Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 35 - Sadar Dirilah


__ADS_3

Setelah berbagai cara dilakukan oleh Sam, akhirnya Elmer mau keluar juga dari dalam mobil karena kata sang ayah, Bella tidak ada di rumah.


Rumah megah yang sudah ia tinggalkan beberapa tahun lalu. Suasananya tampak tidak berbeda, masih sama seperti dulu. Bahkan foto pajangan di rumah pun tak ada yang diganti. Masih foto ayah, ibu, kakak dan dirinya.


Di sepanjang jalan masuk ke ruangan sang ayah, Elmer pun mengamatinya baik-baik. Benar-benar tak ada yang berubah.


Elmer langsung duduk di ruangan kerja ayahnya. Tentunya, Sam pun ikut masuk ke dalam. Karena tak ada yang Elmer sembunyikan dari Sam. Laki-laki itu sudah terlanjur percaya ada Sam. Bahkan ketika sekarang mengkhianatinya pun, Elmer masih percaya.


"Langsung katakan saja apa yang ingin ayah bicarakan. Aku tidak mau terlalu lama disini," ucap Elmer dengan tegas.


Tuan Sebastian menghela napasnya pelan.


"Tidakkah kau rindu untuk pulang? Sudah bertahun-tahun kau hidup di luar El. Padahal kita masih berada di kota yang sama."


"Jangan paksa aku untuk sesuatu yang tidak aku sukai Ayah. Ayah pun sudah tahu jawabannya."


"Ya baiklah, kau memang selalu keras kepala sejak kecil. Dan bodohnya, ayah selalu membiarkannya."


Elmer tak menanggapi lagi. Ia menunggu kalimat apa yang akan keluar dari mulut ayahnya lagi.


"Karena berita tentang dirimu yang adalah anak ayah sudah diketahui oleh banyak pihak. Tidak terkecuali, oleh partner kerja ayah sendiri. Banyak dari mereka yang menawarkan anaknya untuk dijodohkan denganmu. Ayah tidak langsung menjawab mereka. Karena ini menyangkut dirimu, masa depanmu, dan kelangsungan hidupmu. Apalagi kamu belum juga sembuh dari trauma mu itu."


"Jadi maksud ayah, kalau aku setuju, ayah akan menjodohkan ku, begitu?" tebak Elmer.


Tuan Sebastian mengangguk.


"Tidak ada salahnya kan? Lagipula kau pun masih sendiri. Tak bisa menutup kemungkinan, bisa saja dengan kau menikah, trauma mu perlahan-lahan bisa menghilang. Mengandalkan mu bisa merebut hati anak dari Richard rasanya entah kapan terealisasikannya."


"Ayah tahu sendiri. Aku tidak suka dipaksa. Aku juga tidak akan menyetujui jika ayah jodohkan dengan salah satu anak dari partner kerja ayah," tolak Elmer mentah-mentah.


"Sudah kuduga. Memang sangat sulit untuk merubah isi kepalamu Elmer. Lalu sampai kapan ayah menunggu mu mendapatkan Ela? Sampai rambut ayah memutih semua? Sampai Naomi menginjak usia remaja?" tanya Tuan Sebastian yang agak sedikit emosi dan kesal bersamaan.

__ADS_1


"Ayah meremehkan ku? Lihat saja! Dalam satu tahun ini, aku yakin aku bisa menaklukan hati Ela."


"Kalau tidak bisa?"


"Pasti bisa ayah."


"Jangan terlalu percaya diri. Ela bukan wanita yang mudah terpesona oleh laki-laki. Bahkan ayahnya sendiri pun sudah angkat tangan, pasrah dengan kemauan putrinya itu."


Sam yang sedari tadi ada disana hanya bisa jadi patung yang hanya diam tapi bisa mendengar dan melihat semuanya. Ya sebenarnya wajar saja, jika Tuan Sebastian ingin anaknya segera menikah. Mengingat usia Elmer yang sudah cukup matang. Hanya satu kekurangannya, masih belum bisa disentuh wanita. Ela dan Naomi pengecualiannya.


Elmer mendengus sebal. Ayahnya seolah ingin mematahkan gelora asrama dan semangatnya untuk mendapatkan hati Ela. Tapi, Elmer tak akan pernah menyerah karena sangat sulit menemukan wanita yang bisa menyentuhnya dan ia tidak merasakan kesakitan dan muntah-muntah. Seolah, Ela adalah jawaban dari kesakitan itu sendiri.


