Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 91 - Saling jujur


__ADS_3

Hari berganti, di hari itu akan ada adegan antara Bella dan Elmer. Untungnya dalam adegan tersebut tak ada sentuhan sama sekali. Jadi sangat aman bagi Elmer.


Setelah syuting selesai, Elmer akan kembali ke ruangan istirahat tapi diikuti oleh Bella dengan langsung menyentuh tangan Elmer. Elmer mendadak jadi pusing dan ingin mual. Elmer melepaskan tangan Bella dan berlari ke kamar mandi.


Rupanya Bella masih mengikuti Elmer, ia khawatir karena tiba-tiba Elmer wajahnya berubah jadi pucat.


Sudah hampir 15 menit menunggu di luar, Elmer belum juga keluar dari kamar mandi. Bella jadi bertambah rasa khawatirnya. Sampai akhirnya Elmer keluar dengan wajah yang masih pucat dan tubuh yang lemah.


Bella langsung mendekatkan tubuhnya dan ingin membantu Elmer untuk beristirahat. Namun Elmer tidak mau. Hanya saja karena tubuhnya terlalu lemah, Elmer tak punya tenaga lagi untuk menepisnya sampai pada akhirnya ia bersentuhan lagi dengan Bella dan mengakibatkan Elmer pingsan seketika.


Bella jadi panik karena memang tidak tahu apa yang terjadi dengan Elmer. Ia menaruh kepala Elmer di pahanya. Ketika ada staf yang yang lewat, Bella meminta orang tersebut untuk memanggil Sam.


"El, El, bangun! Kau kenapa?" ucap Bella sambil menepuk pelan pipi Elmer.


Tak lama kemudian Sam datang dengan terengah-engah. Laki-laki itu langsung merubah posisi Elmer jadi dipapah olehnya. Sam kemudian menatap tajam ke arah Bella.


"Semua ini gara-gara kau! Kalau sampai Elmer kenapa-kenapa, aku tidak akan pernah membiarkan kau hidup enak. Ingat itu!"


Bella malah dibuat bingung, karena dia tak merasa bersalah akan pingsannya Elmer itu.


"Apaan sih? kenapa jadi nyalahin aku? Elmer kan pingsan sendiri? Nyebelin banget, cuma manager aja belagu!"


Bella keluar dari sana dan menghirup udara segar di luar.


Tanpa mereka ketahui, sedari tadi Ergo terus memperhatikan Elmer dan Bella sejak keduanya berinteraksi, sampai yang Elmer pingsan juga. Ergo merasa ada keanehan disana. Bisa-bisanya Elmer terlihat tidak baik-baik saja dalam beberapa detik kemudian. Benar-benar aneh. Meski terlihat aneh, di waktu itu Ergo tak terlalu memperdulikannya.


*


*


Elmer dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa keadaannya. Yang menemani Elmer disana cuma ada Sam saja, karena Sam belum ada waktu untuk menghubungi Ela atau keluarga Elmer.


Sekarang saja, ia mendapatkan banyak panggilan dari lokasi syuting. Sam menjelaskan kejadian Elmer yang pingsan dan mengatakan kalau Elmer kecapean dan kurang tidur. Padahal pada kenyataannya tidaklah seperti itu.


"Ya Tuhan, semoga Elmer cepat sadar."


Sam benar-benar berharap Elmer cepat sadar. Walaupun hanya kecil kemungkinannya. Jika sudah sampai pingsan, biasanya Elmer akan berhari-hari berada di rumah sakit.


"Kalau begini terus, kapan kau bisa sembuh Elmer?"

__ADS_1


Sam tampak tidak tenang. Kakinya terus gemetar karena khawatir dan cemas. Sampai sebuah telepon masuk ke ponselnya.


"Gimana keadaan Elmer? Apa dia baik-baik saja?" tanya Ela yang menelpon.


"Entahlah Ela aku tidak tahu. Sampai saat ini Elmer belum sadar juga."


Terdengar helaan napas dari Ela.


"Haruskah aku kesana?" tawar Ela.


Tentu saja tawaran Ela itu bersambut dengan baik dari Sam.


"Tentu saja kau harus kesini. Kau tahu sendiri, keberadaan mu benar-benar dibutuhkan oleh Elmer."


"Katakan saja dimana rumah sakitnya, aku akan segera kesana setelah urusan kostum selesai."


"Oke nanti aku kirimkan lewat pesan. Aku tunggu."


Ketika sambungan telepon sudah berakhir, Sam merasa sedikit lega. Setidaknya ia tidak repot sendirian karena masih ada Ela.


Lalu beberapa menit kemudian, ponsel Sam berdering lagi. Kali ini Tuan Sebastian lah yang menelpon.


"Elmer kemana Sam? Kenapa aku menelpon tak dijawab sama sekali?"


