Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 63 - Kaulah obatku, penyembuhku


__ADS_3

Di lokasi syuting yang biasanya terasa damai, sudah tak lagi sama semenjak Ergo bergabung ke projek yang sama dengannya. Elmer, laki-laki itu merasa terganggu dengan hadirnya Ergo yang selalu berpura-pura akrab dan kenal dekat dengannya demi citranya.


Seharusnya ia tak terlalu peduli akan itu semua. Tapi kenyamanan jadi terganggu karena ketika ia masuk ke lokasi syuting, banyak sekali wartawan yang terus bertanya tentang Ergo padanya. Sangat-sangat menjengkelkan.


Elmer duduk di kursi dengan menyilangkan salah satu kakinya sementara tubuhnya dibiarkan bersandar di sofa. Ia ingin menikmati istirahat di sela-sela syutingnya yang padat.


Namun, baru beberapa detik memejamkan mata. Ada wartawan yang masuk entah darimana. Sialnya, wartawan itu adalah seorang wanita. Elmer sudah tertangkap basah telah membuka matanya. Si wartawan itu pun langsung mendekat ke Elmer dan bertanya banyak hal.


"Elmer, bisakah saya bertanya tentang Ergo? Apa alasan dia kembali ke negaranya sendiri dan comeback di dunia hiburan dengan beradu akting denganmu? Bisa dijelaskan!"


Mau si wartawan bertanya apapun tentang Ergo. Elmer tak akan menjawabnya, karena memang ia tak tahu menahu soal rivalnya itu. Ia bahkan tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Ergo.


Elmer pun memilih untuk berdiri dan menghindar dari si wartawan. Sayangnya, lengan Elmer keburu disentuh oleh wartawan itu. Elmer jadi mematung sejenak, kemudian merasakan panas dingin dan perutnya mual seketika. Elmer bahkan mendorong wanita itu untuk menjauh darinya sampai terduduk di lantai.


Perutnya seakan diputar-putar. Kepalanya jadi pusing, tubuhnya pun terasa sangat lemas. Elmer sudah berada di toilet sekarang. Ia berjuang untuk menahan sakitnya itu.


*


*


Sam mencari keberadaan Elmer yang tiba-tiba menghilang dari pandangannya. Ia ingat betul, kalau Elmer bilang ingin istirahat sebentar, tapi Sam tidak berpikir Elmer akan istirahat di tempat lain yang tidak berada di dalam jangkauannya.


"Ah, sial! Dimana sih kau Elmer!"


Sam terus mencari-cari ke segala penjuru tempat syuting sampai ia menemukan seorang wanita yang terduduk di lantai. Ia langsung membantu wanita itu. Matanya langsung terkejut ketika melihat tanda pengenal dari wanita itu yang ternyata seorang wartawan. Bagaimana bisa dia masuk? Lewat mana? Hanya pertanyaan itulah yang ada di pikiran Sam.


Sampai si wanita itu pun mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


"Kau managernya Elmer kan? Apa sikapnya memang seperti itu kalau di luar kamera?"


Sam yang tidak mengerti arah pembicaraan hanya mampu menaikan alisnya bingung. Ia meminta penjelasan akan sesuatu yang membingungkan itu.


"Elmer, dia ternyata orang yang kasar. Masa cuma bertanya tentang Ergo saja dia menghindar dan ketika aku sentuh dia langsung mendorongku hingga jatuh. Benar-benar tidak cocok jadi public figur. Apa jangan-jangan dia sengaja menyembunyikan sikap aslinya jika di belakang kamera? Wah! Jika iya, aku harus mendapatkan informasi itu!"


Mendengarkan ucapan dari si wartawan itu, Sam langsung pucat pasi dan meninggalkan si wartawan sendirian disana. Ia seolah tidak memperdulikan ucapan si wartawan yang mengatakan Elmer adalah orang yang kasar. Karena kenyataannya tidak seperti itu. Andai saja semua orang tahu, pasti mereka tidak akan berasumsi seperti itu.


Hal paling penting sekarang adalah menemukan keberadaan Elmer dan memberikannya obat. Padahal sudah lama sekali, insiden seperti ini tak pernah kejadian. Sam sudah berpikir mungkin sedikit demi sedikit Elmer sudah bisa melepaskan rasa sakit dan traumanya. Ternyata ia salah.


