
Malam itu Pelangi tiba di sebuah desa yang udaranya sangat dingin, dia segera menuju sebuah mushola untuk melaksanakan sholat isyak dan beristirahat malam ini. Dia kembali menangis tatkala menengadahkan tangan nya pada yang maha kuasa, mengadu padanya dan menyerahkan semua jalan hidupnya pada sang khalik hingga sampai dia tertidur dengan masih mengenakan mukenanya. Pelangi terusik dari tidurnya ketika mendengar pintu mushola di buka seseorang. Kamu siapa? Maaf saya semalam sholat di sini dan ketiduran karena lelah. Seperti nya mbak bukan orang sini ya. Iya pak saya baru sampai ke desa ini semalam. Baiklah, saya mau adzan dulu nanti kita bisa bicara lagi. Pelangi mengangguk, melepas mukenanya dan berwudhu. Banyak mata yang memandang ke arah Pelangi karena mereka baru melihat nya. Selesai sholat ada seorang ibu-ibu mendekati Pelangi. Maaf mbak ini bukan orang sini ya? mau mencari siapa di desa ini? Inggih buk saya buka orang sini, dan saya ingin menetap di sini. Apakah ada rumah yang bisa saya sewa nggih buk? Ibu itu mengangguk-angguk, oh iya saya Bu Rina siapa nama mbak? Nama saya Pelangi buk. Bapak yang tadi menanyai Pelangi juga ikut ngobrol di sana. kalo bapak boleh tau mbak dari mana? Saya dari Semarang saja kok pak, dan saya ingin mencari udara segar di daerah pedesaan dan entah kenapa saya bisa sampai di sini. Ibuk dan bapak yang bertanya pada Pelangi nampak berbisik. Begini saja mbak, bagaimana kalo sementara waktu mbak tinggal di rumah saya dulu sambil kita cari rumah untuk mbak tinggal soalnya di sini jarang ada rumah yang kosong mbak hampir tidak ada. Baik lah buk, terima kasih ibuk mau menampung saya. Mereka sebelum nya menuju rumah pak RT untuk memberitahukan Pelangi yang akan tinggal di desa mereka. Nak Pelangi ayo masuk di rumah ini hanya ada ibuk dan anak serta cucu ibuk, maaf ya kalo rumahnya agak rame. Pelangi hanya tersenyum. Kedatangan mereka di sambut cucu Bu Rina yang berumur 4 tahun. Iwan nama cucu Bu Rina mencium punggung tangan Bu Rina dan Pelangi. Iwan,,, ini mbak Pelangi dia akan tinggal bersama kita. Hore.... nanti Iwan bisa ajak mbak Pelangi main ya nek. Hai Iwan,,,, boleh nanti kita main sama-sama. Tak lama keluar seorang wanita yang masih agak muda menghampiri mereka. Eh ada tamu buk,,, mari silahkan masuk mbak. Putri Bu Rina menyambutnya dengan hangat. nak Pelangi bisa tidur di kamar itu tunjuk Bu Rina, dulu itu kamar anak ibu dengan suaminya dan karena kemiskinan kami suami nya kabur ketika anak mereka berumur 1 bulan. Sekarang kami hanya tinggal bertiga jadi kami tidur bareng kata Bu Rina sambil menghela nafas nya. Oh,,, maaf kan saya buk kalo mengingatkan ibuk pada kisah Putri ibu yang di tinggal suaminya. Ah tidak apa-apa kok nak, kami sudah ikhlas akan takdir kami. Anak ibuk kerja di sebuah toko di kampung sebelah dan ibu jualan kupat sayur. Bolehkan nanti aku ikut membantu ibuk? Dengan senang hati mbak, tapi apa gak akan merepotkan mbak Pelangi kan mbak Pelangi tamu disini? Jangan bilang begitu buk, selama saya belum dapat kerja saya akan membantu ibuk jualan. Bu Rina mengangguk dan mengusap kepala Pelangi yang tertutup jilbab. Baiklah-baiklah nak kamu boleh bantu ibuk tapi hari kamu istirahat saja dulu. Bu Rina segera menuju ke dapur untuk mempersiapkan dagangannya, karena untuk sarapan sudah di siapkan anaknya.
__ADS_1
bersambung......
__ADS_1
Terus berikan dukungan pada author ya temen-temen,,,,
__ADS_1
😘😘
__ADS_1