
Berita tentang Ela adalah anak dari Richard Kavindra pun mulai tersebar ke media sosial. Bella jadi kesal sendiri dengan tingkah bodohnya. Seharusnya ia mencari tahu dulu lebih detail mengenai siapa Ela sebenarnya.
"Argh! Sialan! Aku kira dia hanya wanita biasa! Rupanya dia berasal dari keluarga terpandang! Sial! Sial! Sial!"
Saking kesalnya, Bella sampai melemparkan semua barang yang ada di kamarnya. Hingga Tuan Sebastian pun menggedor-gedor pintu kamar Bella.
"Bella! Buka pintunya!" teriak Tuan Sebastian.
"Mau apa lagi sih papa," gumam Bella kemudian membuka pintu kamarnya.
Plak!!
Sebuah tamparan melayang ke pipi kanan Bella. Tuan Sebastian sudah tidak bisa lagi menahan emosinya. Ia benar-benar muak dan kesal pada menantunya. Seharusnya ia memang tidak boleh kasar pada wanita. Tapi, ini benar-benar sudah kelewatan. Apalagi nama Ela dibawa-bawa ke dalamnya. Calon menantu yang ia idam-idamkan.
"Pa! Kenapa papa menamparku!?" tanya Bella yang kemudian memegang pipinya yang telah ditampar.
"Kau memang pantas mendapatkannya supaya kau sadar atas apa yang kau lakukan! Kau sudah melakukan sesuatu di luar batas! Kau mau mencoreng nama baik anakku? Hah! Dengan berita bohong yang kau ucapkan pada wartawan?!"
Bella meringis. Kemudian membalas ucapan mertuanya itu.
"Apanya yang berkata bohong? Aku memang kekasih Elmer pa. Bahkan tidak pernah ada kata putus di antara kami dulu. Mengenai rencana pernikahan itu memang benar adanya. Anak papa yang satu itu dulu juga mengajak aku untuk menikah!"
Tuan Sebastian geram sekali dengan menantunya. Bagaimana bisa Bella tidak merasa bersalah dan menyesal sama sekali? Ia bahkan malah membuat Elmer untuk terjerat olehnya lagi.
"Sadar Bella sadar! Kau sudah mencampakkan anak keduaku dan menikah dengan anak pertamaku! Apa pantas kau mengatakan hal seperti itu. Bukankah semuanya sudah berlalu sangat lama?! Cepat kau jelaskan pada wartawan! Kalau apa yang kau katakan semuanya adalah bohong!"
"Tidak mau!" bantah Bella.
Tuan sebastian kesal sekali. Ia bahkan sudah mengepalkan tangannya. Rasanya, ia ingin menonjok wajah Bella di hadapannya ini. Namun, sebuah tamparan saja sudah membuatnya bersalah karena telah berbuat kasar pada wanita. Alhasil, Tuan Sebastian hanya pergi dalam diamnya.
Bella pun langsung masuk lagi ke dalam kamarnya.
*
__ADS_1
*
Naya yang ada di rumah dibuat khawatir dengan berita yang ada di televisi. Ia khawatir anaknya akan digeruduk oleh masa.
"Ya Tuhan, semoga Ela baik-baik saja."
Mengenai berita itu, seluruh keluarga Kavindra sudah mengetahui semuanya. Ketiga laki-laki di keluarga Kavindra justru langsung turun tangan untuk meredam berita itu. Mereka bahkan langsung mengakuisisi perusahaan media yang memberitakan tentang Ela dan mulai memecat pegawai yang menulis berita tentang Ela. Tak hanya itu, perusahaan media itu bahkan merilis berita baru yang mengatakan kalau Elmer adalah anak kedua dari Tuan Sebastian. Itu artinya, Elmer adalah adik ipar dari Bella.
Berita jadi booming dan anggapan netizen langsung berubah begitu saja.
"Pantas saja Elmer menyayangi anak Bella, wajar saja kan anak Bella adalah ponakannya sendiri."
"Ya ampun, berita macam apa ini? Aku benar-benar tidak menyangka rupanya aktor terkenal itu adalah anak dari pebisnis terkenal?"
"Mungkin saja Bella yang mengejar-ngejar Elmer setelah kepergian suaminya. Dasar wanita gatel. Jangan-jangan dia yang orang ketiga di hubungan Elmer dan Ela?"
