
Ingatan Elmer kembali pada 6 tahun lalu, ketika ia baru saja pulang dari syutingnya di luar kota. Meski belum jadi pemeran utama, Elmer sangat bersyukur karena ia dipercaya jadi peran pendukung pemeran utama. Setidaknya namanya akan lebih dikenal lagi karena banyak drama yang ia bintangi.
Elmer memiliki seorang pacar yang bernama Bella. Wanita itu juga adalah seorang artis, sama seperti dirinya. Bahkan mereka debut pertama kali di dunia akting di film yang sama. Karena itulah mereka mulai dekat dan akhirnya memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih.
Bertahun-tahun Bella dan Elmer menjalin hubungan tanpa ada masalah. Hubungan keduanya tampak adem, ayem dan selalu terlihat bahagia. Mereka selalu bercerita tentang kegiatan mereka. Saling belajar akting untuk perannya di drama dan masih banyak lagi kegiatan yang mereka lakukan bersama. Hubungan keduanya pun dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena tidak ingin karir nya hancur begitu saja karena skandal kisah cinta mereka.
Elmer sengaja datang ke apartemen kekasihnya dulu sebelum pulang ke apartemennya. Ia ingin memberikan kejutan, dan ingin mengajak kekasihnya untuk melakukan hubungan yang lebih serius lagi.
Sayangnya, Elmer justru dikejutkan dengan perselingkuhan kekasihnya dengan kakak yang disayanginya. Ia tak langsung memergoki mereka karena kedua orang itu mengobrol dan menghina dirinya.
"Kau tahu sayang, kekasih bodohku itu kolot sekali. Masa aku berpacaran dengannya, ia hanya menyentuh tangan dan kami cuma berciuman bibir saja. Padahal kami sudah menjadi cinta bertahun-tahun. Aku juga kan ingin lebih dari sekedar ciuman. Makanya aku menerima mu ketika kau mengatakan kau menyukaiku. Kau berbeda darinya. Kau sangat gagah."
"Wah, kasihan sekali. Kau pasti haus belaian darinya. Memang sudah sepantasnya sih kau mendua darinya. Kalau bisa, putuskan saja pacarmu itu dan kita menikah sesegera mungkin. Karena aku yakin di dalam perutmu pasti sudah ada benihku. Karena ini bukan pertama kalinya kita berhubungan seperti ini."
"Iya, aku juga memang sudah ada niat untuk memutuskannya. Sejak kita sering berhubungan begini, aku jadi jijik disentuh olehnya walau hanya sentuhan tangan. Aku hanya ingin disentuh olehmu," ucap Bella sambil mengusap dada bidang Evan.
Evan mengelus kepala Bella lalu mengecupnya pelan.
"Kabari aku kalau kau sudah memutuskannya. Kita akan segera menikah setelahnya."
Bella mengangguk.
"Tentu saja kita memang harus menikah. Aku juga sengaja mengulur waktu terus untuk tidak bertemu dengannya. Karena aku tahu, dia mau melamar ku. Tapi aku berpikir dua kali untuk menerimanya. Karena sangat tidak mungkin, aku bisa hidup hanya dengan uang yang dihasilkannya dari perannya yang hanya jadi peran pendukung di drama. Sangat-sangat tidak menjanjikan. Berbeda denganmu yang seorang CEO dari perusahaan ternama."
__ADS_1
Evan tampak tersenyum senang karena ia lebih unggul dari kekasih Bella.
"Aku jadi penasaran, seperti apa sih kekasihmu itu? Apa dia lebih tampan dariku? Kalau urusan kekayaan pasti memang lebih kaya aku."
"Biasa saja, tapi dia tidak buruk juga. Hanya saja dia miskin dan aku tidak suka itu. Apalagi ketika aku ingin lebih, dia selalu menolak dan aku jadi jijik disentuh olehnya karena itu. Cuma aku tidak menunjukkan itu di depannya."
"Bodoh sekali dia. Sudah disuguhkan daging empuk tapi malah membiarkannya begitu saja. Untung saja kita sudah saling mengenal satu tahun terakhir ini. Jadi kau bisa menuntaskan hasrat itu denganku," ucap Evan sambil memeluk erat tubuh Bella yang tanpa sehelai benang pun. Tubuh mereka hanya ditutupi oleh satu selimut.
