
Waktu terus berlalu, karena padatnya jadwal syuting, Elmer tidak bisa pergi diam-diam untuk melihat Ela dari jauh. Ia selalu cemberut di sela-sela syutingnya. Tapi sebuah kabar baik pun muncul hingga ia bisa menyunggingkan senyumnya.
Ya, acara launching brand terbaru milik Ela akan dilaksanakan beberapa hari ke depan. Elmer didapuk jadi model utama di acara pagelaran busana itu.
"Kapan acaranya? Apa aku perlu gladi resik dulu? Apa aku harus melihat desain pakaiannya dulu? Apa ... "
"Stop!"
Sam memotong pertanyaan Elmer yang tidak terkendali itu. Ia duduk di hadapan Elmer dan menjelaskan apa saja yang akan dilakukan Elmer ketika acara itu.
"Ada gladi resik, tapi itu 2 jam sebelum acara dimulai. Kau hanya perlu datang di saat itu sampai acara selesai."
Elmer jadi cemberut. Ia pikir akan ada breafing dulu sebelumnya. Kan ia jadi bisa bertemu Ela. Tapi nyatanya tidak.
"Ya, oke deh," balas Elmer lagi.
*
*
Hari yang ditunggu-tunggu Elmer pun tiba. Ia dan Sam datang dua jam lebih awal untuk melakukan gladi resik nya. Ketika Elmer akan dibantu untuk memakai pakaian oleh karyawan wanita disana. Elmer menolaknya dan ingin Ela yang membantunya.
Karyawan wanita itu tak bisa menolak keinginan Elmer, karena Elmer adalah model utamanya. Karyawan itu memberitahukan apa yang diucapkan Elmer tadi.
Ela yang sedang sibuk menyiapkan acaranya, mau tak mau menuruti keinginan Elmer. Karena kalau sampai Elmer tak mau jadi model utamanya, gagal sudah acaranya.
Ela datang dengan menyilangkan tangannya di depan dada sambil menatap tajam ke arah Elmer.
Berbeda dengan Elmer, laki-laki itu justru tersenyum ketika melihat Ela datang.
"Bagus, akhirnya sang pemilik brand datang juga. Aku memang sudah yakin 100 persen kau tidak bisa mengabaikan ku begitu saja. Aku ini orang penting di acaramu," ucap Elmer dengan percaya dirinya.
Ela berdecak kesal. Karena apa yang diucapkan Elmer memang benar.
__ADS_1
"Cepat! Bantu aku pakai baju ini," pinta Elmer sambil menunjuk pakaian yang digantung di sebelahnya.
"Kau ini model banyak maunya. Apa salahnya sih dibantu berpakaian oleh karyawanku?" tanya Ela tapi tangannya mengambil pakaian yang ada di sebelah Elmer.
"Sudah aku katakan, hanya kau wanita yang tidak membuat aku sakit."
"Jangan mulai lebai lagi deh!"
Ela mulai melepaskan satu per satu kancing kemeja yang Elmer pakai. Pas nya di ruang ganti itu hanya ada mereka berdua. Karena Sam sudah bertugas di depan pintu untuk melarang siapa pun untuk masuk. Benar-benar kombinasi kerja sama yang bagus.
"Tanganmu," ucap Ela ketika ingin melepaskan tangan Elmer dari kemeja itu.
Ketika kemeja itu sudah terlepas terlihatlah bagian tubuh atas Elmer yang sangat indah. Dada bidang, perut kotak-kotak serta otot yang terlihat menyempurnakan postur tubuh atletis dari Elmer.
"Kau tidak terpesona melihat perut kotak-kotak milikku?" tanya Elmer.
"Aku sudah sering melihat yang seperti ini. Kakakku laki-laki semua dan mereka bertubuh atletis seperti mu," jawab Ela sambil memakaikan pakaian yang akan dikenakan Elmer untuk peragaan busananya.
"Tapi kan itu beda. Aku bukan kakakmu. Aku laki-laki yang tidak ada hubungan darah denganmu," ucap Elmer lagi.
Membuat Elmer sedikit mengerucutkan bibirnya.
Ketika Ela mengancingkan pakaian yang dikenakan Elmer, ia terlihat begitu fokus. Elmer jadi kesal sendiri dan ia pun mengambil kesempatan untuk merengkuh pinggang Ela.
"Singkirkan tanganmu! Atau wajahmu aku pukul?" ancam Ela.
"Memangnya kau berani?" tantang Elmer dengan senyum seringainya.
Ela jadi mendongak dan menatap tajam mata Elmer.
"Mungkin sekarang aku tidak berani, tapi entah suatu saat nanti. Wajahmu sekarang adalah aset berguna," ucap Ela.
Elmer tersenyum tipis.
__ADS_1
"Jangan galak-galak! Kau ini cantik tapi galak. Tapi aku suka yang sepertimu sih, tidak gampangan. Cuma ya jangan keterlaluan juga. Aku sudah menyatakan cintaku beberapa kali, tapi tetap saja belum ada jawabannya. Jangan terus mengira itu sebuah candaan Ela."
"Sudah selesai, aku akan kembali ke ruanganku," ucap Ela ketika telah selesai membantu Elmer bersiap.
Tapi, ketika Ela akan pergi, tangan Ela ditarik hingga ia jatuh ke pelukan Elmer.
"Kau bisa mendengar seberapa cepat jantungku berdetak saat bersamamu kan? Apa dengan ini, kau bisa percaya?" tanya Elmer.
Ya, Ela bisa mendengarnya. Bahkan sangat cepat.
Deg, deg, deg, deg.
Ela berusaha melepaskan pelukan itu. Ketika terlepas Ela malah mengatakan kalau cepatnya jantung Elmer berdetak bukan karena dirinya.
"Mungkin itu terjadi karena kau gugup, bukan karena aku. Coba kau selami lagi."
Lalu Ela pergi meninggalkan Elmer sendiri disana. Elmer dibuat bingung dengan Ela yang tak sedikit pun tertarik padanya. Apa kurangnya dirinya? Tampan? Sudah pasti bahkan semua wanita di dunia ini mengakui dirinya orang paling tampan. Kaya? Bahkan dilihat dari kepopulerannya sebagai aktor pun bisa dipastikan Elmer kaya. Apalagi ditambah ia adalah pewaris perusahaan ayahnya.
Sam pun masuk ke dalam ketika Ela sudah pergi. Ia melihat wajah Elmer yang kusut seperti baju yang belum disetrika. Bahkan lebih kusut dari biasanya. Padahal ia baru saja bertemu dengan wanita yang dicintainya.
"Kenapa lagi? Apa Ela menolakmu lagi?"
Elmer tak menjawabnya. Sam pun sudah tahu jawabannya.
"Mungkin ada luka di masa lalu Ela. Makanya ia tidak mudah membuka hati untuk laki-laki? Sama seperti dirimu yang awalnya anti wanita?" ucap Sam asal.
Tapi Elmer malah terus terpikirkan apa yang dikatakan Sam.
Mungkinkah benar apa yang dikatakan Sam itu? Apa Ela punya trauma juga di masa lalu? Tapi, kata Tante Naya, Ela kan tidak pernah dekat dengan laki-laki bahkan tak pernah mengajaknya ke rumah. Ah, pusing jadinya.
*
*
__ADS_1
TBC