
Sembilan bulan sudah Pelangi hidup bersama Sena, namun tak sedetik pun Adam dan Dika hilang dari ingatan dan doa' nya. Meski Sena memberikan kasih sayang yang melimpah untuknya dan juga bayi dalam kandungannya. Namun Sena tak memberikan akses pada Pelangi untuk bisa berkomunikasi dengan Adam. Hari itu Pelangi di bawa ke rumah sakit karena dia akan segera melahirkan, Sena selalu menemani dan memberikan semangat agar Pelangi bisa segera melahirkan anaknya dengan selamat. Sena menemani detik-detik kelahiran anak Pelangi, dia selalu menggenggam erat tangan Pelangi dan menghapus keringat di wajah Pelangi hingga tak lama kemudian terdengar tangisan seorang bayi mungil. Suster memperlihatkan bayi itu pada Pelangi dan Sena, selamat pak buk bayinya perempuan cantik sekali seperti ibunya. Sena mengambil bayi mungil itu dan mengadzani nya, Pelangi terharu menyaksikan Sena yang begitu menyayangi bayi itu dan juga dirinya. Setelah selesai Sena memberikan bayi itu agar di bersihkan dari darah dan di berikan pakaian. Sena mencium kening Pelangi, terima kasih kamu sudah melahirkan dengan selamat sayang. Sen,, dia kan bukan anak mu. Iya meski dia bukan anakku tapi akan segera menjadi anakku, aku lah ayah nya dan kamu ibu nya. Sen,,, bagaimanapun juga aku harus kembali pada mas Adam. Gak bisa sayang kamu sudah bukan istrinya lagi dan akan segera menjadi istriku. Tapi aku merindukan mas Adam dan juga Dika, air mata Pelangi jatuh begitu deras membasahi pipi nya. Kamu jahat sama aku Sen,, Baiklah aku akan pertemukan kamu dengan Dika tapi tidak dengan Adam. Benarkah kamu akan temukan aku dengan Dika? Sena mengangguk, iya nanti setelah kamu pulih oke? Sekarang jangan menangis lagi, nanti kalo bisa aku akan mengambil Dika agar bisa bersama kita. Pelangi menatap Sena dan memeluk nya. Apa pun akan aku lakukan untuk kebahagiaan kamu sayang. Sena pun membalas pelukan Pelangi dengan hangat. Sena melepaskan pelukan Pelangi yang masih saja menangis, sudah jangan nangis terus dong liat suster kemari ngantar anak kita. Pelangi menghapus air matanya dan menerima bayi mungil yang di berikan suster padanya. Silahkan di susui pelan-pelan buk, nanti kalo butuh sesuatu panggil saja kami, kata perawat itu sambil tersenyum dan kemudian pergi. Terima kasih sus,,,,, Sena dan Pelangi memandangi bayi mungil itu. Cantik sekali sayang seperti kamu, bisik Sena. Sekarang susui dulu gih, aku keluar dulu beli minum sama makanan. Pelangi mengangguk dan segera memberikan ASI-nya setelah Sena pergi. Pelangi memanggil suster, dan setelah suster datang Pelangi meminjam hp untuk menelpon seseorang.
☎️
Assalamu 'alaikum,,, Gar ini aku
☎️
Wa'alaikumussalam, siapa ya?
☎️
Egar ini Pelangi, gimana kabar Dika dan mas Adam?
__ADS_1
☎️
Pelangi,,,, sekarang kamu di mana? biar ku jemput kamu.
☎️
Gak bisa Gar, waktu ku gak banyak Gar gimana Dika?
☎️
☎️
Kok bisa? apa yang sebenarnya terjadi Gar?
__ADS_1
☎️
Setelah kamu menghilang Adam kecelakaan dan dia hilang ingatan sampai sekarang dia tak mengingat mu dan Dika. Makanya aku menitipkan Dika pada kedua orang tua mu. Apa kamu benar-benar menceraikan Adam Pelangi.
☎️
Gak, itu bukan aku Gar.....
Belum selesai Pelangi berbicara hp sudah di ambil dan di matikan Sena. Hp siapa ini, amarah Sena meledak seketika membuat perawat si empunya hp pun ketakutan. Sena memandang tajam pada suster yang ada di ruangan itu, kemarilah sus. Dengan takut suster itu mendekat. Sus lain kali saya gak mau kamu meminjamkan nya pada istriku, dan bilang sama temen-temen mu jangan ada yang memberikan hp pada istriku kalo sampai ada yang meminjamkan nya maka kalian akan saya adukan pada pimpinan rumah sakit ini. Dengan gemetaran suster itu meminta maaf dan pergi meninggalkan mereka, tunggu sus kalo dia telpon ke hp mu lagi jangan katakan apapun mengerti bentak Sena. Suster itu mengangguk dan pergi. Sena menatap lekat pada Pelangi, apa yang sudah kalian bicarakan? Pelangi yang mendapatkan tatapan tajam mata Sena pun takut karena selama ini dia tak pernah melihat Sena Semarang ini. Katakan, siapa yang kamu telpon? Aku... aku menelpon Egar, aku hanya ingin mengetahui keadaan Dika aku merindukannya Sen. Kan sudah ku bilang aku akan temukan kamu sama Dika, kenapa kamu masih menghubungi Egar? Apalagi yang kalian bicarakan? Mas Adam hilang ingatan Sen,,, Pelangi menangis pilu. Sena yang melihat Pelangi menangis seperti itu merasakan sakit di hatinya, dia mendekati Pelangi dan memeluknya. Maafkan aku sayang aku sudah membuatmu menangis, tapi aku gak mau kamu terus mengingat Adam. Lupakan dia karena dia bukan suamimu lagi dan juga sekarang dia sudah tak mengingatmu, Sena mengelus kepala Pelangi dan kemudian mencium kening Pelangi. Sudahlah sayang, lupakan dia. Percayalah aku akan selalu membahagiakan mu. Lihat anak kita menangis karena ibunya menangis, Sena menggendong bayi mungil itu dan mengayun nya. Siapa nama anak kita sayang? Entahlah jawab Pelangi singkat. Boleh aku kasih nama Sovia? Pelangi hanya mengangguk. Nah cantik sekarang kamu punya nama, namamu Sovia kata Sena sambil menciumi bayi mungil itu yang sudah terdiam dari tangisnya.
bersambung.......
hai para teman-teman semua terus kasih semangat author ya biar bisa segera menyelesaikan cerita ini.
__ADS_1
Berikan dukungan kalian dengan memberikan like,vote dan komen nya ya.
😘😘🙏