Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 24 - Tidak akan ikut campur


__ADS_3

Di ruang tamu kediaman Kavindra, Elmer dan Sam duduk samping-sampingan begitu juga dengan Ela dan mamanya.


Mama Ela menyambutnya dengan ramah, sementara Ela acuh tak acuh. Bahkan wanita itu hanya diam saja tanpa mengajak ngobrol sepatah kata pun.


Naya mencubit lengan Ela karena sikapnya yang tidak sopan di depan tamu.


"Lagian mereka itu tamu mama, bukan aku. Mama kan yang mengajak mereka masuk. Jadi kalau aku pergi ke kamar juga boleh kan?"


Naya menatap tajam mata Ela. Hal itu membuat Ela mendengus dan memilih untuk diam lagi.


Sam merasa tidak enak sudah bertemu tapi tidak disukai kehadirannya oleh Ela. Sebenarnya Ela bukan tidak suka ada tamu, cuma ia kesal saja pada Elmer. Kalau sama Sam sih, aman-aman saja.


Berbeda dengan Elmer, laki-laki itu justru malah mengulum senyum. Sikap Ela yang jutek, dingin dan begini yang membuatnya semakin tertarik. Dengan sifat Ela itu juga, Elmer sangat yakin Ela bukan tipe wanita yang mudah jatuh cinta. Tapi, mau mengorek kisah percintaan Ela pun pada siapa? Elmer kan tidak kenal siapa orang yang paling dekat dengan Ela.


Elmer dan Sam bertamu disana kurang lebih sekitar setengah jam saja. Karena rupanya ayah Elmer sudah berada di jalan dan ingin mengambil pakaiannya.


"Makasih ya Tante, kita berdua sudah dijamu dengan baik disini. Aku jadi tidak enak nih," ucap Elmer merasa tidak enak.


"Padahal kalau tidak enak, tidak usah mampir. Harusnya langsung pulang aja."


"Ela!" ucap Naya sambil menatap tajam Ela.


"Iya, iya, maaf. Kalian berdua hati-hati di jalan. Sekali lagi terima kasih sudah mengantar. Jangan sungkan kalau mau main ke rumah. Tapi lebih bagus tidak usah sih."


Naya hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Bagaimana bisa mau cepat punya mantu baru. Lah, orang sikap anak gadisnya seperti ini. Tidak ada manis-manisnya sama sekali. Entahlah keturunan siapa dia ini?


Sam dan Elmer berpamitan kepada keduanya dengan menundukkan kepalanya. Sam melakukan itu, agar mamanya Ela tidak bertanya-tanya tentang Elmer yang nanti akan berubah pucat dan mual-mual.

__ADS_1


Mobil Elmer sudah keluar dari kediaman Kavindra. Naya pun mencubit tangan Ela lagi. Ia memarahi anak gadisnya yang tidak ada sopan-sopan nya di depan tamu.


"Haduh Ela! Sampai kapan kau itu akan jutek begitu sama laki-laki? Mama ini sudah kepengen punya cucu darimu."


"Ih mama, minta lagi aja tuh sama Rendra dan Kak Elnan. Gampang kan? Aku belum mau nikah titik!"


Ela kemudian pergi masuk ke dalam rumah meninggalkan mamanya yang hanya bisa mengelus dada.


*


*


Sesampainya di apartemen, ayahnya sudah menunggu kedatangan Sam dan Elmer di depan pintu. Sam langsung menekan PINnya dan pintu pun langsung terbuka.


Elmer memasuki kamarnya dan membawa paper bag berisi pakaian yang ia ambil di butik milik Ela.


"Tumben-tumbenan ayah buat baju. Biasanya juga langsung beli," ucap Elmer yang agak sedikit keheranan.


"Ayah tidak ada maksud lain kan disana?" tanya Elmer yang sedikit bisa membaca apa yang sedang ayahnya rencanakan.


"Apaan sih? Kau ini selalu saja berburuk sangka sama ayah sendiri."


"Ya, habisnya aku heran ayah."


"Sudah, jangan heran-heran lagi. Mending kau pacari saja wanita yang tidak membuatmu mual dan muntah itu?" ucap Tuan Sebastian tiba-tiba.


"Jangan-jangan ayah sudah tahu siapa wanita itu? Benar kan?" tanya Elmer penuh selidik.

__ADS_1


Tuan Sebastian hanya terdiam tanpa menjawab apapun. Elmer sudah bisa menebaknya. Sudah ia duga, pasti ayahnya ada maksud lain.


"Ayah, aku mohon ayah jangan melakukan sesuatu. Biar aku saja yang menanganinya. Wanita ini bukan wanita yang gampang ditaklukan ayah. Bahkan ketampananku saja tidak mempan untuknya. Kalau soal harta, dia mah sudah kaya dari lahir. Bahkan ketika tahu kalau aku anak ayah saja dia biasa saja. Jadi, aku masih mencari-cari apa yang dia cari juga dari seorang pria yang ia idamkan untuk jadi pendamping hidupnya."


Sam yang masih ada di sana hanya mampu membatin.


Ia kau mencari-cari masalah dengan Ela. Cara kau mendekatinya sangat-sangat langka.


"Baiklah, ayah tidak akan ikut campur. Tapi kalau masalah pakaian, ayah memang tidak bohong. Ayah tetap akan menjadi pelanggan tetap disana."


"Ya, itu terserah ayah lah."


"Kalau begitu ayah pulang dulu. Naomi sudah menunggu sejak siang tadi. Ia sudah tidak sabar untuk mencoba gaunnya."


"Iya ayah, hati-hati. Salam dariku untuk Naomi ayah."


Tuan Sebastian mengangguk kemudian keluar dari apartemen anaknya ditemani oleh Sam hingga ke parkiran.


Setelah mobil Tuan Sebastian sudah pergi, Sam kembali lagi ke apartemen Elmer. Ia langsung menuju ke dapur, mengambil minuman dingin rasa jeruk di dalam kulkas untuk diminumnya. Lalu duduk di samping Elmer.


"Kau, apa yang akan kau lakukan untuk menarik perhatian Ela? Aku rasa itu tidak akan mudah," ucap Sam.


"Lihat saja nanti. Aku pastikan dia juga akan terpesona padaku."


Sam hanya menggelengkan kepalanya. Padahal nyatanya Elmer duluan lah yang terpesona dengan Ela. Sementara wanita itu tidak, ah bukan tidak tapi belum.


*

__ADS_1


*


TBC


__ADS_2