Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 46 - Kita memang jodoh


__ADS_3

Keesokan harinya, Elmer beraktivitas seperti biasanya. Syuting, syuting dan syuting. Apa yang terjadi semalam seolah membuat beban berat yang dipikul Elmer terasa lebih ringan.


Di tempat syuting, Elmer sedang beristirahat setelah melakukan beberapa adegan berbahaya. Ia terus mengelap keringatnya sendiri sambil melihat pemeran lain melakukan syutingnya.


Sam yang selalu berada di sisi Elmer, duduk di sebelah Elmer. Memberikan minuman untuk Elmer.


"Kau harus jaga staminamu. Jangan sampai kelelahan. Karena besok ada adegan yang lebih berbahaya dari ini. Salah kau juga sih, padahal sudah diberikan pemeran pengganti, tapi malah tidak mau," ucap Sam sambil sedikit mengomeli Elmer.


Elmer menanggapinya dengan tatapan mata yang tajam ke Sam. Kemudian mengelap keringatnya lagi.


"Aku tahu itu adegan berbahaya. Tapi kalau terus-menerus pakai pemeran pengganti, kasihan juga orangnya. Dia bahkan sudah beberapa kali ke rumah sakit karena terjun ke tempat yang salah," ucap Elmer tiba-tiba.


"Ya, ya, ya, aku harap nyawamu banyak seperti kucing." Sam mengambil makanan yang ada di atas meja lalu bertanya tentang Elmer yang semalam tidak ada di apartemen.


Elmer tampak sedikit memicing ke arah Sam.


"Semalam aku datang ke apartemen untuk mengambil barang yang ketinggalan. Tapi tak ada kau di dalam," ucap Sam memberitahukan.


"Jalan-jalan," jawab Elmer.


"Kemana? Jangan aneh-aneh deh! Kau ini suka sekali membuat masalah Elmer! Kau itu sudah jadi aktor besar. Setidaknya kalau mau pergi-pergi ajak aku kek atau siapa untuk menemanimu."


"Kau ini laki-laki tapi cerewet sekali. Lebih cerewet daripada wanita. Tenang saja, aku pergi ke tempat sepi kok. Tidak akan ada orang yang mengikuti ku juga," jawab Elmer dengan rasa percayanya.


"Kan bisa saja paparazi itu bersembunyi supaya tidak ketahuan olehmu Elmer! Cepat katakan semalam jalan-jalan kemana? Sama siapa?"

__ADS_1


"Kau ini berisik sekali. Aku malas jawabnya."


Elmer pun berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Sam.


Sam menunjukkan wajah kesalnya karena Elmer suka seenaknya saja. Ini juga, malah pergi-pergi sendiri.


"Huh! Sabar! Sabar! Menghadapi Elmer memang harus banyak sabarnya. Kalau tidak sabar tidak dapat pacar nantinya."


Sam menyemangati dirinya sendiri dan menahan emosinya. Kemudian mengikuti arah perginya Elmer.


Rupanya Elmer pergi ke mobil untuk beristirahat agar lebih leluasa. Sam pun bisa bernapas lega. Setidaknya ia tidak perlu menjaga Elmer secara ekstra.


*


*


Semua sudah duduk di tempat yang sudah disediakan di dalam ruangan itu. Drama dimulai dan memperlihatkan adegan pertama hingga adegan terakhir di episode pertama itu.


Suara tepukan tangan terdengar sangat keras dan senyum cerah terpancar dari semuanya. Karena akting Elmer dan pemeran lain sangat bagus. Mereka tinggal menunggu bagaimana respon penonton dan berapa rating dramanya.


Setelah sudah keluar, lagi-lagi tepukan tangan terdengar, karena rating-nya cukup tinggi yaitu 10%.


Semua orang senang terlebih lagi pihak produksi. Mereka memang tidak salah memilih pemeran utama. Elmer memang selalu membawa keberuntungan. Semua drama yang dibintangi Elmer selalu meraih rating tinggi.


Elmer yang sudah jengah berada disana, keluar dari ruangan dan memilih untuk berdiri di luar sambil melihat langit.

__ADS_1


Rupanya, Ela yang ikut menonton penayangan perdana itu pun ada di luar juga sebelum Elmer berada disana.


"Selamat, rating dramamu mencapai 10%. Angka yang cukup bagus. Semoga seterusnya bisa menaik," ucap Elmer.


Elmer tersenyum ke Ela.


"Kau mengikutiku kesini?" tanya Elmer.


"Yang benar saja, aku yang duluan berada disini. Mungkin kau yang mengikuti aku, iya kan?" tuduh Ela balik.


Elmer pun hanya tertawa. Karena yang kali ini ia datang tanpa mengikuti Ela. Ia kesana memang ingin karena di dalam terlalu berisik dan membuatnya bosan.


"Tidak juga. Itu berarti kita memang jodoh. Selalu dipertemukan tanpa disengaja."


Ela mendengus sebal. Kemudian hendak pergi dari sana, tapi Elmer mencegahnya dan meminta Ela untuk menemaninya saja disana.


Hanya saja Ela menolak dan langsung pergi. Lalu Bella pun datang kesana dengan tak tahu malunya berdiri di sebelah Elmer.


Karena belum berjalan terlalu jauh, Ela pun melihat kedatangan Bella dan ia pun mengurungkan niatnya untuk pergi sendiri. Kemudian menghampiri Elmer dan tanpa diminta, Ela menarik tangan Elmer untuk mengikutinya.


Elmer tidak menolak, ia malah merasa senang. Itu artinya Ela mulai peduli padanya. Ternyata menceritakan rahasia buruknya tidak seburuk yang ia kira.


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2