandungannya. Sayang maafkan ibu belum bisa bersama ayahmu, ibu takut dia tak mau menerimamu karena sudah lama dia menginginkannya tapi justru saat kita jauh kamu malah hadir di perut bunda. Pelangi mengelus perut nya dan tiba-tiba saja perutnya terasa sakit, Bu Rina yang baru saja selesai jualan dan membereskan tempat nya berjalan mendekati Pelangi karena khawatir. Kenapa nduk, wajah mu kok pucat dan kami berkeringat. Apa perut mu sudah mulai sakit? Pelangi hanya mengangguk, Bu Rina segera membawa beberapa baju buat Pelangi dan membawanya ke puskesmas. Pelangi begitu kesakitan, dia segera di masukkan ke ruang melahirkan. Sudah 2 jam di sana akhirnya dia dirujuk untuk ke rumah sakit karena peralatan di puskesmas yang kurang memadai. Sampai di rumah sakit Pelangi segera di bawa ke IGD di temani Bu Rina, sedang Iwan sementara di titipkan ke tetangga nya. Ketika Bu Rina mengurus administrasi dia di cegat seseorang. Maaf buk, apa buk mau tanya apa pasien tadi bernama Pelangi Anindita? Maaf mas ini siapa ya? Kalo benar dia Pelangi Anindita berasal darSemarang dia saudara saya. Kalo memang dia saudara nya mas harusnya mas sudah faham dan mengenalinya dong. Maaf buk hanya untuk memastikan saja, takut nya dia hanya mirip dengan saudara saya yang menghilang 9 bulan yang lalu. Bu Rina terdiam dan memandangi cowok yang berdiri di depan nya dari ujung rambut sampai ke ujung kaki nya. Percayalah buk, say tidak ada niat buruk pada anda mau pun putri ibu yang akan melahirkan itu. Dia bukan putriku, nama nya Pelangi tapi ibu tak pernah tau nama lengkapnya. Ibu membawa KTP nya kan? Iya ini tadi buat mendata nya ulang. Cowok itu mengernyitkan keningnya membaca KTP yang di sodorkan ibu itu. Egar segera bertemu dengan dokter yang akan menangani Pelangi. Dok tolong berikan yang terbaik buat Pelangi, masalah biaya saya akan menanggungnya. Setelah selesai dia nampak menghubungi seseorang. Maaf buk, boleh tau siapa nama ibuk? Maaf kita belum kenalan, nama saya Egar buk. Saya Rina mas, jadi mas ini sebenarnya siapa nya nak Pelangi? Begini buk, dia adalah istri dari sahabat sekaligus bos di tempat saya bekerja. Bu Rina menutup mulut nya tak percaya kalo sebenarnya Pelangi istri seorang bos,,, Lalu kenapa nak Pelangi pergi jauh meninggalkan kalian? Sebenarnya sudah terjadi salah faham buk, sehingga Pelangi pergi. Egar menceritakan semua yang terjadi pada Pelangi dan suaminya. Bu Rina mengangguk-angguk mengerti. Saya berterima kasih pada ibuk karena sudah menjaga Pelangi dengan baik, selama ini kami sudah mencari nya kemana-mana ternyata dia ada di desa kecil bersama ibu.Iya nak Egar namun demikian Pelangi tak pernah mengeluh, pernah ibu menyarankan agar pulang ke Semarang tapi dia tak mau. Katanya dia takut kalo pulang dalam keadaan hamil tak akan pernah di terima suaminya, dia juga mengatakan pada ibu kalo sudah melahirkan barulah dia akan pulang ke rumah orang tuanya. Apa selama ini orang tua Pelangi tau keberadaan nya buk? Tidak nak, Pelangi tak pernah memberitahukan pada orang tua nya di mana dia tinggal. Dia menelpon hanya menanyakan kabar orang tuanya dan mengabarkan kalo dia baik-baik saja, setelah itu dia akan mematikan lagi hp nya. Egar tersenyum,,,,,dasar keras kepala gumam nya. Ibu senang nak Egar sudah menemukannya dan bisa mengajaknya kembali. Iya buk, saya senang apa lagi suaminya yang sudah saya kabari. Tak berapa lama dokter keluar dan langsung di sambut Bu Rina dan Egar. Bagaimana ibu dan bayi nya dok? Alhamdulillah Bu Pelangi bisa mengatasi masalah persalinan yang di hadapinya, Bu Pelangi hanya sedikit lemas. Selamat pak bayinya laki-laki dan sehat dokter langsung menjabat tangan Egar, mereka kemudian Bu Rina dan Egar masuk mendekati Pelangi. Pelangi begitu syok melihat Egar yang berdiri disampingnya seketika dia hendak duduk namun Egar mencegah nya. Tiduran aja Pelangi,,,,, gimana kabar mu? Pelangi tersenyum,,,,, ya seperti yang kamu liat Gar, kamu tau dari mana aku di sini? Kebetulan aku tadi visit ke sini dan melihatmu di bawa ke ruang persalinan. Kamu tau kalo itu aku? Tahu lah, wajahmu tuh mudah di kenali. Tak berapa lama suster datang membawa bayi yang sudah di bedong dan memberikan nya pada Egar. Suster tersenyum sembari berkata,,,,, barangkali bapak mau mengadzani nya. Egar menoleh ke arah Pelangi, dan Pelangi pun mengangguk.

__ADS_1


bersambung.........

__ADS_1


😘😘

__ADS_1


__ADS_2