Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 34 - Mengunjungi kediaman Sebastian


__ADS_3

Matahari mulai muncul dari persembunyiannya. Elmer membuka matanya dan menarik tangannya ke atas untuk melakukan perenggangan. Setelahnya, ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Selesai mandi, Elmer bersiap-siap untuk pergi ke lokasi syuting. Ia mengusir rambutnya asal. Namun, namanya juga orang tampan mau itu disisir atau tidak, tetap saja terlihat tampan. Dunia memang tidak adil.


Di saat Elmer telah selesai bersiap, di saat itu juga pintu apartemen Elmer terbuka. Sam sudah datang. Laki-laki itu sudah siap untuk mengantar dan menemani kemana pun ia akan pergi.


Kedua laki-laki itu turun dari apartemen bersamaan. Di dalam mobil, Elmer menyandarkan kepalanya di kursi mobil. Ia memejamkan matanya sejenak lalu membuka matanya lagi. Sam yang melihat itu jadi keheranan sendiri. Ada-ada saja tingkahnya di pagi hari. Namun, Sam tak memperdulikannya.


Sesampainya di lokasi syuting, Elmer langsung dirias oleh MUA dan stylist untuk kostumnya. Sementara Sam hanya bisa duduk diam dan menunggu semua proses syuting di hari ini selesai.


*


*


Ela pagi-pagi sekali sudah ada di butiknya. Wanita itu tengah menyiapkan acara launching fashion terbarunya yang akan dirilis dua bulan ke depan. Untuk itu, ia selalu datang pagi-pagi ke butik jika telah menemukan inspirasi untuk desain pakaiannya. Bahkan tak jarang malam-malam pun Ela akan pergi ke butik untuk mengerjakannya.


Rencananya, ada puluhan pakaian yang akan ia perlihatkan di depan banyak orang. Ela mau semuanya berjalan lancar dan sempurna tanpa ada cacat sekali pun. Wanita satu ini, sangat perfeksionis soal pekerjaan. Tapi terlihat tak peduli masalah jodoh. Padahal mama dan papa sampai pusing-pusing memikirkan anak perempuan mereka yang tak kunjung menikah di usia yang bisa dibilang sudah lebih dari cocok untuk menikah.


Coretan pena di kertas kosong mulai terlihat ada garisnya. Bahkan ada lengkungan di dalamnya. Ketika sudah ada bentuknya, Ela mewarnai gambar pakaian itu. Kemudian melihatnya secara detail. Ketika merasa ada yang kurang, Ela selalu menambahkan detail kecil di dalam gambarnya. Saat sudah sempurna. Ela menumpuk kertas itu di tumpukan gambar desain yang telah ia buat beberapa.


Ketukan pintu pun terdengar.


"Masuk!" ucap Ela.


"Kak Ela, di depan ada seorang pria. Aku tidak tahu siapa dia. Tapi katanya, dia teman Kak Ela," ucap Alin.


"Oh, bilang padanya untuk tunggu sebentar. Aku akan menyelesaikan gambarku."


"Oke."


Alin pun keluar dari ruang kerja Ela dan menutup pintunya.


Ela membereskan pekerjaannya di satu tempat kemudian ia keluar dari ruangan dan menemui laki-laki yang datang mengunjunginya.


"Maaf ya agak lama, aku tadi menyelesaikan gambar ku dulu," ucap Ela merasa tidak enak pada laki-laki di hadapannya.


"Iya, tidak apa-apa. Karyawanmu tadi sudah mengatakannya kok."


"Apa ada masalah dengan desain pakaian yang aku berikan kemarin, To? Apa kau kurang menyukainya?" tanya Ela.


Laki-laki itu bernama Hito Eza Pramudana, salah satu klien Ela yang juga teman kuliahnya tapi beda jurusan.

__ADS_1


"Aku suka, cuma aku minta bagian depan bajunya diberi list warna putih aja supaya terkesan lebih elegan."


"Ah, itu mah gampang To. Bisa diatur. Lagipula aku juga belum mulai produksinya. Aku baru mencari-cari bahannya dulu."


"Syukurlah kalau begitu."


"Padahal kalau cuma kurang dikit seperti itu, kau tidak usah sampai repot-repot kesini. Lewat chat atau video call kan juga bisa," ucap Ela lagi.


"Tak apa, lagipula aku juga hari ini tak banyak pekerjaan. Paling kerjaan ku mulai banyak nanti siang. Kalau masih pagi begini, masih santai El."


