
Siang itu sepulang dari kampus sengaja Adam membiarkan Pelangi yang membawa motor, namun lama kelamaan Adam tak sabar karena Pelangi membawa motornya pelan. Pelangi tepikan motornya. Pelangi segera menepikan motornya, ada apa pak? Kamu pindah belakang biar saya yang bawa motornya, kamu lelet. Pelangi pindah duduk di belakang dengan bersungut-sungut. Jangan menggerutu pegangan saya mau ngebut biar cepet sampai di rumah perintah Adam yang melihat Pelangi dari spion. Pelangi....kamu pegangan apa? pegang pinggang saya perintah Adam sambil menoleh ke belakang karena Pelangi tak juga memegang pinggangnya. Ini saya sudah pegangan pak jawab Pelangi. Siniin tanganmu, perintah Adam lagi. Adam menarik tangan tangan Pelangi dan melingkarkan di perutnya. Segera Adam melajukan motornya dengan kecepatan tinggi setelah tangan Pelangi melingkar di perutnya. Sepanjang perjalanan Pelangi hanya bisa berdzikir dan memejamkan matanya, Adam yang melihat dari kaca spion hanya tersenyum. Sampai di kantor Adam dan Pelangi sholat berjamaah. Pelangi ambil barang yang saya suruh beli tadi di tas, perintah Adam yang langsung masuk ke kamar untuk mengganti bajunya. Tak lama Adam keluar dengan mengenakan kaos oblong dan celana 3/4 nya juga membawa manikin berupa tangan infus. Pelangi keluarkan semua barang-barangnya kita akan belajar cara memasang infus, kamu harus perhatikan dan nanti praktekkan. Saya harus ikut praktek pak? tanya Pelangi tak percaya. Ya iyalah kamu harus selalu mengikuti ku belajar jika gak ada jadwal ke luar kota, biar kamu juga pinter jawab Adam. Pelangi mengeluarkan jarum,kassa steril gunting dan perlengkapan lainnya. Kita mulai sekarang pak? Sebentar,Adam mengambil hp nya dan menelpon seseorang. Tunggu 10 menit lagi, tolong siapkan minuman dan Snack yang ada di kulkas nanti temen saya akan datang. Berapa orang pak? Cuma 2 orang jawab Adam sambil membuka bukunya. Setelah menunggu 15 menit temen Adam datang. Dia bernama Ade dan Akbar,mereka berkenalan sebentar dengan Pelangi kemudian m segera memulai praktek sedang Pelangi memperhatikan mereka dengan seksama agar nanti bisa mempraktekkannya. Praktek di mulai dari Adam, Ade, Akbar kemudian Pelangi. Awalnya Pelangi gugup dan mendapat teguran dari adam. Gimana mau pasang infus kalo gugup nanti malah akan menyakiti pasien. Pelangi menarik nafas dalam setelah tenang dia memulai memasang selang infus nya. Ade dan Akbar bertepuk tangan,,,,,salut Pelangi diantara kita berdua punyamu lah yang paling rapi? Kok cuma kalian berdua mas protes Pelangi. Iya karena punya Adam juga rapi, lebih rapi sedikit darimu Pelangi. Adam yang tadinya hendak marah kemudian tersenyum mendengar jawaban Akbar. Berarti Pelangi ada bakat, masa kalian kalah sama Pelangi kata Adam. Ya mungkin saja karena Pelangi kan sudah demo alatnya secara dia kerja di BST. Ngarang,,,, Pelangi aja kerja nya baru dapat 1 bulan itu pun dia lebih banyak ke luar kota buat pameran, sanggah Adam. Sudah gak usah berantem lebih baik kalian minum dulu biar dingin otaknya, he....he ... kata Pelangi sambil cengengesan. Mereka melanjutkan menghafal buku yang mereka pegang untuk ujian besok. Aku mau tidur sebentar ah capek kata Akbar menjatuhkan dirinya di karpet yang sudah di gelar Pelangi untuk duduk di bawah, Ade pun ikut-ikutan tidur. Woy gimana sih kalian malah pada tidur, tak ada jawaban dari teman-temannya. Maaf pak lebih baik bapak juga tidur sebentar untuk mengistirahatkan otak yang sudah seharian buat berfikir. Adam menghela nafas, dia memilih membuka email dan menjawab pesan yang masuk. Pelangi yang duduk di depannya di sodorkan buku kedokteran untuk di baca, Adam sengaja menyuruh Pelangi untuk membaca bukunya dengan dalih supaya Pelangi tau ilmunya meski tak belajar di kampus. Pelangi pun mematuhi perintah Adam karena dia tak mau berdebat dengan Adam karena akan berbuntut panjang dengan Omelan yang membuatnya pusing. Sampai jam 7 malam Pelangi masih terus saja menemani Adam belajar, dia di suruh membacakan buku Adam karena Adam lebih mudah menangkap dengan di bacakan ketimbang harus membaca sendiri. Karena mengantuk lama-lama suara Pelangi hilang dan kepalanya hampir jatuh ke lantai, untung Adam melihatnya kemudian menangkap kepala Pelangi dan menidurkannya perlahan di karpet tempat mereka belajar tadi. Adam terus memandangi wajah Pelangi dengan senyum-senyum sendiri. Kamu cantik tapi kadang suka ngeyel kalo di bilangin gumam Adam. Adam melanjutkan belajarnya, sudah jam 9 lebih tapi Pelangi belum juga bangun dari tidurnya. Perlahan Adam mengangkat tubuh Pelangi dan akan memindahkan nya di kamar yang biasa di tempati Egar dan pak Eri, namun Pelangi terbangun. Bapak mau apa, turunkan saya bentak Pelangi yang sedikit ketakutan melihat tubuhnya yang sudah di bopong Adam. Adam menurunkan Pelangi,,sebenarnya saya mau memindahkan mu ke kamar Egar karena kamu keliatannya tidur sangat nyenyak. Saya mau pulang saja pak. Tidur di sini saja, saya gak akan ngapa-ngapain kamu sudah hampir jam 10 malam. Gak pak saya harus pulang pasti orang tua saya khawatir. Kamu mau pulang naik apa? Grab kamu gak takut sama sopirnya? Saya gak takut pak kan ada aplikasi yang bisa di lacak. Saya saja yang pesan biar saya tau lokasi kalian nantinya. Pelangi mengangguk, tak lama grab yang di pesan Adam tiba. Pelangi segera naik dan pulang ke rumah.
__ADS_1
bersambung.....
__ADS_1
Gimana ceritaku kali ini teman-teman????
__ADS_1
😘😘
__ADS_1