Elmer berdiri dari duduknya. Ia membalikkan tubuhnya, kemudian menoleh ke belakang.


"Sepertinya ayah mengajakku kesini hanya untuk membicarakan itu. Jadi, aku pamit pulang dulu."


Tanpa mencium tangan ayahnya, Elmer keluar dari ruang kerja Tuan Sebastian diikuti Sam dari belakang.


Tuan Sebastian mengangguk dan membiarkan Elmer pergi begitu saja.


Ketika sudah berada di luar rumah, Bella terlihat turun dari mobilnya dan setengah berlari untuk menemuinya. Elmer tak peduli hal itu. Ia mengulurkan tangannya ke Sam sambil berkata, "Kunci!"


Sam memberikannya. Elmer kemudian langsung berjalan masuk ke dalam mobil dan menduduki kursi kemudi.


"Kau dihukum. Aku akan pulang sendiri ke apartemen," ucap Elmer.


"Terus aku pulang pakai apa?" tanya Sam.


"Ya, aku tidak tahu," jawab Elmer.


Elmer mulai menyalakan mobilnya dan memundurkan mobilnya. Bella yang sudah ada di samping Sam berteriak meminta Elmer untuk tidak pergi dulu.

__ADS_1


"El! Ayo bicara! Aku tidak akan menyerah untuk terus mengajakmu untuk meluruskan kesalahpahaman ini!" teriak Bella.


Namun, mobil yang dikendarai Elmer sudah berjalan keluar dari kediaman Sebastian.


"Percuma! Apa yang kau lakukan saat ini tidak akan merubah apapun keputusan Elmer. Harusnya kau sadar diri Bella. Kau telah melukai Elmer sesakit itu dulu. Kau bahkan tidak merasa bersalah sedikit pun. Tak ada kata maaf yang kau ucapkan pada Elmer. Apa kau manusia?"


Bella mendengus sebal karena ucapan Sam. Laki-laki ini selalu saja bisa membuat suasana hatinya buruk. Seolah-olah dirinya lah yang paling disalahkan disini.


Memang seperti itu kenyataannya bambang (Othor yang kesal)🙂


Seharusnya kalau salah ya mengaku salah dan segera minta maaf agar masalah cepat selesai. Bukan malah menambah masalah baru, dan membuat orang jadi sakit karenanya.


Kalau saja Bella itu laki-laki, mungkin Sam akan dengan mudah memukul kepala Bella supaya sadar atas apa yang telah dilakukannya. Bukan maksudnya Elmer belum move on, hanya saja lukanya masih ada dan bekasnya tak akan hilang semudah itu. Bahkan bertahun-tahun, Elmer jalani pun, luka itu masih saja teringat. Sam yang selama ini menemani Elmer, makanya ia tahu seberat apa luka itu.


"Cih! Memangnya kau tahu apa? Hanya seorang manager dan asisten pribadi saja kau seolah tahu segalanya. Pastinya kalau nantinya kau berbuat salah pun, Elmer akan memecat mu. Jadi, jangan asal kalau bicara! Aku sangat yakin Elmer masih menyukai diriku, karena sampai saat ini Elmer tak pernah dekat dengan wanita manapun setelah aku."


"Percaya dirimu sungguh tinggi sekali Bella. Awas! Nanti jatuhnya akan sangat sakit. Percayailah apapun yang ingin kau percayai. Karena kau sendiri yang akan terluka nantinya."


Setelah mengatakan itu, Sam berjalan menuju ke gerbang.


Bella mer*mas-r*mas jarinya karena kesal pada Sam. Bisa-bisanya, seorang bawahan melawannya yang sudah jadi Nona muda di keluarga Sebastian.


Sam memberhentikan taksi yang lewat, lalu masuk ke dalam taksi. Di dalam taksi ia terus memaki Bella dalam hatinya. Wanita itu benar-benar tidak punya otak dan rasa bersalah sekali pun.


Bisa-bisanya dulu kau jatuh cinta pada wanita seperti dia Elmer. Nggak ada bagus-bagusnya sama sekali. Masih mending Ela kemana-mana. Kalau aku jadi om Sebastian, sudah aku usir juga wanita itu dari rumah. Gedeg banget rasanya.


*


*


TBC

__ADS_1


__ADS_2