Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 50 - Izinkan aku disini menemanimu


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, syuting Elmer yang ada di luar kota sudah selesai. Ia bahkan kini sedang mengistirahatkan diri dengan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Sudah sebulan, ia tak bertemu dengan Ela. Elmer sungguh penasaran bagaimana sikap wanita itu nantinya ketika bertemu dengannya lagi. Apakah dia kan terkejut, mengatakan kata rindu, atau bahkan biasa saja.


Elmer menyalakan ponselnya yang sudah terisi baterai. Ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari ayahnya. Juga beberapa pesan dari rekan sesama artisnya. Tapi, tak ada satu pun pesan atau panggilan dari Ela. Elmer jadi kesal sendiri.


"Dia apa nggak rindu? Aku saja sudah ingin bertemu dengannya. Kalau saja tenagaku terisi penuh, aku pasti sudah memberanikan diri untuk datang ke rumahnya."


Meski sebenarnya sudah ngantuk berat, Elmer menelpon Ela. Untuk panggilan pertama, tidak ada jawaban sama sekali. Elmer pun mencoba lagi sampai panggilan teleponnya diangkat.


"Halo, ada apa?" tanya Ela yang kini sudah menjawab panggilan dari Elmer.


Elmer yang sudah rindu berat mengalihkan panggilan suara ke video. Lalu memperlihatkan senyuman manisnya meski matanya sudah kehabisan baterai.


"Ternyata masih sama," ucap Elmer yang membuat Ela kebingungan.


"Sama apanya?"


"Wajahnya, masih sama seperti wanita yang aku cintai. Ya walaupun kelihatan lebih cantik."


Jika wanita di luar sana pasti akan histeris dan kesenangan karena dipuji oleh aktor terkenal dan tampan, Ela justru berbeda. Ia malah tidak suka.


"Aku sudah tahu, dan aku tidak butuh pujian."


Elmer tersenyum kecut. Benar-benar masih sama. Sama-sama susah dirayu dan belum luluh oleh dirinya.


"Sudah ya, aku matikan, masih ada proyek yang harus aku kerjakan."


"Eh, eh .. tunggu dulu ... " ucapan Elmer tak sampai selesai, karena Ela lebih dulu mematikan panggilannya.


"Benar-benar menyebalkan! Padahal rinduku masih belum terobati. Bisa-bisanya dia matikan sepihak begitu saja. Baru kali ini seorang aktor terkenal diabaikan seperti ini. Ela benar-benar wanita yang berbeda. Awas saja, aku akan terus berjuang supaya bisa mendapatkan hatimu."


*


*

__ADS_1


Esok paginya, Ela sudah sampai di butiknya. Kali ini tak ada bunga yang biasanya tergeletak di depan butiknya. Awalnya sempat heran tapi ia pun tak mau memikirkannya juga. Ketika pintu butiknya sudah terbuka dan akan masuk ke dalam, Ela dikejutkan dengan kedatangan Elmer dengan membawa bunga di hadapannya.


"Astaga! Mengagetkan tau nggak!" ucap Ela yang terkejut. Apalagi Elmer datang dengan pakaian yang serba hitam. Mengenakan topi, kacamata juga masker hitam juga.


Elmer hanya terkekeh pelan sambil menyodorkan bunganya supaya diterima oleh Ela.


"Terima dulu bunganya, aku sudah pegal memegangnya."


"Nggak usah ngasih kalau gitu," jawab Ela ketus sambil mengambil bunga yang dikasih oleh Elmer.


"Senyum dikit kek! Jutek banget, heran!"


Ela tak menanggapinya, ia langsung masuk aja ke dalam butiknya. Lalu menaruh bunga yang dikasih Elmer tadi ke dalam vas yang sudah ada airnya. Ia mengganti bunga yang layu itu dengan yang baru.


Elmer mengikuti Ela masuk ke dalam dan membuka masker juga kaca matanya. Ia tersenyum senang ketika melihat Ela tak membuang bunga yang dikasihnya.


"Ternyata dia tahu caranya menghargai pemberian orang."


