Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 37 - Ayo Pacaran!


__ADS_3

Hari berlalu, Elmer menghadiri acara ulang tahun rekan kerjanya. Yang tak lain adalah Ansel. Acara ulang tahun diadakan di tempat terbuka pada malam hari. Elmer datang bersama Sam. Banyak dari mereka yang sudah paham, Elmer bukan orang yang mudah bersentuhan dengan orang lain. Makanya mereka hanya menyapa Elmer tanpa bersentuhan tangan.


"Kapan nih datang bawa gandengan? Masa dari dulu, bawanya Sam terus. Nanti kau dikira penyuka sesama jenis," tanya Ansel dengan sedikit mengejek.


Elmer tak membalas ucapan Ansel dengan kata-kata tapi dengan tatapan tajam dari matanya. Ansel jadi terkekeh pelan.


"Sana-sana! Nikmati saja acaranya!" suruh Ansel kemudian ia menyambut tamu lain yang datang juga kesana.


Banyak sekali para aktris, aktor, model dan pekerja seni lainnya yang hadir. Karena Ansel adalah CEO dari sebuah agensi hiburan. Bella pun ada disana.


Elmer jadi malas ketika melihat wajah Bella yang terus melihat ke arahnya. Rasanya ia ingin pulang saat itu juga. Tapi, itu sangat tidak mungkin, karena Ansel adalah rekan kerja yang baik adanya. Bahkan selalu menawarkan banyak pekerjaan padanya.


Tapi, di arah jam tiga, Elmer melihat Ela yang mengenakan gaun berwarna lavender tanpa lengan dengan rambut yang ia gelung hingga memperlihatkan leher jenjang Ela. Terlihat mempesona sampai membuat Elmer tak bisa berkedip untuk beberapa waktu.


Hingga sebuah sentuhan di bahunya menyadarkan dirinya.


"Jangan melamun. Ini di tempat ramai. Kalau kau lengah sedikit saja. Bisa saja ada wanita yang tiba-tiba menyentuhmu. Itu akan jadi masalah besar El," ucap Sam.


"Iya, iya," jawab Elmer dengan kesal.


Ketika melihat Ela, Elmer tak bisa mengabaikan wanita itu begitu saja. Elmer menghampiri Ela dan berdiri di sebelahnya.


Ela langsung menghela napasnya, sedikit memanyunkan bibirnya.


"Kenapa harus mendekat padaku sih?" tanya Ela yang sedikit kesal.


"Aku hanya ingin menemanimu yang terlihat sendirian. Aku baik, bukan?" ucap Elmer.


Ela mendengus, karena apa yang diucapkan Elmer memang benar. Ketika yang lain berkumpul dan bergerombol dengan kenalan mereka, Ela justru sendirian. Karena kesal, Ela pergi dari sana dan menemukan tempat duduk di bawah tiang lampu.


Elmer mengikuti Ela, karena dirinya pun merasa bosan disana, apalagi ia harus melihat wajah Bella.


Kini keduanya duduk saling bersebelahan. Elmer menyilangkan satu kakinya dan memasukkan satu tangannya ke dalam saku celananya. Ia duduk dengan sangat elegan dan cool.


"Kenapa kau selalu mengikuti aku sih, Elmer? Kau ini sebenarnya mau aku terus-terusan diserbu oleh fans fanatik mu ya?" tanya Ela.


Elmer spontan langsung menggeleng.

__ADS_1


"Aku tidak menginginkan hal itu terjadi. Tapi aku juga tidak bisa tidak mendekatimu ketika aku melihatmu. Karena hanya kau wanta yang membuat aku nyaman tanpa merasakan sakit."


"Cih! Lebai! Pasti kau mengatakan kata-kata manis itu pada semua wanita!" tuduh Ela.


"Terserah sih mau percaya atau tidak. Tapi aku jujur dengan ucapanku padamu," ucap Elmer lagi yang masih dalam posisinya.


Matanya memandang lurus ke depan, menikmati suasana yang jauh dari keramaian orang. Karena memang Ela dan Elmer keluar dari barisan acara karena merasa bosan.


"Ela ayo pacaran denganku. Aku janji akan memperlakukanmu dengan baik," ajak Elmer sambil masih menatap lurus ke depan.


Sementara Ela dibuat terkejut dan langsung menoleh.


"Atas dasar apa kau ingin berpacaran denganku? Mau buat skandal baru?" ucap Ela dengan tatapan curiga ke Elmer.


