
Siang itu Adam mengajak Pelangi untuk pulang ke kantor, karena Pelangi harus latihan naik motor. Kembali Pelangi harus memeluk perut Adam yang rata itu, karena Adam membawanya dengan kecepatan di atas rata-rata. pak Adam bisa gak kalo bawa motornya gak usah ngebut?
Kalo gak ngebut kapan sampainya Pelangi? Atau kamu pengen berlama-lama memeluk perutku,kata nya sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1
Dih,,,,bapak g r kalo saja pak Adam gak ngebut gak akan saya peluk-peluk perut pak Adam, saya kan takut kalo jatoh. Baru saja masuk ke teras hp Adam sudah berbunyi, dia langsung turun tanpa melihat apakah Pelangi sudah turun atau belum. Hampir saja Pelangi jatuh dari motor, tapi untungnya kaki nya bisa menahan di tanah dan langsung memegang setir motor. Adam hanya menoleh dan kemudian masuk tanpa mempedulikan Pelangi. Huf,,,dasar,,,dasar bos sedeng gerutunya, kalo saja bukan bos nya sudah habis ku maki. Sabar Pelangi ...sabar bos gak pernah salah katanya lagi sambil mengelus dadanya. Pelangi masuk ke kantor di mana pertama kalinya dia interview di sana. Ruangan itu tampak sedikit berbeda, di sana sudah ada meja dan komputer yang siap di pakai. Di sana juga ada rak buku yang berisi buku kedokteran milik si bos. Pelangi duduk di kursi sambil memainkan hp nya menunggu si bos yang telpon sedari tadi tapi belum menampakkan batang hidungnya lagi. Karena mengantuk Pelangi menaruh kepalanya di meja dan tertidur. Hei...Pelangi, Adam mengetuk meja Pelangi. Pelangi kaget dan memandang Adam yang hanya memakai kaos oblong dan celana pendek, baru kali ini dia melihat si bos dengan pakaian santai seperti itu. Kok malah tidur sih, harusnya kamu latihan naik motor bukan tidur siang kayak gini. Maaf pak jawab Pelangi terbata, tapi kan saya belum bisa sama sekali pak. Baiklah ayo sekarang kita ke lapangan, saya akan ajari kamu sebentar terus kamu harus latihan sendiri. Mereka pergi ke lapangan, Adam menjelaskan bagaimana cara menggunakan motor. Pelangi mendengarkan dengan seksama, karena Adam sudah bilang tak mau menjelaskan untuk yang ke dua kalinya. Percobaan pertama Pelangi di dampingi Adam, percobaan ke dua Pelangi di biarkan membawa sendiri. Adam hanya melihatnya sambil duduk di tepi lapangan, kadang dia tertawa melihat Pelangi yang selalu hampir jatuh dari motor. Sudah-sudah Pelangi, ayo kita pulang sudah sore aku juga harus belajar. Adam membonceng Pelangi sampai ke kantor. Ternyata kamu cepat juga belajarnya, apa perlu besok kita ke dealer? Gak perlu pak, wajah tegang Pelangi membuat Adam terkekeh
Emang kenapa Pelangi? bukannya kamu memerlukan motor untuk visit ke fakultas kedokteran dan rumah sakit. Iya tapi pak saya kan belum benar-benar bisa naik motor sayang motornya...he...he...he... Ya sudah sekarang kamu pulang dan jangan lupa besok kamu datang ke sini lagi. Baik pak,,,,saya pulang dulu pamit Pelangi meninggalkan kantor dan merupakan rumah bagi si bos, karena hari sudah jam 5 sore.
__ADS_1
Sampai di rumah Pelangi melihat ada sebuah motor yang terparkir di depan rumahnya. Pelangi bergegas masuk karena dia tau siapa pemilik motor itu.
Masuk dulu Pelangi duduk dulu,masa pulang-pulang langsung bertanya seperti itu kata ibu. Pelangi segera duduk bersama ibu dan pak Agung, namun baru sebentar mereka ngobrol terdengar suara adzan Maghrib Pelangi segera izin untuk membersihkan diri dan melaksanakan sholat. Pak Agung menunggunya di ruang tamu dengan melihat tv. Setelah sholat Maghrib pak Agung mengajak Pelangi untuk makan di luar, sebenarnya Pelangi merasa malas untuk pergi keluar rumah. Namun karena merasa tak enak hati akhirnya dia bersedia untuk makan malam di luar.
__ADS_1
bersambung......
happy reading para reader semua semoga kalian suka sama cerita ku.
__ADS_1