
Pagi itu Adam pulang ke Semarang bersama istri dan putranya menggunakan mobil yang dia sewa. Jam 7 pagi mereka sudah berangkat dari rumah Bu Rina, tampak Iwan yang menangis karena di tinggal Pelangi dan dedek bayi. Mereka langsung pulang ke rumah Adam, Adam memberikan uang pada sopir yang dia sewa sedang Pelangi memandangi seluruh isi rumah sambil menggendong baby Dika. Kenapa kamu memandang seluruh isi rumah kita sayang? Pelangi tersenyum dan menghela nafas panjang,,,,sudah 1 tahun ku tinggalkan tapi rumah ini masih sama seperti saat aku masih di sini. Iya sayang aku tak mau merubahnya karena aku tak mau kehilangan sekecil apapun kenangan kita. Sayang,,,baby Dika mulai sekarang kalian akan tinggal di sini, kalian tak boleh pergi lagi dari papa. Papa..... Pelangi tertawa geli mendengar panggilan baru itu. Iyalah papa,,,aku papa dan kamu mama ya kan baby Dika? bayi yang ada di gendongan Adam hanya tersenyum. Eh liat sayang baby Dika tersenyum menyetujui apa yang di katakan papa nya. Sayang maafkan aku yang tak ada di sampingmu ketika hamil,,,aku sudah mencari mu namun tak juga ketemu, aku sangat menyesal dengan egoku yang membuatmu pergi dariku. Sayang,,,, sekarang sudah ada baby Dika diantara kita, aku harap mulai sekarang kita harus selalu bersama dalam keadaan apa pun. kita akan hadapi dan selesaikan semua masalah yang akan datang di kehidupan kita. Adam menggenggam tangan Pelangi dan mencium seluruh wajah istrinya. Iya mas, aku akan bertahan di sampingmu dan menghadapi semua masalah yang akan datang dalam rumah tangga kita. Sekarang kita istirahat sayang, besok kita akan pergi ke rumah orang tua mu. Mas,,,kita mau naik motor ke rumah orang tua ku? Tentu tidak sayang, besok aku akan beli mobil buat kita. Adam menggendong baby Dika dan merangkul istrinya masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Bangun tidur Pelangi menuju dapur, dia pengen memasak untuk makan mereka. Namun ternyata kulkas di rumah itu kosong, ketika dia berbalik suaminya sudah ada di belakangnya dan tersenyum. Kosong ya sayang,,,,, aku sudah memesan makanan untuk kita, Adam kemudian mencium bibir istri nya yang sudah lama dia rindukan. Pelangi hanya menikmati apa yang suaminya lakukan padanya, ciuman itu semakin panas dan semakin menuntut karena sudah terpendam begitu lama namun mereka di kaget kan suara tangisan bayi. Mereka saling pandang dan tertawa bareng. Mereka bergegas menuju kamar, Pelangi segera mengangkat putranya yang sedang menangis itu. Haduh dek,,,,, kamu gak kasihan sama papa ya katanya dengan cemberut dan mencubit gemas pipi putranya itu. Pelangi hanya tertawa mendengar omelan Adam pada putra kecilnya. Mas,,,, kamu ini, dia masih bayi lho kenapa harus di omeli sih. Iya ya sayang,,,, kembali mereka tertawa. Tawa mereka terhenti ketika mendengar bel rumah berbunyi, itu pasti pesanan kita yang datang. Adam segera keluar dan menerima pesanan kemudian memberikan uang untuk membayarnya. Adam membawa makanan itu dan menatanya di atas meja. Adam masuk ke kamar bermaksud mengajak istrinya makan, namun dia tersenyum ketika mendapati istrinya yang sedang memandikan putranya. Uluh..uluh anak papa lagi mandi ya??? Papa bisa minta tolong siapkan bedak, minyak telon dan juga baju nya. Boleh.... boleh dengan bersiul Adam menyiapkan semua yang di minta istrinya tadi. Setelah selesai mandi bayi Dika di gendong papa Adam,,,,Hem wanginya putra papa, sayang lebih baik kamu makan dulu biar aku yang gendong baby Dika. Kita makan bareng aja mas, taroh saja di troli, gak akan bahaya kok karena dia masih bayi. Baiklah,,,, mereka kemudian mereka makan bersama.
__ADS_1
bersambung.....
__ADS_1
jangan lupa berikan like, vote dan komen nya ya
__ADS_1
😘😘
__ADS_1