"Ck! Di otak mu itu sepertinya isinya hanya ada pikiran-pikiran buruk tentangku. Ya kali ngajak pacaran untuk buat skandal. Aku saja sudah susah-susah meraih semua pencapaian ini," jawab Elmer menanggapi.


"Karena tidak mungkin kau menyukaiku," ucap Ela lagi.


"Kenapa tidak mungkin?" tanya Elmer.


"Ya, karena banyak hal," jawab Ela.


Ela bangkit dari duduknya, lalu menatap ke arah Elmer.


"Aku tidak akan menganggap serius ucapanmu. Aku akan menganggapnya sebagai candaan."


Setelah mengatakan itu, Ela pergi dari hadapan Elmer. Elmer jadi menghela napasnya. Ia bingung kenapa hati Ela begitu keras. Padahal awalnya, ia pikir Ela yang akan terpesona duluan padanya, tapi ternyata malah sebaliknya. Dirinya lah yang terpesona duluan pada pesona Ela.


Tak lama kemudian, Sam menghampiri Elmer dan duduk di sebelah laki-laki itu. Rupanya sejak tadi Sam selalu mengikuti kemana pun Elmer pergi. Ia bersembunyi agar Ela tidak merasakan keberadaannya di dekat mereka.


"Perjuanganmu baru dimulai. Jangan nyerah dulu. Siapa tahu ada alasan di balik itu semua," ucap Sam memberikan dukungan pada Elmer.


"Entahlah, kita pulang saja Sam. Sanah balik ke dalam dan izin ke Ansel. Bilang saja aku tiba-tiba tidak enak badan."


Sam pun mengangguk dan meninggalkan Elmer sendirian disana.


Di tengah kesendiriannya itu, ternyata Bella tak sengaja melihat Elmer ketika keluar dari Acara. Elmer pikir orang yang mendekat padanya adalah Sam.

__ADS_1


"Cepat sekali kau kembali Sam," ucap Elmer tanpa menoleh ke belakang.


"Sam!" panggil Elmer ketika tak ada suara yang menyahut. Dengan malas ia pun menoleh ke belakang. Rupanya Bella lah yang ada disana.


Raut wajah Elmer berubah jadi dingin dan datar. Ia bahkan malas untuk melihat wajah Bella.


"Jangan ganggu aku! Jangan mendekati ku! Jangan katakan apapun padaku! Lebih baik kau pergi dari hadapanku!" bentak Elmer.


"El, aku tahu kau masih mencintaiku. Tidak bisakah kita kembali seperti dulu?" ajak Bella dengan suara lembutnya.


"Cih! Dasar tidak tahu malu! Kau taruh dimana rasa malu dan tidak tahu dirimu itu? Di bawah kakimu?"


Elmer jadi geram sendiri. Ia ingin pergi dari sana tapi ia takut Bella akan menarik tangannya lagi. Jadinya, ia hanya bisa menunggu Sam datang sambil menahan diri untuk mengahadapi wanita di hadapannya.


"El, jangan terus bohongi hatimu. Kita bisa merajut kembali mimpi-mimpi kita dulu yang sempat tertunda."


"Aku sudah punya mimpi baru, dan di dalamnya tidak ada dirimu. Jadi, jangan terus-menerus merasa percaya diri bahwa aku belum melupakan mu dan masih mencintaimu."


"Aku tidak percaya."


"Terserah, aku tidak ada kewajiban untuk membuatmu percaya. Tapi kau harus ingat satu hal. Aku adalah hal yang pernah kau buang di masa lalu mu, dan aku tak akan pernah mengulangi hal yang sama. Jadi, entahlah dari hadapanku!"


Elmer semakin geram. Kalau saja ia bisa menyentuh wanita itu, ia pasti sudah mendorongnya hingga terjatuh. Elmer tak peduli meski Bella adalah seorang wanita. Ia hanya ingin melindungi dirinya sendiri.


Bella berjalan mendekat ke Elmer, Elmer jadi bangun dari duduknya untuk menghindari Bella.


"Kau ini kenapa sih El? Aku bahkan belum menyentuhmu? Tapi kau malah menghindar seolah-olah aku ini adalah virus dan bakteri yang harus kau hindari."


"Memang kau itu virus dari sumber segala virus," ucap Elmer mengiyakan.


Perdebatan itu terhenti ketika Sam datang dan membawa Elmer pergi dari sana. Sam terus menatap Bella sambil ia merangkul Elmer.


Selamat, selamat.


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2