"Em begitu."


Keduanya pun berbincang hingga setengah jam pun berlalu. Hito pergi dari sana dan Ela pun melanjutkan lagi pekerjannya.


*


*


Syuting telah selesai. Elmer mendapatkan deretan pesan dari ayahnya yang meminta dirinya untuk datang ke rumah. Laki-laki itu tak berniat membalas nya. Ia malah mengabaikannya dan sengaja cuma membaca pesan ayahnya tanpa membalas.


Apa yang dilakukan Elmer itu berimbas pada Sam. Ketika Elmer sulit dihubungi, Sam lah orang yang dicari oleh Tuan sebastian.


"Maaf om, tapi Elmer baru saja selesai syuting. Mungkin dia tidak sengaja membuka pesan dari om. Makanya dia tidak langsung membalasnya karena tidak sadar," jawab Sam yang mencoba melindungi Elmer dari kemurkaan ayah dari laki-laki itu.


"Baiklah, kalau begitu, selesai syuting langsung bawa Elmer ke rumahku."


"Tapi om, kalau Elmer tidak mau gimana? Om kan tahu sendiri kalau Elmer mengamuk seperti apa?"


Terdengar helaan napas dari seberang sana.


"Gampang, itu biar jadi urusan om saja."


"Baiklah om. Kami akan segera kesana."


Pas sekali. Sambungan telepon Sam dan Tuan Sebastian terputus, Elmer pun sudah selesai berganti pakaian. Mereka berdua pun berpamitan untuk pulang dan kini tengah ada di parkiran.


"Sore ini mampir dulu ke butik Ela," pinta Elmer.


Sam tidak mengangguk atau menggeleng. Ia melajukan mobilnya saja. Elmer yang fokus dengan ponselnya tidak sadar kalau mobil yang ia tumpangi jalannya bukan ke arah butik Ela melainkan ke rumah ayahnya. Ketika mobil sudah berhenti, Elmer terkejut karena ia sudah ada di halaman rumah ayahnya. Rumah yang selama enam tahun ini tak pernah Elmer kunjungi lagi. Bahkan untuk sekedar lewat di depan rumahnya saja tidak pernah. Tapi kenapa Sam justru malah membawanya kesini? Elmer menatap Sam dengan tatapan marah, kesal dan juga kecewa.


Sam tahu itu, tapi ia jug tak bisa menolak perintah dari Tuan Sebastian. Biarlah saat ini, Elmer marah padanya.

__ADS_1


"Kau cari mati ya!?" kesal Elmer.


"Maaf, tapi ayahmu yang memintanya. Lagipula kau pun sudah lama tak pernah berkunjung kesini. Setidaknya pulanglah meski itu hanya berapa jam saja singgah di rumah ini."


Elmer mendengus kesal.


"Kau sendiri pun tahu alasannya Sam. Jalankan mobil! kita pergi ke tujuan awal."


Sam tak bergeming. Laki-laki itu bahkan tak menyentuh kemudinya. Ia malah menyentuh pintu mobil dan keluar dari mobil. Membuat Elmer jadi tambah kesal.


"Ayo keluar!" ajak Sam sambil membukakan pintu mobil untuk Elmer.


Elmer menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Ia melayangkan sebuah protes atas apa yang dilakukan Sam padanya.


"Kau pengkhianat!"


"Iya, aku tahu."


"Cih! Harusnya kau lebih tunduk padaku!"


"Mau bagaimana lagi, perintah orang tua harus dituruti. Kalau tidak, aku bisa kena sial," jawab Sam asal.


Elmer mendengus kesal lagi.


Karena Elmer tak kunjung keluar dari dalam mobil, Sam menarik tangan Elmer untuk keluar. Namun, karena dasarnya dalam hal fisik Elmer lebih kuat darinya, Sam malah terjatuh.


"Sukurin!"


Elmer menyumpahi Sam.


Tak lama kemudian, Tuan Sebastian keluar dari dalam rumah karena Elmer tak kunjung masuk ke dalam. Ia dikejutkan dengan keadaan Sam yang malah terduduk di paving blok halaman rumahnya.


"Kenapa malah duduk di situ Sam? Ayo cepat masuk!"


Aku bukannya sengaja duduk disini Om. Tapi semua ini gara-gara anak om sendiri! Huh! Sabar, sabar.


*


*


TBC

__ADS_1


__ADS_2