Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 95 - Elmer membaik


__ADS_3

Untuk pertama kalinya, Tuan Sebastian mengunjungi rumah Richard bukan karena urusan pekerjaan melainkan urusan pribadi antar anak mereka.


Walau begitu, sebagai tuan rumah yang baik, Richard mempersilahkan Tuan Sebastian untuk masuk dan menyampaikan kedatangannya.


"Aku tidak tahu kenapa kau tidak suka dengan putraku. Padahal kau belum mengenalnya lebih jauh, setidaknya berikan dia kesempatan, untuk membuktikan rasa cintanya. Aku sangat yakin, Elmer tidak akan pernah menyakiti putrimu."


Richard sedikit tersenyum lalu meminum teh yang disuguhkan oleh pembantu di rumahnya.


"Aku tahu, putramu itu memang mapan, sedikit sopan dan ya, kuakui dia memang layak untuk bersama putriku. Tapi satu hal yang aku tidak sukai. Elmer mungkin memang tak akan pernah menyakiti Ela, tapi entah orang-orang yang ada di sekitar Elmer, fans dia misalnya. Kejadian kemarin saja, sudah membuat aku marah. Bisa-bisanya putriku diseret-seret dalam masalah keluargamu. Aku tidak terima itu."


Kini Tuan Sebastian yang menghela napasnya. Sebenarnya kekhawatiran Richard itu wajar saja, apalagi mengingat betapa terkenalnya Elmer, kalau Ela tak kuat mentalnya untuk ada di samping Elmer, mungkin saja dia memang bisa menyerah di tengah jalan.


"Aku tahu kau mengkhawatirkan putrimu, tapi aku yakin Elmer tak akan membiarkan hal buruk terjadi ke Ela. Setidaknya, izinkan mereka bertemu. Aku mendengar kalau Ela sulit dihubungi dan ditemui."


"Soal itu, maaf aku tidak bisa mengatakan apapun. Lebih baik kau pulang saja, ini sudah terlalu malam."


Tuan Sebastian pun akhirnya pulang dengan rasa kekecewaan karena tak bisa membantu putranya. Bahkan ia tak mendapatkan informasi apapun tentang Ela.


*


*


Keesokan harinya, Tuan Sebastian datang ke apartemen Elmer. Ia mengatakan semua yang ia bicarakan dengan Richard.


"Sudahlah Yah. Ini biar jadi urusanku saja. Aku yakin, aku akan bisa mendapatkan hati Om Richard. Meskipun sulit, aku akan tetap mencoba."


"Apa kau benar-benar yakin kalau Ela memiliki rasa yang sama? Ayah hanya takut kau cuma berjuang sendirian. Jika begitu, lebih baik sudahi saja Elmer. Mungkin di dunia ini tak hanya Ela, wanita yang bisa kau sentuh tanpa mengalami mual."


Elmer menggeleng.


"Tidak Yah. Aku hanya ingin Ela. Aku yakin dia memiliki rasa padaku. Aku yakin sekali. Setidaknya aku akan berjuang sampai Ela sendiri yang meminta aku untuk menyerah. Karena terakhir kali kami membahas hubungan, Ela berniat membuka hatinya ayah."


"Ya sudah, jika seperti itu maumu. Ayah bisa apa. Ayah cuma bisa mendukungmu."


"Terima kasih Ayah."


Tuan Sebastian mengangguk. Kemudian keduanya menghabiskan waktu berdua saling mengobrol. Karena sejujurnya mereka jarang sekali mengobrol dari hati ke hati karena kesibukan mereka masing-masing.


"Apa ayah akan terus membiarkan Bella di rumah?" tanya Elmer yang penasaran dengan ayahnya. Padahal Elmer pun tahu, ayahnya tak pernah suka dengan Bella.


"Entahlah, untuk saat ini mungkin belum. Karena Naomi masih terus mencari-cari mamanya. Namun, entah suatu hari nanti."


Elmer pun mengangguk-angguk saja.

__ADS_1


"Bella masih mendekatimu sampai sekarang?"


"Em, ya. Aku bahkan tak habis pikir dengan Bella yang tak terlihat bersalah sedikit pun."


Tuan Sebastian menepuk pundak Elmer lalu berkata, "Dia tidak akan pernah sadar, sampai ada sesuatu yang buruk menimpanya. Ayah yakin suatu saat nanti, Bella akan menerima ganjarannya."


*


*


Mata Elmer terbuka ketika sinar mentari yang menyilaukan matanya. Ia terduduk di ranjangnya sambil memeriksa ponselnya. Ia sangat berharap ada satu pesan atau apapun dari Ela. Ternyata kosong, hanya ada beberapa pesan dari Sam saja dan beberapa orang terdekatnya.


"Kau dimana Ela? Aku yakin, kau tidak ada di rumah."


Keyakinan itu datang sendiri seperti ada sebuah bisikan di telinganya. Meski begitu, Elmer akan setiap pagi datang ke butik dan menanyakan kabar tentang Ela ke Alin. Hanya saja Alin tak memberikan jawaban apapun. Elmer yakin, sangat yakin, pasti Alin pun sudah diminta untuk tutup mulut.


Lalu siapa yang harus ia tanyai sekarang?


