Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 22 - Apa iya aku jatuh cinta?


__ADS_3

Elmer masih ada disana padahal ia sudah mendapatkan apa yang diperintahkan oleh ayahnya. Ela pun mulai terganggu dengan Elmer yang masih duduk di sofa.


Ela kemudian mengajak Elmer bicara lagi dan meminta laki-laki itu untuk pulang.


"Pulanglah, aku tidak ingin ada wartawan yang memotret mu yang ada di butik ku."


Namun, Elmer malah tersenyum.


"Apa kau lupa? Aku adalah brand ambassador dari salah satu merek brand fashion mu. Kalau ada berita buruk, aku akan membungkamnya dengan itu," jawabnya dengan tegas.


Ela sedikit terkejut, rupanya Elmer sudah tahu perihal itu.


"Kau tahu?"


"Tahu lah."


Pembicaraan pun terhenti ketika Alin berpamitan untuk pulang.


"Kak Ela aku pamit pulang dulu ya."


Ela mengangguk mempersilahkan.


"Mari kak Elmer," sapa Alin ke Elmer.


Elmer pun mengangguk.

__ADS_1


"Karyawanmu sudah pada pulang satu per satu. Apa kau tidak memerlukan bantuanku untuk menutup butikmu?" tawar Elmer.


"Aku bukan wanita lemah yang selalu minta dibantu," jawabnya lalu membawa beberapa pakaian ke dalam gudang.


Setelahnya, Ela pergi ke ruangannya dan membereskan beberapa desain pakaian yang telah di gambarnya ke dalam map. Lalu ia keluar dari ruangan dengan membawa tas nya. Ia berjalan melewati Elmer kemudian berbalik.


"Kau mau aku kunci di dalam butik?"


Mendengar hal itu, Elmer pun langsung berdiri dan berjalan mendekat ke Ela.


Ketika sudah di luar, Ela mengunci pintu butiknya dengan dua kali kunci.


"Kau bawa mobil?" tanya Elmer.


"Tidak, tapi aku sedang menunggu jemputan," jawab Ela.


Ela langsung menatap Elmer dengan penuh selidik. Ia mulai waspada. Apalagi jika mama dan papanya tahu, ia pasti akan diledek terus dan dijodoh-jodohkan dengan Elmer. Ela sangat tidak mau itu.


Untungnya, jemputan datang di waktu yang tepat.


"Bungsu! Cepat masuk! Kakak harus segera pulang juga ke rumah! Ezra sedang merengek minta papanya cepat pulang!" teriak Elnan dari dalam mobilnya yang kaca mobilnya sudah terbuka.


Ela berjalan menuju ke mobil kakaknya, sebelum masuk mobil, Ela melambaikan tangannya pada Elmer.


Mobil yang ditumpangi Ela sudah berjalan menjauh, sementara Elmer masih berdiri di depan butik. Ia hanya merasa kecewa, karena rencananya tidak berjalan dengan lancar. Ia tidak bisa mengantar Ela untuk pulang ke rumahnya. Padahal ia ingin cari muka di depan mamanya Ela.

__ADS_1


Elmer mengacak-acak rambutnya kemudian masuk ke dalam mobil dan melemparkan paper bag yang dibawanya ke jok belakang kemudi.


Laki-laki itu di perjalanan selalu menggerutu karena kesal.


Tak lama kemudian ia sudah sampai di apartemennya. Lalu mengirimkan pesan ada ayahnya kalau pakaiannya sudah ia ambil.


Aku sudah mengambil pesanan ayah. Kalau ayah ingin mengambilnya di apartemenku. Kasih tahu dulu.


Begitulah kira-kira isi pesannya.


Karena bagaimana pun juga, Elmer masih belum mau pergi ke rumah ayahnya. Apalagi disana ada Bella, wanita yang paling dibencinya. Daripada amarah menyelimutinya, lebih baik Elmer tak bertemu.


Elmer melepaskan jas yang ia kenakan dan menggantungnya. Ia melepaskan sabuk yang ia kenakan lalu melemparkannya ke atas ranjang.


Kemudian ia duduk disana sambil melihat ke kaca jendela kamarnya yang memperlihatkan gemerlap lampu kota di malam hari.


Elmer menyentuh dadanya. Seolah mencari-cari jawaban atas apa yang ia lakukan di hari ini. Apa itu karena suka atau memang hanya untuk memanfaatkan Ela saja. Namun, jantungnya malah memberikan jawaban dengan debaran yang sangat kencang.


Elmer mengacak-acak rambutnya kemudian berguling di kasurnya dengan sebelumnya melempar sabuknya ke lantai.


"Apa iya aku jatuh cinta lagi?" tanya Elmer yang masih tidak percaya. Apalagi selama 6 tahun ini ia selalu menghindari banyak wanita karena traumanya. Kalau pun harus dekat, itu pasti karena tuntutan pekerjaan. Bahkan selama ia berkarir di dunia akting. Satu kali pun ia tak pernah mau jika diajak untuk menghadiri acara reality show.


"Tapi bagaimana bisa? Padahal aku merasa kalau hatiku sudah mati dan membeku."


*

__ADS_1


*


TBC


__ADS_2