
Setelah semua karyawan mengetahui bahwa Pelangi adalah bos mereka, ada rasa enggan dan segan pada Pelangi namun Pelangi selalu menekankan pada mereka bahwa harus bersikap biasa saja. Hanya Nining yang sedikit menjauh dan bersikap jutek dengan Pelangi, dia memakluminya karena dulu Nining pernah curhat kalo dia ada rasa dengan Adam. Pelangi selalu berusaha baik pada Nining, meski Nining masih saja jutek padanya. 2 Minggu di Jakarta Adam dan Pelangi akhirnya pulang ke Semarang karena Adam akan praktek untuk penentuan kelulusannya. Sore itu Adam dan Pelangi naik kereta jam 4 sore. Adam menyerahkan segala urusan kantor pada Egar, namun Egar harus selalu melaporkannya pada Adam. Sampai di Semarang jam 9 malam mereka naik taksi dan memesan makanan via online. Sayang besok aku dapat jatah koas di rumah sakit Kariyadi di IGD lagi. Dimana pun tempatnya sama saja mas, yang penting mas ikhlas menjalaninya in syal Allah akan di mudahkan semua urusan kita. Terima kasih sayang kamu selalu menjadi semangatku, bolehkah setiap makan siang aku mau bawakan dari masakan mu sendiri? Boleh mas, in sha Allah aku akan bawakan setiap hari buat kamu. Terima kasih sayang, aku beruntung punya istri kamu yang pengertian dan tak banyak mengeluh. Nggak usah muji gitu deh mas..... Adam membawa istrinya kedalam dekapannya dan menciuminya. Maaf mas, malam ini kayaknya mas harus puasa karena aku lagi dapat tamu. Adam melongo namun kemudian tersenyum, gak apa-apa deh yang penting masih bisa peluk kamu. Sekarang kita tidur biar subuh gak kelewat. Mereka tersenyum dan tidur dalam posisi Adam memeluk Pelangi dari belakang.
__ADS_1
Rutinitas pagi mereka lakukan, bangun tidur Adam akan selalu memberikan kecupan singkat di bibir mungil istrinya untuk kemudian sholat subuh. Pelangi yang lagi halangan langsung menuju ke dapur membuatkan minuman hangat buat suaminya, ketika hendak memasak dia tersenyum dan menepuk jidatnya. astaghfirullah aku lupa kulkas kosong, kemarin kan sudah kusuruh ayah mengosongkan kulkas karena akan di Jakarta lumayan lama. Dia pun menyeduh teh untuk dia dan Adam dan membawa nya ke kamar, maaf ya mas aku belum bisa masak pagi ini kulkasnya kosong. Iya sayang, gimana kalo kita jalan-jalan aja mumpung masih pagi sambil kita nyari makan di luar. Iya deh mas, mereka keluar dari rumah dan berjalan mengelilingi kampung. Mas kita sarapan nasi pecel ya? Boleh, mereka bergegas menuju warung pecel yang di jual di mobil di pinggir jalan. Mas gak jijik kan makan di pinggir jalan begini bisik Pelangi. Adam hanya tersenyum dan menggeleng, mereka makan dengan lahap karena memang pecelnya enak. Setelah selesai makan mereka langsung pulang, Adam segera mandi dan Pelangi menyiapkan apa yang akan di pakai dan di bawa suaminya saat koas. Mas nanti siang mau di masakin apa? Aku pengen di masakin udang asam manis boleh sayang. Iya boleh jawab Pelangi sambil tersenyum. Sayang nanti kamu ikut mas ke rumah sakit, terus motornya kamu bawa pulang aja biar kamu bisa beraktifitas. Kamu sudah bisa kan sayang? In sha Allah mas,,,,,tapi aku belum punya SIM kan mas. Gak apa-apa besok mas urusin, yang penting kamu hati-hati ya bawa motornya. Mereka menaiki motor menuju rumah sakit. Sampai di parkiran Adam turun dan mengecup bibir Pelangi karena keningnya tertutup helm, jangan nakal ya sayang selama gak bersama mas. Iya, mas juga gak boleh genit dan tebar pesona sama dokter dan perawat di sana. Mas gak pernah tebar pesona kok sayang, mereka saja yang terpesona sama mas. Sudah sana masuk,sudah jam berapa ini. Adam menengok jam di tangannya dan segera berjalan cepat menuju IGD. Pelangi tersenyum melihat kepergian suaminya yang setengah berlari itu.
__ADS_1
maaf ya temen-temen telat up karena author lagi sibuk kerja....
__ADS_1
🙏🙏🙏
__ADS_1