
Dua hari kemudian, Elmer sudah pulih dan sudah kembali ke lokasi syuting. Semenjak hari itu, Sam selalu menempel pada Elmer agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan lagi. Apalagi pergerakkan Bella yang suka datang tiba-tiba. Benar-benar harus diwaspadai.
"Kau benar sudah sembuh? Kalau belum, kau bisa istirahat saja dulu."
Sutradara Hong bertanya untuk memastikan kondisi Elmer.
"Aku sudah sembuh Sutradara Hong. Aku bisa melakukan syuting kembali."
"Baiklah, besok kau akan mulai syuting lagi. Untuk jadwal waktunya, akan aku kirimkan nanti selesai syuting hari ini."
Elmer mengangguk lalu duduk di kursi kosong untuk menonton para pemeran lain yang sedang berakting.
Tiba-tiba sebuah tangan mendarat di bahu Elmer membuat Elmer menoleh ke belakang dan melihat siapa orang tersebut. Wajah Elmer berubah jadi masam.
"Rupanya kau sudah kembali. Padahal baru saja aku berniat menjenguk mu kesana mumpung hari ini jadwal syuting ku dimulai dari jam 4 sore."
Elmer memutar matnya malas lalu membalikkan kepalanya lagi untuk melihat pemeran lain berakting saja.
Ergo yang merasa diabaikan langsung menarik kursi yang tak jauh darinya dan menempatkannya di sisi Elmer.
"Kau beneran kecapean? Tapi kok sepertinya bukan ya? Jujur deh! Kau punya penyakit ya?" tanya Ergo sambil terus menatap wajah Elmer secara detail.
"Apa sih? Aku memang kecapean. Sudah Sanah kau pergi saja. Jangan ganggu aku!" Elmer benar-benar sedang tak ingin bertemu dengan Ergo apalagi berdebat. Tapi Ergo malah tak mau beranjak dari sana.
"Kau pasti punya penyakit kan?" tanya Ergo lagi yang masih belum menyerah.
Elmer yang sudah jengah tak mau lagi meladeni Ergo. Ia memilih untuk berdiri dan pergi dari sana.
"Sepertinya benar, Elmer pasti menyembunyikan penyakit nya. Tapi apa?"
*
*
Di ruang istirahat yang seadanya itu, Elmer merebahkan tubuhnya di tempat yang cuma beralaskan tikar dan satu bantal bulat saja. Laki-laki itu menatap ke langit-langit ruangan yang terbuat dari anyaman bambu.
Disana Elmer tidak sendirian, ada Sam yang duduk selonjoran juga dengan kepalanya yang bersandar ke tiang rumah yang terbaru dari kayu.
"Tidur saja kalau memang mengantuk, aku akan menjagamu agar tak ada orang yang mengganggu."
__ADS_1
"Kau pergi pun tak masalah Sam. Kau pasti lelah juga menjagaku di rumah sakit."
"Tidak terlalu, karena ada Ela yang bergantian denganku waktu itu."
"Ngomong-ngomong, Ela kemana ya? Aku belum melihatnya hari ini."
Sam mengangkat bahunya tidak tahu. Ia kan bukan bodyguard Ela yang selalu mengikuti kemanapun wanita itu pergi.
"Selama di rumah sakit, pasti banyak orang yang bertanya-tanya tentang sakit ku termasuk Ergo yang tidak percaya kalau aku kelelahan."
"Itu pasti. Maka dari itu, sebisa mungkin kau jangan sampai berinteraksi dengan wanita selain dengan Ela. Itu semua demi kebaikan mu sendiri."
"Aku sudah berhati-hati, tapi pasti akan selalu ada kejadian yang tak terduga kan? Dan kedatangan Bella waktu itu benar-benar tak terduga. Aku bahkan tak punya tenaga untuk menghindar. Mau meminta bantuan pun, kau tidak ada, Ela juga begitu. Kalau aku mendorong Bella pasti orang-orang akan menganggap aku orang yang kasar."
Sam menghela napasnya pelan. Elmer akan merasa serba salah.
"Kau benar, di posisi mu saat itu memang serba salah jadinya."
"Menurutmu apa aku bisa sembuh? Apa aku bisa jadi normal lagi?" Untuk beberapa saat Elmer jadi pesimis akan memiliki trauma itu selamanya.
"Kau pasti sembuh. Asalkan kau bisa melepaskan semuanya. Kau harus mencobanya."
"Aku akan istirahat. Kau boleh keluar untuk cari udara segar."
