
Pagi itu mereka ada di meja makan untuk sarapan bersama, di tengah-tengah makan tiba-tiba Dika bertanya pada mama nya.
Mama sakit? Enggak sayang, memang kenapa? Kenapa semalam papa mijitin mama sambil buka baju? Seketika Pelangi tersedak dan wajah nya memerah. Egar dan semua orang yang berada di meja makan tertawa mendengar apa yang di katakan Dika. Bos,,,,, makanya jangan lembur terus, ada anaknya juga ejek Egar. Kalo gitu biar Dika nanti malam tidur sama aku atau Rumi bos, bisa terkena pencemaran nanti tuh bocah. Adam hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Dika memang papa mu semalam dia atas mama mu, tanya Egar lagi. Iya om,,,,, papa apa gak dingin ya mijitin mama gak pake baju. Sudah jagoan, gak usah di bahas lagi cepet habiskan makannya habis itu kita jalan-jalan. Iya pa,,, nanti kita jalan-jalan kemana? Mau nya Abang jalan ke mana? tanya balik Adam. Em,,, Abang mau main di pantai boleh pa? Boleh, nanti kita ke pantai tapi sebelumnya kita mau jalan-jalan di taman bunga. Hore..... seru Dika kegirangan. Abang ayo cepat selesaikan makan nya dulu bujuk Pelangi pada putra nya. Mereka segera menyelesaikan sarapan dan bersiap- siap untuk jalan-jalan.
__ADS_1
Setelah sholat dhuhur mereka pergi ke pantai, Pelangi dan Rumi merasa senang melihat pantai yang begitu tenang. Air nya terlihat jernih sekali sehingga terlihat jelas apa yang ada di bawah sana. Dika sayang,,,, Dika pengen liat ikan sama terumbu karang gak di bawah sana? Mau pa mau..... Kalo begitu ayo kita ganti baju dulu, Adam sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk liburannya kali ini. Mereka semua memakai baju, untuk menyelam. Abang berani menyelam ke bawah sana? tanya Pelangi yang tampak ragu karena Dika masih terlalu kecil untuk melakukan kegiatan tersebut. Jangan khawatir sayang, kita akan selalu berada di dekatnya kata Adam menenangkan istrinya. Abang, liat om Egar mau turun dulu ya. Dika melihat Egar, Rumi dan papa nya menceburkan diri ke dalam air. Abang kalo gak berani liat dari sini aja sama mama. Dika yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi tanpa takut dia juga ikut menceburkan diri. Di dalam air mereka melihat-lihat banyak ikan yang berseliweran, terumbu karang, dan masih banyak lagi makhluk laut yang dapat mereka liat. Adam mengambil gambar putra nya yang berenang ke sana-ke mari itu. Selang setengah jam mereka kembali ke permukaan bersama-sama. Pelangi yang menunggu mereka nampak menghembuskan nafas lega melihat mereka sudah naik ke permukaan. Dika bukannya langsung naik melainkan dia asyik berenang. Sayang, ayo naik nanti Abang kedinginan lho teriak Pelangi. Sebentar lagi ma, Dika berenang di temani Egar dan Rumi sedangkan Adam dan istrinya duduk menunggu sembari menikmati es kelapa dan beberapa camilan. Akhirnya Dika, Egar dan Rumi naik ke atas dan membilas tubuh mereka. Mereka menikmati matahari terbenam di sana, tak henti-henti nya Dika bercerita tentang keseruan mereka saat menyelam tadi. Adam sudah mempersiapkan makanan dan juga minuman untuk mereka makan. Setelah sholat Maghrib mereka kembali ke rumah, karena kelelahan Dika sampai tertidur di sofa sambil melihat tv. Adam mengecek beberapa email yang masuk dan membalas nya. Setelah selesai dia melihat ke sekeliling rumah itu ternyata sudah sepi, mereka semua sudah tertidur karena lelah. Egar berjalan ke. kamar Egar untuk melihat putra nya, dia mendekat dan mengecup kening putranya dan segera masuk kedalam kamarnya. Di dalam kamar dia melihat istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk membuat hasrat lelaki nya naik. Adam langsung menyergap istri nya dan memberikan kecupan di leher jenjang istrinya. Mas..... mandi dulu sana biar seger. Adam memandang wajah istrinya dan kemudian masuk ke kamar mandi. Selesai mandi Egar mendekati istrinya yang sudah berbaring di atas ranjang dengan lingeri yang begitu menggoda. Sayang,,,malam ini kamu cantik sekali bisik Adam di telinga istri nya itu. Pelangi tersenyum..... Jangan salahkan aku sayang kalo kamu gak bisa bangun besok pagi, karena kamu sudah menggodaku malam ini. Adam segera menyerang istrinya yang selalu membuatnya candu ingin lagi dan lagi untuk menikmati kenikmatan dunia yang tiada Tara nya itu. Malam itu merupakan malam yang panjang bagi mereka berdua di tengah liburan bersama Egar, Rumi dan anak nya.
bersambung......
__ADS_1
jangan lupa dukung author ya teman-teman biar author bisa menyelesaikan cerita ini.
berikan like,vote, dan komennya ya
__ADS_1
😘😘