
Di Undip pun Egar mengalami kejadian yang sama dengan di STIKES Widya Husada, di fakultas Undip yang biasanya sulit untuk di tembus dengan adanya Pelangi yang menawarkan produk akhirnya bisa di tembus.
Mereka mendapatkan orderan 15 item yang membuat Egar gembira. Berkali-kali Egar mengucapkan terima kasih pada Pelangi karena sudah bisa mendapatkan orderan dari STIKES Widya Husada dan fakultas kedokteran Undip. Pelangi....ini sungguh suatu keajaiban, kamu emang pembawa keberuntungan buatku terima kasih terima kasih Pelangi.
Apaan sih Gar, bukan karena aku karena Allah memang memberikan rizki padamu. Itu kan juga berkat usaha kamu,kata Pelangi sambil tersenyum. Tapi sungguh Pelangi padahal sudah beberapa kali aku mengunjungi STIKES Widya Husada dan fakultas kedokteran Undip tapi baru kali ini mereka order. Mereka segera kembali ke kantor untuk menyelesaikan orderan yang mereka dapat hari itu. Jam 2 siang pak Eri datang dengan barang yang akan di pamerkan di Jogja besok dan tak berapa lama Adam juga pulang dari kampus. Setelah masuk Adam menyuruh Pelangi untuk membelikan makan untuk mereka dan ketika Pelangi sudah pergi Adam meluapkan amarahnya pada Egar yang sedari tadi di tahannya. Egar dan pak Eri hanya diam mendengarkan kemarahan bos besarnya karena kalo mereka membantah maka si bos akan semakin marah. Beberapa saat setelah bos nya tenang Egar menceritakan dan melaporkan kegiatan mereka siang itu. Adam pun melongo tak percaya.
__ADS_1
Jadi kamu sama Pelangi dapet orderan 32 item?
Egar mengangguk dan tersenyum, dan meminta maaf karena sudah mengajak Pelangi untuk visit ke STIKES Widya Husada dan fakultas kedokteran Undip.
Adam manggut-manggut, fee mu di bagi dengan Pelangi Gar. Kamu sudah order Jakarta?
__ADS_1
Ya sudah sekarang kalian istirahat nanti habis Maghrib kalian berangkat, eits makan dulu tuh Pelangi sudah datang bawa makan nya. Kemudian mereka makan berempat, setelah makan Egar dan pak Eri segera beristirahat tapi tidak dengan Pelangi. Dia harus menemani Adam untuk belajar praktek bersama Ade dan Aji. Sampai jam 5 mereka baru selesai Pelangi di suruh bersiap untuk pergi nanti sedang mereka bertiga masih asyik dengan camilan Snack dan minuman yang tadi sudah di sediakan Pelangi. Sebelum keberangkatan Egar, Pelangi dan pak Eri ke Jogja Adam memberikan briefing dulu, dia memperingatkan agar Pelangi jangan terlalu dekat dengan customer yang laki-laki, tak boleh membuat janji sebelum konsultasi pada Adam dan masih banyak lagi yang membuat Pelangi sewot dan sebel. Bahkan sampai mereka sudah naik ke dalam mobil pun duduk mereka di atur, Egar harus duduk di depan terus sama pak Eri sedang Pelangi harus duduk di belakang. Sampai pak Eri dan Egar geleng-geleng kepala.
Dalam perjalanan pak Eri pun bertanya pada Egar. Gar tumben bos mu itu protektif banget sama karyawan baru sindir pak Eri. Iya pak Eri makanya dari sekarang kita jangan sembarangan ngajak omong dan jalan Pelangi, bisa kena semprot nanti. Cih...kalian, kenapa juga harus menjauhiku. Dasar emang si bos rese,nyebelin.....ngangenin kata Egar yang di tirukan Pelangi hingga membuat mereka tertawa. Bos kayak gitu mana ngangenin sih, coba bayangin aja pak Eri masak aku naik motor sama Egar dia nya marah tanpa alasan. Dan sekarang aku gak boleh terlalu ramah sama customer yang cowok, padahal kalian tau kalo dokter yang ikut pameran kebanyakan cowok. Terus apa aku harus menghindari mereka, apa aku harus mencari dokter yang cewek? kan gak masuk akal cerocos Pelangi mengeluarkan unek-unek nya. Heh Pelangi bis seperti itu karena dia itu cinta sama kamu tau ya kan pak Eri kata Egar mencari persetujuan dari pak Eri. Sejak kapan Gar si bos protektif gitu? Em .....kayak nya sejak dari Bandung kemarin ya kan Pelangi. Mana ku tahu, yang aku tau pak Adam itu galak, nyebelin sejak aku masuk kerja baru dapet 2 Minggu.Pertama aku seneng kerja di BST namun setelah bos yang nyebelin itu ngeluarin aslinya aku jadi bt banget.
bersambung...... dukung author terus ya temen-temen semua biar cerita ini cepet selesai.
__ADS_1
berikan like, vote, hadiah dan Koman yang menarik.