Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 26 - Mengahadapi wartawan


__ADS_3

Berbeda dengan Elmer yang terlihat khawatir dan gelisah, Ela justru malah kesal dan dibuat geram oleh tingkah Bella itu. Apalagi karena ucapan bohong wanita itu, di depan butiknya sudah dikerumuni oleh banyak wartawan dan fans yang terus berteriak meminta penjelasan dari Ela.


Huh!


Ela menarik napasnya dalam-dalam. Ia harus menghadapi semua wartawan dan fans fanatik Elmer dengan hati yang lapang. Karena kalau dalam keadaan yang buruk, bisa saja satu per satu dari mereka akan tumbang dan langsung dibawa ke rumah sakit.


Ela bukan wanita lemah. Ia juga tidak takut pada berita yang disiarkan di televisi. Ia hanya murka karena berita itu malah mencoreng nama baiknya dan keluarganya. Apalagi, si wanita itu mengatakan kalau Ela hanya penjaga kostum. Hello! Dia tidak tahu saja Ella bukanlah penjaga kostum, melainkan pemilik kostum yang dijaganya selama di tempat syuting.


"Kak Ela, lebih baik jangan keluar, fans nya Kak Elmer sangat anarkis. Aku takut terjadi hal buruk ke Kak Ela," larang Alin ketika melihat Ela akan membuka pintu butiknya.


"Tenang saja Alin. Aku sudah biasa mengahadapi hal seperti ini."


Alin terus menggeleng. Ia tidak mau Ela keluar. Apalagi selain fans anarkis, para wartawan pun banyak yang berkumpul di depan butik.


"Kau cukup lihat bagaimana aku menanggapi semuanya Lin. Kalau nantinya aku lepas kendali. Tolong seret aku untuk masuk ke dalam, oke?"


Alin pun akhirnya setuju dan mengangguk. Ia mengamati apa yang dilakukan Ela di depan butiknya.


Ela kini sudah ada di depan butiknya. Wanita itu berdiri disana dengan wajah yang terangkat dan tidak ada ketakutan.


"Nona Ela, apa benar apa yang dikatakan aktris Bella? Bahwa anda adalah orang ketiga dalam hubungan Bella dan Elmer?"


"Apa sebelumnya anda tidak tahu kalau Elmer sudah memiliki kekasih? Atau jangan-jangan anda memang sudah tahu dan ingin menjadi orang ketiga di hubungan mereka?"


Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh para wartawan hanya berputar sekitar orang ketiga, berita itu benar atau tidak dan itu saja terus. Hingga membuat kepala Ela pening mendengarnya.


Belum lagi, dengan teriakan fans Elmer yang Ela sendiri tidak menyangka laki-laki itu bunya fans yang bar-bar.


"Dasar orang ketiga!"


"Kembalikan Elmer pada kami!"


"Kami tidak menyetujui siapapun untuk dekat dengan Elmer! Elmer hanya milik kami!"


Bahkan saking anarkisnya, ada yang sampai melempar tepung ke wajah Ela. Ela mulai mengepalkan tangannya. Baru saja ia ingin menjawab dan menjelaskan semuanya secara fakta. Tapi, ia malah diperlakukan dengan cara begini. Tidak bisa! Ia merasa terhina! Semua ini bukan salahnya. Kenapa jadi ia korbannya?


Ela langsung mengambil mikrofon dari salah satu wartawan. Ia berteriak sambil menjelaskan semuanya.

__ADS_1


"Heh! Kalian orang-orang bodoh! Sebelum menuduh orang itu harus ada buktinya dulu. Jangan ucapan orang dijadikan sebagai acuan! Apalagi hanya karena dia seorang aktris! Kalau dia memakai keterkenalannya untuk menjadikanku sebagai penjahatnya disini, aku juga bisa memakai kekayaan keluargaku untuk mencari tahu segala kebenarannya! Jadi lebih baik kalian pergi dari sini atau sebentar lagi kalian dipecat dari pekerjaan yang sedang kalian jalani!" ancam Ela dengan tatapan yang mengerikan.


"Kalian tahu kan siapa aku? Dan siapa papaku? Ya, kalau tidak tahu, aku akan memberitahukannya. Aku adalah Naela Putri Kavindra. yang artinya aku adalah putri satu-satunya dari keluarga Kavindra, putri kesayangan Richard Kavindra," lanjutnya lagi.


Semua wartawan jadi terdiam. Mereka semua tahu siapa itu Richard Kavindra. Orang yang terkenal baik hati dan ramah. Namun, jika terjadi hal buruk pada keluarganya. Semua musuh akan dilibasnya, meski itu saudaranya sendiri yang mengganggu keluarga kecilnya.


"Nah lho! Kalian jadi diam kan sekarang? Pergi kalian semua dari sini! Atau aku akan benar-benar membuat kalian jadi pengangguran!"