Elmer memiringkan tubuhnya dan memunggungi Sam.
Sam pun menurut saja dan menutup pintu ruangan itu sambil menempelkan kertas berisikan tulisan, "Dilarang masuk, Elmer sedang beristirahat."
Sam berjalan berkeliling lokasi tempat syuting. Ia mendengar ucapan-ucapan staf yang tak begitu menyukai Elmer.
"Huh! Benar-benar merepotkan, kita jadi harus terus menjadwalkan ulang syutingnya. Padahal kita sudah memikirkannya beberapa bulan lalu. Kalau saja Elmer tidak sakit, pasti syuting berjalan dengan lancar dan kita tidak perlu bekerja terlalu keras begini. Mana jadwalnya harus diselesaikan sampai sore nanti."
"Sabar, ini kan memang pekerjaan kita. Jangan banyak mengeluh, nanti kerjamu nggak berkah."
Sam membalikkan tubuhnya ketika salah satu dari mereka melihat ke arahnya, Sam tak ingin mereka melihatnya ada disana. Sam berjalan lagi ke tempat lainnya. Ia melihat Bella yang sedang dirias oleh MUA. Cuma sebentar saja melihat sudah membuat Sam mendidih emosinya. Alhasil, Sam langsung pergi lagi ke tempat lain.
Sam melihat Ela yang sedang duduk setelah selesai menyiapkan kostum untuk para aktris dan aktor. Sam menghampiri Ela.
"Eh, Sam, kok kau sudah ada disini? Bukannya Elmer akan keluar dari rumah sakit sore nanti?"
__ADS_1
Sam duduk di kursi plastik lalu menjawab pertanyaan Ela.
"Harusnya Elmer memang pulang nanti sore. Tapi kau tahu sendiri lah Elmer itu seperti apa. Dia memaksa ingin pulang cepat. Makanya Elmer bisa keluar lebih pagi dari yang seharusnya. Padahal disini pun Elmer tak melakukan adegan syuting karena baru akan mulai besok. Di bahkan sedang istirahat sekarang."
Ela menggelengkan kepalanya. Elmer benar-benar orang keras kepala.
"Ela, bolehkan aku tanya sesuatu?"
"Tanyakan saja," jawab Ela.
"Kau sudah menyukai Elmer belum?"
Ela terdiam. Sebenarnya jawabannya gampang hanya sudah dan belum. Tapi rasanya sulit sekali diucapkan oleh mulut Ela. Seolah-olah ingin menjawab sudah, tapi harinya masih ragu, dan ingin menjawab tidak, tapi nyatanya sudah.
"Kau masih ragu ya?" tanya Sam lagi.
"Entahlah," jawab Elmer.
"Aku hanya ingin mengatakan ini padamu. Elmer orangnya memang terlihat terlalu percaya diri apalagi sedikit narsis. Tapi harus kau ingat, kalau soal mencintai, dia adalah tipe orang yang setia. Asalkan jangan pernah kau menyakitinya saja."
Ela terdiam lagi. Lalu Sam bangkit dan pergi dari sana.
"Aku tahu Ela, kau masih bimbang. Aku harap kau segera menemukan keyakinan itu dan bisa bersama dengan Elmer. Aku yakin, dengan bersatunya kalian, sedikit demi sedikit apa yang terjadi ke Elmer akan menghilang."
Tanpa Sam sadari, Ergo sedang ada tak jauh dari sana. Laki-laki itu mendengar ucapan Sam.
"Apa yang terjadi ke Elmer akan menghilang?" Ergo mengucapkan kalimat terakhir yang diucapkan oleh Sam.
"Apa yang menghilang? Sialan! Si Elmer kenapa sih? Kenapa banyak sekali teka-tekinya. Kan bagus kalau aku tahu kelemahan Elmer, aku bisa membuat citranya buruk dan karier nya turun."
Ergo jadi semakin penasaran. Bahkan laki-laki itu sengaja datang ke tempat istirahat yang biasa digunakan oleh Elmer. Walaupun ada tulisan peringatan di depan pintu, Ergo tetap masuk ke dalam sana. Ia melihat Elmer yang tidur dengan posisi meringkuk seperti janin tanpa adanya selimut yang menutupi tubuhnya.
"Elmer, aku berjanji padamu, aku akan menemukan apa yang sengaja kau sembunyikan dari semua orang. Aku akan membongkarnya. Ingat itu!"
Setelah mengatakan itu, Ergo kelaut dari rumah istirahat Elmer dan melakukan aktivitasnya lagi.
*
*
__ADS_1
TBC