Sampai sebuah kartu nama yang ada di meja Elmer pun memberikan jawabannya yaitu kembaran Ela. Ia akan meminta bertemu dengan Rendra setelah jam kerjanya selesai.


Elmer bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena ia ada jadwal pemotretan di hari itu.


Setelah sudah bersiap, Sam datang dan langsung mengajak Elmer berangkat supaya tak terlambat ke lokasi pemotretan.


Di sela-sela pemotretannya, Elmer meminta Sam untuk mengantarnya ke perusahaan Rendra setelah pemotretan ini selesai. Sam hanya menurut saja. Posisinya Sam tak tahu kalau Elmer belum membuat janji lebih dulu dengan Rendra.


*


*


Pemotretan selesai, Elmer dan Sam kini sedang dalam perjalanan menuju ke perusahaan Rendra. Di perjalanan, Sam menanyakan tentang janji temu dengan Rendra itu. Ia begitu terkejut ketika mendapati Elmer belum membuat janji.


"Elmer, kau tahu kan, Rendra itu orang penting. Meskipun kau juga orang terkenal di negeri ini, tetap saja kau harus buat janji dulu. Gimana kalau nantinya ketika kita sampai disana, Rendra tidak ada?"


Akhirnya, Elmer pun menghubungi Rendra melalui kontak yang tersedia di kartu nama. Untungnya, Rendra langsung mengangkatnya karena Elmer terlebih dulu mengatakan siapa dirinya lewat pesan.


"Ada apa? Tidak mungkin sekali kau tiba-tiba menghubungiku, padahal kita tak saling mengenal sebelumnya."


"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu. Apa kau ada waktu? Bisa bertemu sekarang?" Elmer langsung saja mengatakan itu, karena ia tak mau menunggu lebih lama lagi.


"Datang saja ke perusahaan, aku tunggu di ruanganku. Kau bisa langsung tanya ke resepsionis nanti."


"Oke, thanks."

__ADS_1


"Hm."


Sambungan telepon selesai.


"Sudah beres. Tidak ada yang perlu dikawatirkan."


Sam mengangguk lalu melajukan mobilnya sedikit lebih cepat. Dua puluh menit kemudian, Sam dan Elmer telah sampai di perusahaan Rendra. Ia langsung menanyakan ruangan Rendra ke resepsionis. Setelah tahu dimana ruangan Rendra, Elmer dan Sam langsung kesana.


Ruangan Rendra sudah ada di depan mata, ia mengetuk pintu itu dan ada jawaban dipersilahkan masuk dari Rendra.


Untuk pertama kalinya, Rendra dan Elmer bisa bertemu face to face. Setelah selama ini baik Rendra maupun Elmer hanya tahu sebatas nama.


"Duduk," ucap Rendra menyambut kedatangan Sam dan Elmer.


"Langsung saja bicara keintinya. Aku tidak suka basa-basi," ucap Rendra lagi yang membuat Elmer sadar kalau aura Richard ada dalam diri Rendra. Apalagi wajah keduanya itu seperti kembar dalam beda generasi.


"Apa kau tahu dimana Ela?"


"Tahu, jelas-jelas Ela ada di rumah," jawab Rendra.


"Apa kau yakin?"


"Tentu saja. Ela itu bukan tipe orang yang suka pergi-pergi dari rumah kalau bukan urusan pekerjaan. Sejauh ini Ela tak ada pekerjaan di luar kota atau dimana pun. Jadi aku sangat yakin kalau dia ada di rumah. Kenapa kau bisa bertanya begitu?"


Elmer menghela napasnya sejenak sebelum bicara.


"Aku hampir setiap hari mengunjungi Ela ke butiknya, tapi Ela tak pernah terlihat lagi disana setelah pekerjaannya di luar kota bersamaku. Aku pernah mendatangi rumah orang tuamu, tapi Ela tak muncul. Feeling ku mengatakan kalau Ela tak ada di rumah. Aku cuma ingin memastikan dengan bertanya padamu. Tapi setelah bertanya, aku sadar, kalau kau pun tak tahu apapun."


Rendra menatap Elmer dengan sedikit kesal karena dianggap tak tahu apapun tentang Ela.


"Memangnya kau tahu apa tentang Ela? Jangan bicara sembarangan ya! Aku lebih tahu tentang kembaranku sendiri."


Elmer tersenyum tipis. Sejujurnya Elmer tak pernah membagikan rahasia ini dengan Rendra. Tapi ia harus, supaya Rendra bisa bertindak. Elmer mulai menceritakan tentang masa lalu yang pernah membelenggu Ela. Mungkin saat ini sudah mulai sembuh. Tetap saja Rendra yang mendengarnya begitu terkejut. Ia menyadari satu hal, bahwa ia memang bisa memahami dan merasakan perasaan Ela tapi ia tak pernah tahu apa yang terjadi dengan Ela selama ini karena kembarannya selalu bungkam.


"Kalau begitu aku permisi. Aku akan cari keberadaan Ela sendiri."


Setelah kepergian Elmer, Rendra langsung terdiam disana. Memikirkan segala hal yang pernah terjadi pada kembarannya.


*


*


TBC

__ADS_1


__ADS_2