Mendengar ancaman dari Ela itu, para wartawan langsung pergi semuanya. Tak terkecuali para fans Elmer yang tadi menggebu-gebu memfitnah Ela.


Ela menepuk-nepuk wajahnya dan menggelengkan kepalanya agar tepung yang tadi mengenai wajahnya pada turun dan jatuh ke lantai.


Alin keluar dari butik dan menghampiri Ela juga membantu membersihkan sisa tepung yang ada di wajah Ela.


"Gimana? Tadi aku keren kan? Aku tidak lepas kendali kan?" tanya Ela ke Alin.


Alin hanya bisa geleng-geleng kepala. Memang tidak lepas kendali sih, tapi tetap saja baginya Ela itu sangat badas sekali. Bahkan wartawan dibuat ketakutan oleh ancaman Ela. Alin sampai tidak percaya, bos nya itu mampu menyelesaikan semuanya dengan mudah.


"Apa kak Ela tidak merasakan ketakutan?"


"Cih? Takut? Sama-sama manusia dan makan nasi kok. Ngapain takut?" jawabnya.


Ela pun masuk ke dalam butiknya bersama dengan Alin. Ia menatap ke mikrofon yang dipegangnya.


"Lumayan, buat dipakai kalau lagi ada acara di luar," ucapnya membuat Alin geleng-geleng kepala. Padahal, Ela beli pun mampu.


Sedari tadi, rupanya Sam memperhatikan apa yang dilakukan Ela di depan wartawan dan fans Elmer. Ia bahkan sampai dibuat melongo dan terkagum-kagum dengan sikap Ela. Tak lupa ia juga memvideokan apa yang dilakukan Ela tadi untuk dikirimkannya ke Elmer.


"Kalau begini jadinya, aku bisa bernapas dengan lega. Ela savage abis! Sangat cocok sekali dengan Elmer! Aku harus membuat keduanya jadi pasangan, hihi!"


Sam kemudian masuk ke dalam mobilnya dan mengirimkan video tadi ke Elmer.


*


*


Elmer yang masih uring-uringan di dalam apartemennya langsung membuka ponselnya ketika mendapatkan notifikasi.

__ADS_1


Kau tidak usah cemas pada Ela. Wanita itu bahkan bisa mengurus semuanya sendirian. Lihat saja video yang aku kirimkan. Kau pasti akan terkagum-kagum olehnya. Bahkan mungkin makin cinta, eaaaa 🤭


Pesan dari Sam Elmer baca dan Elmer langsung melihat video yang dikirimkan oleh Elmer. Elmer senyum-senyum sendiri melihatnya. Rupanya kegelisahannya tadi sama sekali tidak diperlukan. Ia bahkan tidak menyangka kalau Ela akan sekeren itu mengahadapi para wartawan dan fans.


"Aaaa Ela! Aku bisa makin cinta padamu!"


Teriak Elmer yang kemudian guling-guling di ranjangnya. Namun, seketika ia teringat sesuatu, ia melihat Ela yang dilempar tepung entah oleh siapa.


Elmer jadi mengepalkan tangannya. Ia benar-benar sudah tidak bisa diam lagi. Ia akan mengklarifikasi semuanya. Semua kebenarannya.


"Bella! Awas kau! Tamat riwayatmu!"


Amarah di dalam diri Elmer sudah berapi-api siap untuk dikeluarkan. Namun, laki-laki itu memilih untuk keluar kamar dan meminum air agar amarahnya meredam sedikit. Kemudian pintu apartemennya dibuka oleh seseorang. Elmer sudah tahu siapa yang datang. Siapa lagi kalau bukan Sam.


"Hai, sudah lihat video yang aku kirimkan?" tanya Sam yang datang dan langsung duduk di sofa.


Elmer mengangguk.


"Gila! Ela keren banget kan? Aku tidak menyangka lho dia akan sebadas itu!" puji Sam pada Elmer dan Sam mendapatkan tatapan mata tajam dari Elmer.


"Hehe, tenang saja, aku hanya kagum bukan suka," ucap Sam lagi agar merasa aman di dekat Elmer.


Tatapan tajam Elmer pun menghilang. Elmer langsung duduk di samping Sam.


"Apa di bawah masih banyak wartawan?"


"Tentu saja masih. Bahkan aku sampai harus menyamar untuk bisa masuk ke dalam," jawab Sam.


Mendengar kata menyamar. Elmer langsung tersenyum. Sepertinya ia punya ide untuk bisa keluar dari sana. Apalagi jika ada Sam, itu bisa membantunya untuk tidak berinteraksi dengan wanita.


"Kau mau membantuku kan?" tanya Elmer dengan lembutnya.


"Kenapa perasaanku jadi tidak enak ya?" gumam Sam.


*


*

__ADS_1


TBC


Jangan lupa like dan komentarnya teman-teman. Supaya cerita ini popularitasnya semakin meningkat.


__ADS_2