Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 21 - Kalau suka ya akui


__ADS_3

Elmer kira Ela hanya tidak akan datang ke lokasi syuting satu hari saja. Rupanya sudah hampir seminggu Ela tak pernah datang.


Elmer jadi cemberut di lokasi syuting. Hal itu memberikan dampak buruk juga ke Sam. Sam harus berinisiatif sendiri menanyakan tentang Ela pada karyawannya. Dan karyawan Ela pun mengatakan jika urusan kostum diserahkan pada mereka sampai Ela menyelesaikan pakaian yang diminta kliennya.


Sam pun memberitahukan apa yang dia tahu ke Elmer.


"Ela sedang fokus membuat pakaian kliennya. Sekalipun kau melongok ke ruang kostum, dia tidak akan datang. Kalau ingin bertemu, samperin aja ke rumahnya," ucap Sam.


Elmer malah menatap Sam dengan nyalang. Ia tidak mau menanggapi ucapan Sam itu. Ia menyilangkan kakinya dan memainkan ponselnya. Laki-laki itu ingat kalau ia sudah memiliki nomor ponsel Ela. Namun, ia hanya menyimpannya tanpa berniat untuk memberikan pesan.


"Udah kalau mau chat, chat aja, apa susahnya. Tanya kabar kek? Atau tanya lagi apa?" ucap Sam lagi ketika melihat Elmer yang sedang melihat kontak no Ela yang dinamainya 'Ela Si Wanita Menyebalkan'


"Lancang sekali kau! Sana pergi jauh-jauh!" usir Elmer.


"Kalau aku pergi jauh, jika hal buruk terjadi padamu, aku tidak mau tanggung jawab. Biar saja kau urus sendiri."


Mata Elmer langsung menatapnya dengan tajam.


"Silahkan! Setelah itu siapkan nisan untuk pemakaman mu!"


Glek!


Dia ini suka sekali menakut-nakuti orang. Padahal kalau rindu ya bilang. Kalau suka ya akui. Ribet banget jadi orang.


Alhasil, Sam hanya duduk berjarak beberapa meter saja dari Elmer yang sedang menunggu giliran take nya.


*


*


Di Nae Fashion, Ela baru saja menyelesaikan pekerjaannya membuat pakaian untuk kliennya. Yang terdiri dari satu kemeja dan dua gaun.


Ela kemudian mencari nomor kliennya dan memberikan pesan kalau pakaiannya sudah jadi dan bisa diambil disertai dengan foto pakaiannya juga.


^^^Ela^^^


^^^Om pakaiannya sudah jadi. Bisa langsung diambil di butik. Aku juga mengirimkan hasilnya. Semoga nantinya om dan Naomi suka. ^^^

__ADS_1


Om Sebastian


Wah, ini mah bagus sekali Ela. Terima kasih ya. Nanti om akan menyuruh anak om untuk mengambilnya.


^^^Ela ^^^


^^^Oke om. Jangan lupa kasih komentar dan review nya ya om. ^^^


Om Sebastian


Oke Ela.


Selesai itu, Ela merebahkan tubuhnya di ranjang yang ada di ruangannya. Tubuhnya terasa pegal karena membuat tiga pakaian itu selama seminggu dengan waktu istirahat yang hanya sebentar. Apalagi di hari-hari awal, Ela harus pergi ke beberapa toko kain untuk mencari bahan yang bagus dan cocok untuk kemeja dan gaunnya.


Ela selalu berusaha yang terbaik untuk kepuasan pelanggannya. Itu adalah salah satu cara Ela untuk menarik pelanggan agar datang kembali ke butiknya.


Di ranjang, Ela hanya tiduran sambil memainkan ponselnya. Awalnya Ela menonton video-video lucu, tapi entah kenapa cuplikan video film Elmer malah muncul juga di fyp nya.


"Aih, kenapa harus muncul sih? Aku sudah bersyukur tidak bertemu dengannya beberapa hari ini."


Ela meletakkan ponselnya dan pergi keluar untuk membeli minuman. Ia kembali dengan satu cup minuman mango squash yang dibawa di tangan kanannya.


"Alin, aku tadi udah pesan beberapa minuman untukmu dan yang lainnya. Mungkin sebentar lagi akan sampai," ucapnya.


"Wah, terima kasih Kak Ela. Tahu saja kalau aku haus, hehe."


Alin adiknya Aura, setelah ia lulus kuliah ia bekerja dengan Ela sebagai asisten desainer. Jadi, di butik Ela, kini bukan hanya ada hasil desainnya saja tapi sudah ada hasil desain dari Alin juga.


"Kelihatan sekali di wajahmu tadi. Aku kembali ke ruangan dulu ya."


"Oke kak."


*


*


Waktu berlalu begitu cepat, Elmer diperintahkan oleh ayahnya untuk mengambil pakaian di sebuah butik. Awalnya Elmer menolak, tapi ketika tahu nama dan alamat butiknya adalah milik Ela, Elmer jadi menerimanya. Ia bahkan datang kesana sendiri tanpa ditemani oleh Sam.

__ADS_1


Elmer membuka pintu butik milik Aura, Alin datang dan menyambutnya dengan ramah.


"Selamat malam, ada yang bisa saya bantu kak?"


"Aku mau ambil pesanan atas nama Sebastian," jawab Elmer.


"Baik, mohon tunggu disana kak. Saya akan memanggil Kak Ela untuk pesanannya."


Elmer mengangguk dan duduk di kursi. Laki-laki itu mengamati setiap sudut ruangan dan beberapa pakaian yang dipajang disana.


Bagus dan keren.


Itulah kata yang cocok untuk pakaian yang ada disana.


Tak lama kemudian, Ela datang dengan membawa satu paper bag besar. Ia agak sedikit terkejut ketika tahu kalau Elmer adalah anak dari Om Sebastian, kliennya.


"Jadi kau anak om Sebastian?"


"Iya, memang kenapa?" jawab Elmer dengan sedikit judesnya.


"Hanya tidak menyangka saja. Biasanya anak dari seorang pebisnis akan ikut jadi pebisnis juga," balas Ela.


Elmer tersenyum tipis.


"Mungkin orang lain iya. Tapi tidak denganku. Aku punya satu permintaan untukmu. Jangan sebarkan kalau aku adalah anak dari presdir Sebastian dari Sebastian Group. "


Ela menaikan alisnya. Seolah bertanya kenapa.


"Aku hanya tidak ingin orang mengetahui aku karena aku adalah anak dari Presdir Sebastian. Aku ingin orang tahu kalau aku adalah Elmer Zion yang terkenal karena usahanya sendiri. Bisa?"


"Yah, okelah. Aku tidak akan memberitahukannya pada siapapun."


*


*


TBC

__ADS_1


__ADS_2