Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 70 - Ketemu


__ADS_3

Suara Elmer terdengar sangat jelas di pendengaran Ela. Ela menghapus air matanya dan berteriak supaya Elmer menghampiri dirinya.


"Aku disini!"


Elmer pun mendengar suara Ela dan menyoroti Ela dengan senter dari ponselnya. Ketika ia melihat Ela, Elmer langsung memeluk wanita itu. Ia benar-benar bersyukur suka dipertemukan lagi dengan Ela.


Pelukan itu terlepas. Elmer menanyakan keadaan Ela.


"Kamu baik-baik aja kan? Ada luka nggak? Apa ada yang sakit?"


Ela menggeleng pelan.


"Beneran nggak ada?"


Ela menggeleng lagi. Elmer bernapas lega karena Ela memang terlihat baik-baik aja.


"Sekarang kita kembali ke tempat syuting."


Ela mengangguk. Sebelum itu, Ela mengucapkan terima kasih terlebih dahulu ke Elmer.


"Padahal aku tadi merasa sangat ketakutan. Apalagi tadi aku mendengar suara lolongan serigala. Aku benar-benar takut kalau hewan itu datang dan menyerang aku. Tapi ketika mendengar suara mu, rasa takut itu seakan menghilang. Terima kasih Elmer. Aku benar-benar berterimakasih. Aku benar-benar ceroboh karena nggak sadar kalau tersesat di jalan."


"Apa yang aku lakuin saat ini tidak sebanding dengan apa yang kau lakukan waktu-waktu lalu Ela. Bersamamu aku merasa menjadi orang normal. Ayo kita harus segera kembali, baterai ponselku sudah hampir melemah."


Ela dan Elmer pun pergi dari sana dengan saling berpegangan tangan. Di tengah jalan ia berpapasan dengan Ergo juga staf yang membantu mencari Ela. Mereka semua merasa lega. Lalu ikut pergi bersama menuju ke tempat syuting.


"Kenapa harus kau yang menemukannya si Elmer?" kesal Ergo ketika melihat Ela ditemukan oleh Elmer. Apalagi kedua tangan Elmer dan Ela saling bergandengan membuat Ergo kesalnya bertambah.


"Jalan lihatnya ke depan, jangan ke belakang terus. Nanti kalau kau tersandung baru tahu rasa!"


"Diam! Banyak bicara kau!"


Dan benar saja, apa yang diucapkan Elmer terjadi juga. Ergo tersandung ranting pohon yang ada di jalan. Untungnya laki-laki itu langsung ke sikap waspada jadinya tidak sampai terjatuh.


"Apa aku bilang!"


Ergo mendengus sebal lalu mempercepat langkahnya. Ia merasa sedikit malu di hadapan Ela.


"Kenapa kalian terlihat sangat tidak akur?" tanya Ela ke Elmer.


"Entah, padahal aku pun tidak tahu. Semuanya berawal dari Ergo yang suka cari gara-gara."


*


*


Ela sudah sampai di tempat syuting. Ia langsung diberikan teh hangat oleh Sam dan diberikan selimut juga.


"Pasti kau tadi kedinginan disana. Tapi kalau boleh tahu kenapa bisa kesasar sih Ela? Kita semua khawatir."

__ADS_1


"Maaf, aku benar-benar minta maaf. Apa gara-gara kalian semua mencari ku, syutingnya jadi terganggu?"


Elmer menggeleng sementara Sam menjelaskan.


"Bisa dibilang hampir, tapi kata sutradara Elmer memberikan solusi untuk melakukan adegan scene pemain yang lain dulu. Jadinya semua aman-aman saja."


Sam berkata seperti itu agar Ela tidak merasa bersalah. Lalu ia melihat ke arah Elmer.


"Kau tidak apa-apa kan?Tidak ada yang luka? Soalnya 1 jam lagi kau akan melakukan syuting."


"Iya, aku baik-baik saja dan tidak ada yang terluka. Tolong temani Ela dulu. Aku mau ganti pakaian."


Sam mengangguk. Lalu Elmer pun pergi meninggalkan keduanya.


Ela dan Sam saling terdiam awalnya sampai Sam duluan yang mulai bicara.


"Kau tahu Ela, Elmer benar-benar khawatir padamu. Dia sampai bertanya ke banyak orang untuk mencari mu. Dia bahkan kekeuh ingin ikut mencari mu padahal sudah ada beberapa staf yang sudah turun mencari mu. Apa sampai sekarang kau masih belum menerimanya? Sejujurnya aku memang tidak berhak ikut campur urusan kalian. Tapi, aku hanya ingin kau melihat bagaimana perjuangannya. Tidak mudah sama sekali untuk Elmer."