Berita itu semakin viral dan terus digoreng-goreng oleh netizen. Hingga Elmer pun tahu semuanya. Ia hanya bisa menghela napasnya. Padahal ia sudah bersusah payah menyembunyikan identitas aslinya. Tapi, apa mau dikata, mungkin ini lebih baik daripada berita yang sebelumnya.
"Apa itu tidak apa-apa bagimu?" tanya Sam ketika sedang mengendarai mobilnya.
"Apa kau tidak ingin tahu siapa yang menyebarkan berita ini? Kalau ingin, aku akan mencari tahunya sampai dapat," tawar Sam.
Elmer menggeleng.
"Sepertinya aku tahu siapa yang membuat beritanya. Yang pasti bukan Ela. Mungkin saja ayah atau kakak-kakaknya," jawab Elmer.
Di dalam hatinya, Sam mengumpat.
Aku lupa, ada banyak laki-laki yang harus ditaklukan Elmer di keluarga Kavindra. Apa jadinya kalau ternyata keluarga Ela tidak menyukai Elmer? Apalagi dengan berita yang viral sebelumnya? Haish! Semua ini gara-gara Bella!
Mobil terus melaju hingga sampai di tempat tujuan. Elmer masuk ke dalam butik Ela dengan mengenakan masker. Ia tadi keluar dari apartemennya dengan penampilan culunnya. Namun, ketika ia sudah memasuki mobilnya, ia mencopot semuanya dan menjadi dirinya.
Ela sedikit terkejut ketika melihat Elmer yang ada di butiknya. Meski wajahnya tertutup masker, Ela tahu kalau laki-laki di depannya ini adalah Elmer dari alis tebal laki-laki itu.
__ADS_1
"Mau apa kau kemari?" tanya Ela dengan ketusnya.
"Sudah membuat berita membawa nama-namaku. Kau malah tidak melakukan klarifikasi apapun. Cih! Dasar pengecut!"
Elmer tidak bisa membantah itu. Ia sadar ia memang pengecut. Laki-laki itu malah duduk di sofa dan membuka maskernya.
"Maaf."
Itulah kalimat yang Elmer ucapkan. Membuat Ela jadi melongo. Sejak kapan laki-laki di hadapannya ini bisa mengucapkan kata maaf? Mengucapkan terima kasih saja tidak pernah, padahal ia sudah menolongnya beberapa kali.
"Sudah, pergilah dari sini. Aku tidak mau nanti fans mu ada yang melihatnya dan malah melabrak ku lagi. Aku bukannya takut sama mereka. Aku hanya takut mereka yang akan babak belur olehku," ucap Ela.
Namun, Elmer tak bergeming sama sekali. Laki-laki itu malah meraih tangan Ela dan mengelusnya pelan. Membuat Ela merinding seketika dan langsung menghempaskannya begitu saja.
"Aku senang kau baik-baik saja. Aku sudah khawatir dan takut kalau kau akan menangis di pojokan karena banyak wartawan dan fans ku yang berkerumun di depan butikmu."
"Mana ada aku menangis di pojokan. Memangnya aku selemah itu apa!" sahutnya dengan kesal.
Elmer langsung tersenyum mendengarnya.
"Benar, aku lupa kalau kau adalah Ela, wanita menyebalkan yang bahkan sama sekali tak mengakui ketampananku. Kenapa aku harus khawatir ya?" ucapnya malah membuat Ela kesal karena dibilang wanita menyebalkan.
"Sana pergi saja! Kau mengganggu suasana hatiku tahu!" usir Ela dengan tangannya yang terus menarik tubuh Elmer agar mau bangkit dari duduknya.
Tapi hal itu justru membuat Ela malah ditarik dengan keras dan jadi terduduk di pangkuan Elmer.
"Ela, apa kau belum bisa menawarkan diri untuk jadi tameng pelindungku? Sampai kapan aku harus menunggunya?" tanya Elmer ketika ia dan Ela berhadapan muka.
Ela langsung saja menghindar dan berdiri dari posisi tadi. Ela malah memilih masuk ke dalam ruangannya. Wanita itu tak peduli apa Elmer akan pulang ke rumahnya atau tetap berada di butiknya.
*
*
__ADS_1
TBC