
Hari demi hari Pelangi jalani, dari yang dulunya hanya sebagai ibu rumah tangga yang tak tau sama sekali tentang bisnis kini dia harus berjuang dan belajar untuk mengurus sebuah perusahaan. Lelah fikiran dan hatinya, namun dia tak pernah mengeluh pada siapapun. Dan Pelangi bersyukur karena anak-anak nya bisa mengerti keadaan nya dan tak pernah lagi merajuk pada nya atas kesibukan nya selama ini, dia juga bahagia karena perjuangannya tidaklah sia-sia hampir 1 tahun perusahaan dikelolanya mengalami kemajuan yang luar biasa meski tak bisa di pungkiri ada campur tangan Adam di sana. Kebersamaan dan dan Pelangi tak hanya terlihat di perusahaan namun mereka juga tampak bersama-sama memberikan kasih sayang dan membesarkan anak-anak dengan penuh kasih sayang, namun demikian tak dapat menggoyahkan hati Pelangi untuk berpaling dari Sena. Meski berulang kali Adam meyakinkan pada Pelangi jika Sena sudah meninggal dan mengajak Pelangi untuk menikah lagi namun Pelangi tak bergeming karena dia yakin Sena pasti masih hidup entah dimana. Adam tak bisa memaksakan Pelangi lagi untuk menjadi istrinya, namun dia juga selalu memantau dan mengawasi Pelangi dari jauh. Tak terasa sudah 7 tahun berlalu, kini Dika tumbuh menjadi seorang remaja yang banyak di kagumi teman-temannya karena kepintaran dan ketampanan nya dan Sovi kini menjadi anak yang tak lagi manja. Pelangi telah mendidik anak-anak nya untuk menjadi anak-anak yang kuat dan mandiri dalam segala hal. Pagi itu di ruang makan Dika sedikit merajuk pada mama nya.
Abang, kenapa pagi-pagi muka nya udah di tekuk begitu?
Mama...... Abang sama adek pengen sekali papah Adam menjadi papah kami.
Bukannya selama ini papah Adam sudah menjadi papah kalian? kalian sering sekali di ajak papah Adam jalan.
Tapi mah, papah tak bisa bersama kita terus-terus an hanya waktu-waktu tertentu saja papah Adam bisa bersama kita. Abang dan adik pengen nya mamah dan papah bisa kembali bersama mendampingi kami.
Pelangi tersedak mendengar permintaan putranya, Abang..... bukan nya mamah sudah pernah sampaikan pada kalian kalo mamah dan papah Adam tak bisa bersama?
Abang tau mah, tapi ayah Sena gak akan marah kalo mamah menikah lagi sama papah Adam. ayah pasti mengerti dengan keadaan kita.
__ADS_1
Iya mah, adek juga pengen setiap hari bisa bermain dan tidur sama papah Adam. Papah Adam juga sayang sama adek.
Adek,,,,, adek kan tau papah Adam juga sibuk mengurus pekerjaan nya, gak mungkin papah Adam bermain sama adek terus.
Tapi ma, setidaknya adek sama Abang bisa selalu melihat papah Adam setiap hari. Papah Adam bisa mengantar kita ke sekolah.
Pelangi terdiam sebentar dan mata nya mulai berkaca-kaca, dia segera berlalu menuju kamar nya. Dika dan Sovi saling pandang sejenak kemudian mengikuti mama nya ke kamar. di depan kamar mamanya mereka hanya berdiri tanpa berani masuk, mereka tau akan kesalahan mereka. Setelah agak lama Dika dan Sovi memberanikan diri nya untuk masuk ke kamar, di lihat nya sang mama yang duduk memandangi sebuah foto. Pelangi yang melihat kedatangan mereka hanya memandang mereka satu per satu.
Pelangi terkejut mendengar pengakuan ke dua anak nya, dia sudah berusaha menyembunyikan dukanya dari mereka namun ternyata mereka melihat nya.
Kami sayang sama mamah, kami tak ingin melihat mama nangis malam-malam. Kalo memang mamah tak mau menerima papah Adam lagi Abang sama adek gak akan memaksa mamah lagi, maafin kita mah kata ke duanya mulai mengeluarkan air mata.
Pelangi memeluk kedua anak nya, mamah juga sayang sama kalian. Mamah tau apa yang Abang minta ketika di depan Ka'bah dulu? Abang berdoa' agar mama bahagia dan bisa bersama papah Adam lagi. Pelangi melongo mendengar pengakuan Dika. Apa kalian senang kalo mamah dan papa Adam bersama? tanpa ragu mereka mengangguk bersamaan. Adam yang dari tadi mendengar percakapan mereka dari balik pintu tersenyum, tadi nya pagi itu Adam akan mengantar Dika dan Sovi untuk pergi ke sekolah namun di lihatnya Sovi dan Dika masuk kedalam kamar Pelangi akhirnya dia hanya berdiri dan mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu. Di tengah pelukan ibu dan anak itu Adam masuk dan berdehem,,, baik lah papa akan mewujudkan keinginan kalian kata nya mendekat.
__ADS_1
Papah teriak Dika dan Sovi bersamaan.
Maaf Pelangi kalo mas masuk tanpa izin mu, jadi bagaimana apa kamu sudah bisa menerima mas sekarang?
Pelangi hanya memandang ke arah Adam, Dika dan Sovi pun memandang nya menunggu jawaban dari nya. Setelah memandang mereka bergantian akhirnya Pelangi menganggukkan kepalanya. Adam kemudian memeluk Pelangi dan mencium kening nya, terima kasih sayang akhir nya kamu mau menerima kembali diriku. Adam juga memeluk Dika dan Sovi berterima kasih pada mereka. Pagi itu Dika dan Sovi membolos begitupun dengan Pelangi dia menyerahkan perusahaan nya pada orang kepercayaan dari Sena. Mereka langsung pergi ke KUA untuk menikah kembali.
bersambung......
maaf ya author telat terus up nya, karena author lagi sibuk.
semoga kalian suka dengan ceritanya ya.
😘
__ADS_1