Sam agak gugup, ia bingung antara mau jujur atau bohong. Tapi pada akhirnya ia jujur juga.


"Sam baru selesai syuting Om. Sepertinya ponselnya tertinggal di ruang istirahat di dalam tas nya. Em, Om, Om jangan panik ya."


"Ada apa sih? Kenapa aku tidak boleh panik?"


"Ya, pokoknya Om jangan panik aja. Aku dan Ela disini akan menjaga Elmer."


"Apa sih? kenapa kau jadi buat aku berpikiran buruk?"


Sam pun akhirnya bercerita ke Tuan Sebastian tentang Elmer yang dirawat di rumah sakit karena ulah Bella. Tuan Sebastian jadi murka dan ingin segera melihat Elmer.


"Jangan Om! Om jangan kesini. Aku janji Elmer akan baik-baik saja."


"Bagaimana aku bisa tenang kalau Elmer masih belum sadar juga Sam? Aku tidak bisa membiarkan Bella selalu menganggu putraku terus."

__ADS_1


"Om kalau sampai Om kesini. Pasti orang-orang akan merasa curiga kalau Elmer punya penyakit parah. Aku sudah beralibi kalau Elmer cuma kelelahan dan kurang tidur. Please Om, percaya padaku."


Tuan Sebastian tampak menghela napasnya.


"Baiklah, aku percayakan Elmer padamu. Pokoknya jangan sampai Bella mengganggu Elmer lagi. Kalau bisa, tempatkan Ela terus di sisi Elmer."


"Siap Om."


Sambungan pun terputus. Sam akhirnya bisa bernapas lega. Ia benar-benar tidak menyangka kalau kedua putra Tuan Sebastian bisa jatuh cinta pada wanita seperti Bella yang padahal biasa-biasa saja. Sangat beda jauh kelasnya dengan Ela. Tapi, ya namanya juga cinta, katanya cinta itu kan buta.


Sam masih duduk di depan ruangan Elmer. Sebuah langkah kaki membuat Sam mendongak dan melihat Ela yang sudah berdiri di hadapannya.


"Elmer ada di dalam, kalau mau masuk, masuk aja. Aku akan tetap menunggu di luar."


Ela menggeleng dan memilih duduk di samping Sam. Ela ingin mendengar langsung kronologi pingsannya Elmer dari Sam.


Sam hanya menceritakan kalau dirinya dipanggil oleh staf karena diminta oleh Bella Jadi, Sam pun tidak tahu menahu, ia hanya tahu, kalau Bella pasti sudah menyentuh Elmer sampai pingsan. Apalagi posisi terakhir, Elmer yang berada di pangkuan Bella.


"Aku sangat tidak mengerti. Kenapa ada wanita setidak tahu diri seperti dia? Apa dia tidak punya kaca di rumah? Apa dia tidak sadar dengan apa yang telah diperbuatnya? Kenapa masih terus mengejar sesuatu yang sudah bukan miliknya lagi?"


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku hanya punya asumsi kalau Bella melakukan ini mungkin bukan karena cinta, tapi karena ia ingin bertambah kaya. Kau tahu sendiri lah, harta dari Evan saja sudah didapatkan oleh Bella. Kalau ditambah wanita itu bisa menaklukan Elmer, semua harta kekayaan keluarga Sebastian bisa jatuh padanya."


"Aku baru bertemu wanita seperti dia sepanjang aku hidup selama ini. Kali begitu aku masuk dulu."


Sam mengangguk.


Ela masuk ke dalam ruangan rawat Elmer. Ia melihat Elmer yang terbaring dengan lemas dengan alat bantu pernapasan yang terpasang di hidungnya. Meski ia belum memiliki cinta atau mungkin sudah, cuma belum sadar. Tapi ia merasa sedih kala melihat Elmer yang seperti itu.


Ela menarik kursi untuk duduk di sebelah ranjang Elmer. Ia melihat wajah Elmer dengan seksama. Kalau disuruh memilih, Ela lebih baik diganggu setiap hari daripada didiamkan dalam keadaan yang menyedihkan seperti ini.


"El, aku harap kau segera bangun. Lawan trauma mu. Aku yakin kau akan segera sembuh. Jangan mau kalah sama masa lalu, kau bisa menghadapinya, ada aku El. Ada aku yang akan membantu mu," ucap Ela sambil menggenggam tangan Elmer seolah sedang memberikan kekuatan.


Sam secara tiba-tiba sengaja membuka pintu kamar rawat Elmer. Ia mendengarkan ucapan semua ucapan yang diucapkan oleh Ela. Sebuah senyuman tercipta di bibir Sam.


"Cepatlah sadar El. Aku yakin cepat atau lambat kau akan segera official dengan Ela. Aku yakin dia pun sudah mencintaimu."


Sam langsung menutup pintu lagi.


*

__ADS_1


*


TBC


__ADS_2