Langkah kaki Elmer terus berjalan menuju ke ruangan kerja Ela. Apalagi pintunya yang terbuka membuat Elmer masuk saja dengan bebasnya. Elmer dibuat takjub dengan beberapa desain pakaian yang dibuat oleh Ela. Ia bahkan menyentuh pakaian tersebut dan merasakan lembutnya kain yang digunakan sebagai bahan pakaian tersebut.


"Ngapain disini? Bukannya pulang aja! Seorang aktor pasti sibuk dengan proyek-proyek film atau series nya," ucap Ela yang baru sadar ternyata Elmer ikut masuk juga.


"Aku libur kerja hari ini, ingin refreshing dan cari suasana baru. Dan aku menemukannya disini. Untuk hari ini saja, izinkan aku disini menemanimu bekerja. Aku ingin tahu bagaimana cara kerja seorang desainer ternama. Siapa tahu nantinya aku akan memerankan karakter sebagai seorang desainer, jadi aku tidak harus banyak tanya-tanya lagi dan belajar."


"Terserah," jawab Ela yang malas berdebat dengan Elmer. Laki-laki kalau dilarang akan semakin dilakukan. Jadi, percuma saja Ela melarangnya.


Ela bekerja seperti biasanya, ia tidak terganggu dengan kehadiran Elmer. Sebenarnya terganggu sih, cuma Ela lebih memilih untuk diam saja. Tapi ketika, Elmer mulai merusuh dengan mencabut kertas desain pakaian dari dinding, Ela mulai tak bisa diam saja. Ela langsung menarik tangan Elmer dan membawanya keluar dari ruangannya.


"Santai dong!"


"Nggak! Aku nggak bisa santai denganmu! Lebih baik kau pulang dan pergunakan waktu liburmu untuk beristirahat, daripada mengganggu pekerjaanku disini."


"Hih! Siapa yang ganggu coba? Orang cuma mau nemenin kok," ucap Elmer berkilah.

__ADS_1


Ela memegang kepalanya karena pusing. Habis bagaimana lagi menanggapi laki-laki macam Elmer begini.


"Pusing? Minum obat sana!" perintah Elmer yang mengira Ela sakit kepalanya.


Tapi Ela malah mendorong Elmer untuk keluar dari butiknya. Untungnya, ketika sudah sampai luar, jalanan dekat butik masih sepi pengunjung karena masih agak pagian. Elmer buru-buru memakai kacamata dan maskernya agar tidak diketahui orang.


"Sudah tahu aktor terkenal, malah keluar rumah dengan seenaknya. Kau tahu kan? Apapun yang kau lakukan pasti akan selalu diperhatikan orang lain, aku tidak mau jadi bahan gosip lagi."


Mau tidak mau, Elmer pun pergi dari butik dengan masuk ke dalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari butik.


Di perjalanan, Elmer menelpon Sam untuk mengatur ulang jadwalnya.


"Apanya yang mau diatur ulang sih? Jadwal mu sudah full di mulai dari besok. Jangan aneh-aneh deh! Jangan suka bikin aku harus kerja berulang kali!"


"Aku belum bilang loh, kau sudah kesal begitu aja!" balas Elmer.


"Habisnya semua permintaanmu pasti akan menyusahkan ku."


"Makanya dengerin dulu! Besok aku mau jadwal kerja pagiku dikosongkan, aku mau syuting dimulai di siang hari. Mengerti kan?"


Terdengar helaan napas dari panggilan suara tersebut.


"Sudah kuduga, kau pasti akan menyusahkan ku."


"Udah nurut aja kenapa sih? Lagian tinggal telepon pihak terkait dan mundurkan jadwal apa susahnya? Pokoknya aku mau paginya kosong nggak ada jadwal titik. Bye."


Elmer mematikan teleponnya dan fokus menyetir supaya cepat sampai ke apartemennya.


Setibanya di apartemen, Elmer duduk di sofa lalu menyalakan televisi untuk menonton serial drama yang sedang on going. Tanpa ia ketahui, rupanya drama tersebut dibintangi oleh Bella sebagai pemeran second female. Ketika melihat kemunculan Bella, Elmer langsung mengganti tontonannya ke acara yang lain.


Laki-laki itu sudah terlanjur membenci dan tak ingin melihat lagi wanita yang pernah membuatnya terluka di masa lalu.


*

__ADS_1


*


TBC


__ADS_2