"Astaga! Elmer! Kau dimana sih?"


Sam sudah sangat frustasi sampai mengacak-acak rambutnya. Ia sudah berkeliling di sekitar sana tapi tak kunjung ia menemukan Elmer.


"Ah, iya, toilet, aku belum kesana."


"Elmer, hey! Jangan pingsan kau! Badanmu berat!" pekik Sam agar Elmer tetap membuat matanya meskipun tubuhnya sudah seperti mayat hidup.


"Bawa aku ke Ela," ucapnya lirih.


"Nggak! Nggak, kau harus minum obat dulu."


Elmer menggeleng pelan. Ia tak mau minum obatnya. Ia hanya butuh Ela, butuh wanita itu sebagai obat untuk dirinya.


"Nggak bisa, kita nggak bisa kesana. Kau masih ada beberapa take lagi nanti. Kau harus minum obatnya supaya keadaanmu lekas membaik."


"Ela, bawa aku ke dia! Tidka ada bantahan!" kekeuh Elmer yang masih ingin tetap pergi menemui Ela.

__ADS_1


Sam cuma bisa menghela napas saja. Ia pun mau tak mau menurut saja apa keinginan Elmer. Ia membawa Elmer masuk ke dalam mobil. Sejujurnya Sam sudah sangat khawatir karena kondisi Elmer yang terlihat semakin pucat. Tapi apa boleh buat.


Sam melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Untungnya, jalanan sangat sepi jadi ia bisa mengebut. Tak butuh waktu lama untuk sampai di butik milik Ela. Sam memapah laki-laki itu masuk.


Di saat Sam dan Elmer datang, Ela sedang menyusun pakaian di butiknya dengan pakaian merk terbaru miliknya. Samar-samar ia mendengar seseorang yang memanggil-manggil namanya. Ia pun langsung berbalik dan mendapati Elmer yang sedang dipapah oleh Sam.


Elmer dengan sedikit tenaga yang dimilikinya, ia berjalan meski harus sambil diawasi oleh Sam agar tidak terjatuh. Tapi, beberapa langkah selanjutnya, Elmer benar-benar terjatuh tepat di pelukan Ela.


"Kaulah obatku, penyembuhku," lirihnya.


Ela yang bisa menebak Elmer kenapa hanya membiarkan saja Elmer memeluknya. Membiarkan laki-laki itu lekas membaik dalam pelukannya. Bahkan Ela sampai mengusap kepala Elmer supaya laki-laki itu merasa tenang.


Sam lega sangat lega. Ada orang lain yang bisa dimintai bantuan untuk kondisi Elmer. Sekarang ia harus kembali ke tempat syuting untuk membereskan kekacauan yang terjadi oleh Elmer. Sam tidak ingin ada berita buruk tentang Elmer akibat si wartawan wanita tadi.


"Ela aku titip Elmer ya. Aku masih ada urusan di tempat syuting. Kumohon jaga dia."


Permohonan Sam itu tidak membutuhkan persetujuan karena Sam langsung berlari keluar dan memasuki mobilnya.


Terlalu lama dalam posisi berpelukan, membuat Ela pegal juga. Ia pun melepaskan pelukan Elmer itu dan memapah laki-laki itu masuk ke dalam ruangannya. Ia membiarkan Elmer untuk istirahat di sofanya. Tapi Elmer tidak mau, ia lebih memilih untuk istirahat di pundak Ela sebagai sandaran. Tangannya pun melangkah ke tubuh Ela untuk memeluk Ela lagi.


"Sepertinya keadaanmu sudah cukup membaik. Akan lebih baik lagi kalau kau istirahat. Lagian kenapa bisa hal seperti ini kejadian lagi? Kau tidak menjaga jarak dengan wanita-wanita yang ada disana? Dasar tidak tahu diri! Sudah tahu gimana kondisimu, tapi kenapa tidak berhati-hati? Kalau begini caranya, kau akan merepotkan banyak orang Elmer!"


"Cerewet! Kau ini cerewet sekali! Tapi aku suka, aku merasa kau mengkhawatirkan aku. Terima kasih ya," ucap Elmer yang malah mempererat pelukannya.


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2