Itu artinya, Bella sudah mengkhianati Elmer cukup lama karena setahun itu bukanlah waktu yang singkat. Dan Elmer baru mengetahuinya sekarang. Kalau dibilang bodoh, ya Elmer memang bodoh karena terlalu percaya akan apapun yang dilakukan Bella tanpa rasa curiga. Namun, kepercayaan yang ia berikan malah menimbulkan bumerang sendiri baginya.
Elmer yang sudah tidak kuat lagi mendengar kenyataan pahit yang ia dengar. Akhirnya mendorong pintu itu dengan keras, ya walaupun sebelumnya ia sudah membukanya sedikit.
Kedua orang yang ada di dalam kamar itu terperanjat kaget. Bella kaget karena Elmer bilang akan pulang besok dari luar kota. Sementara Evan kaget karena ternyata kekasih Bella adalah adiknya sendiri.
"Hebat sekali! Hebat! Kalian berdua membodohi aku dengan begitu hebatnya," ucap Elmer sambil bertepuk tangan.
"Bella, kau benar-benar wanita yang menjijikkan. Hanya karena aku tidak mau menyentuhmu, kau malah berpaling ke yang lain. Padahal, aku mencintaimu dengan tulus karena itu aku tidak mau merusak mu sebelum menikah. Namun, rupanya, haaah!"
Elmer menghela napasnya tak mampu lagi mengatakan kata selanjutnya. Elmer tampak menatap Evan, kakak laki-lakinya yang ia sayangi, dan ia selalu menghormatinya bahkan Elmer selalu cerita apapun pada sang kakak. Ya, kecuali soal siapa kekasihnya itu.
"Aku sangat tidak menyangka, ternyata kakak adalah laki-laki seperti ini. Mau jadi selingkuhan, padahal kakak adalah laki-laki yang berpendidikan dan bermartabat. Pasti kalau ayah tahu semua ini, ia akan kecewa karena telah gagal mendidik anaknya. Bahkan jika kakak mau, kakak bisa mencari wanita yang lebih dari pada Bella yang terlalu murah."
Elmer pun pergi dari sana dengan menendang pintu kamar Bella. Ketika Evan akan mengejar Elmer dan menjelaskan semuanya. Elmer justru menambah jijik ke kakaknya sendiri.
__ADS_1
"Setidaknya kalau mau mengejar ku, pakailah dulu celananya," sindir Elmer dengan senyum kecutnya. Kemudian keluar dari apartemen Bella.
Bella yang tidak tahu hubungan antar keduanya pun, malah dibuat bingung. Ia bahkan tidak merasa bersalah sama sekali karena telah mengkhianati Elmer. Ia malah sangat senang karena ia tidak perlu mencari-cari alasan untuk memutuskan Elmer karena Elmer sendiri sudah tahu perselingkuhannya.
"Sial!" kesal Evan sambil memukul bantalnya.
"Kenapa sih sayang? Kalian berdua saling kenal?" tanya Bella.
"Dia adikku," jawab Evan.
Dua kata itu sukses membuat Bella sangat terkejut. Ia tidak menyangka, ternyata Elmer bukan pria miskin seperti yang ia ucapkan. Tapi kenapa pria itu tidak pernah jujur padanya? Jika dipikir-pikir lagi, Elmer terlalu tertutup soal keluarganya.
"Kenapa kau tidak pernah mengatakan kalau kekasihmu itu adalah Elmer sih? Kalau tahu orangnya adalah Elmer aku tidak akan mungkin menyakiti adikku sendiri," kesal Evan pada Bella.
"Ya, aku kan juga tidak tahu kalau Elmer adalah adikmu dan anak orang kaya. Aku tahunya ia hanya artis yang berjuang dari nol bersamaku. Lagian buat apa sih memikirkan adikmu. Toh, kita akan tetap menikah. Ingat, aku ini sepertinya tengah hamil. Aku sudah mengecek tanggal terakhir kali aku datang bulan."
"Argh! Sial!"
*
*
TBC
__ADS_1