Ela terdiam memikirkan perkataan yang keluar dari mulut Sam. Ia benar-benar tak menyangka Elmer bisa seberjuang ini untuknya.


"Apa jika aku masih ingin melihat kesungguhannya, itu artinya aku egois?"


Sam menggeleng, "Tidak, kau berhak memikirkannya juga. Tapi jangan terlalu lama. Kau tahu kan rasa cinta itu bisa saja pudar seiring berjalannya waktu. Bisa juga bertumbuh seiring berjalannya waktu juga."


Ela terdiam lagi. Ia benar-benar belum siap jika harus memulai hubungan dengan Elmer jika hatinya belum yakin.


Ela meneguk teh hangat yang diberikan Sam.


"Oh, iya, tadi kembaranmu menelpon ku. Katanya kau tidak bisa dihubungi."


"Ah, ponselku mati. Mungkin karena itu. Memangnya dia bilang apa?" tanya Ela yang merasa heran. Bisa-bisanya Rendra menelpon Sam.


"Cuma ingin tahu keadaanmu sepertinya. Tapi aku kan tidak mungkin bilang kalau kau tadi menghilang. Bisa gawat semuanya."


Seketika Ela terdiam. Mungkin Rendra menelpon karena merasakan perasaan tidak enak. Apalagi Ela tadi benar-benar sangat ketakutan.


"Kalau gitu aku mau masuk ke dalam dulu untuk mengisi daya ponselku."


*


*


Ela mengisi daya ponselnya, ketika sudah terisi sampai 20 persen. Ia menyalakannya dan langsung menghubungi kembarannya.


"Ela! Kau dari mana aja sih? Kenapa dihubungi susah sekali?"


Ela langsung mendapatkan semprotan kekesalan dari Rendra.


"Maaf, baterai ponselku mati tadi."

__ADS_1


"Kau tidak apa-apa kan?"


"Ya, aku baik-baik saja Rendra."


"Jangan bohong! Tadi perasaanku tidak enak. Tiba-tiba aku merasakan ketakutan dan aku langsung teringat kau. Kau tidak bisa bohong padaku, Ela!"


"Aku baik-baik saja. Jangan khawatir."


Terdengar helaan napas dari Rendra.


"Terserah lah, kau memang selalu begitu kalau ditanya. Ingat kita ini kembar, aku bisa merasakan apa yang kau rasakan Ela. Selama ini aku hanya berpura-pura tidak tahu apapun. Please, tell me when you feel bad feeling."


"Untuk saat ini, aku belum bisa cerita. Aku harap kau hargai itu. Sudah dulu ya. Aku mau mandi dulu."


Ela menutup sambungan telepon tersebut sambil menatap ke ponselnya. Ia baru sadar kalau Rendra selama ini hanya berpura-pura saja. Bahkan kembarannya terkadang terkesan tak peduli padanya. Tapi ternyata, semuanya Tidka seperti yang Ela bayangkan.


Ela meletakkan ponselnya kemudian kedua tangannya menutupi wajahnya dan ia menitikkan air mata.


*


*


Pagi menyapa, terdengar suara kicauan burung yang begitu nyaring. Ela membuka matanya dan bergegas keluar. Ia melihat beberapa staf dan kru yang sudah bangun dan sedang bersiap-siap untuk menyusun set syuting di hari itu.


Ela melihat ke arah hutan pinus yang begitu rimbun sambil meletakkan kedua tangannya ke belakang.


"Semalam aku tersesat di dalam sana. Kalau sampai aku tidak ditemukan. Mungkin aku bisa kedinginan dan ketakutan sepanjang malam."


Ela melihat ke arah lain, ia melihat beberapa pemeran lain sedang berolahraga pagi. Sampai sebuah tangan memegang pundaknya, membuat Ela benar-benar terkejut dan hampir saja memukul orang tersebut.


"Ini aku Ela."


"Makanya jangan ngagetin orang kaya gitu."


Hanya dibalas dengan cengiran oleh Elmer.


"Udara pagi hari ini seger banget ya? Beda sekali dengan di perkotaan tempat kita tinggal, yang panggilnya saja sudah ada polisnya."


"Ya, namanya juga perkotaan."


"Ya memang, kalau disuruh pilih, aku ingin tinggal di lingkungan seperti ini. Menua bersama dengan orang yang aku cintai."


Elmer mengatakan hal tersebut sambil memandang ke arah Ela.


*


*


TBC

__ADS_1


__ADS_2