
Ketika sedang istirahat syuting, Elmer mencoba memejamkan matanya di sela-sela waktu yang ada. Rasanya tubuhnya cape sekali habis beradegan yang terlalu ekstrim. Sam pun ada disana menemani Elmer.
Berbeda dengan Ela yang masih menyiapkan kostum untuk artis yang lain. Terlebih saat ini ia harus berhadapan dengan Ergo.
"Kau memang wanita pekerja keras Ela. Benar-benar tipeku sekali."
Ela tak memperdulikan ucapan Ergo itu. Ia hanya fokus pada tugasnya lalu pergi dari ruangan itu dengan memberikan kostum yang harus dikenakan oleh Ergo.
"Semakin kau menjauh, semakin aku ingin mendekat."
*
*
Ela duduk di luar sambil melihat para pemain melakukan adegan syuting. Namun, matanya tiba-tiba melihat sesuatu yang tidak membuatnya tenang. Seharusnya tidak begitu kan? Kan dia tak ada sangkut pautnya sama sekali. Tapi, hatinya benar-benar tidak tenang. Seperti ada sesuatu yang harus ia cegah dan lindungi.
Suara orang itu yang sedang mengobrol dengan pihak produksi terdengar begitu jelas di telinga Ela.
"Kau tahu sendiri kan, Bella. Tidak ada peran yang tersisa untukmu. Semuanya sudah sesuai dengan alur ceritanya. Kalau tiba-tiba ada satu karakter yang masuk, ceritanya akan terlihat berbeda. Lagipula kenapa kau begitu ingin masuk di projek ini? Sampai bela-belain datang dari kota ke tempat ini."
"Tolong lah Pak, masukan saya jadi apapun itu tidak masalah. Jadi pemeran pendukung pun tak masalah. Sedikit adegannya pun tak apa yang penting saya ada di film ini. Pasti ada kan slot kosong untuk pemeran itu? Tidak mungkin kalau tidak ada."
Bella terus memaksa Pak Produser itu supaya bisa ikut bermain di dalam drama itu. Ia sengaja tidak mengungkapkan alasannya sampai bela-belain diri untuk langsung datang ke tempat syuting.
"Saya tidak bisa janji Bella. Kita lihat saja nanti."
"Baiklah, terima kasih Pak. Semoga ada peran yang kosong untuk saya."
Ketika Bella melihat ke arah Ela, Ela langsung memalingkan wajahnya. Ia tak ingin melihat wanita itu. Namun, ternyata salah, Bella malah berjalan mendekat ke Ela.
"Ternyata kau ada disini juga," ucap Bella dengan ketus dan tidak bersahabat.
"Iya kenapa? Disini aku memiliki peran penting tidak seperti kau yang ngemis-ngemis pekerjaan untuk ada di dalam drama ini," balas Ela yang membuat Bella kesal sampai mengepalkan tangannya.
Karena masih banyak orang disana, Bella tak bisa melampiaskan kekesalannya. Wanita itu hanya pergi dengan menahan emosinya.
__ADS_1
*
*
Sore hari telah tiba, Bella yang masih menunggu kepastian pun masih ada disana. Karena yakin, dia akan mendapatkan peran meski bukan pemeran utama.
Benar saja dugaannya, Bella benar-benar mendapatkan peran walaupun sebagai pendukung. Wajahnya langsung sumringah. Ia langsung masuk ke dalam ruangan untuk berganti kostum karena tak lama lagi harus take. Untuk masalah dialog, Bella mudah hafal hanya dibaca beberapa kali ia akan langsung bisa mempraktekkannya.
Saat akan menuju ke tempat ia akan syuting, ia berpapasan dengan Elmer. Terlihat dengan jelas wajah keterkejutan Elmer saat melihatnya. Sejujurnya, Bella ingin bicara banyak hal dengan Elmer, tapi saat ini bukan waktu yang tepat karena ia tidak ada waktu. Jadilah, mereka saling melewati begitu saja.
Elmer duduk di kursi kayu yang ada di bawah pohon sendirian. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa selalu ada Bella dimana pun ia berada. Seolah-olah wanita itu selalu mengikutinya.
"Huft ... "
Elmer menarik napas secara perlahan kemudian melihat ke arah langit yang sedang memunculkan warna merah yang artinya malam hari akan segera tiba.
"Ya ampun, ternyata kau disini Elmer. Aku mencari mu dari tadi. Heran, suka banget ilang-ilangan."
"Ada apa? Apa ada yang mau kau bicarakan?"
"Tentu saja, ini sangat penting. Bella ada disini, wanita itu sepertinya sengaja. Dia benar-benar membuat aku jadi semakin membencinya. Wanita tidak tahu diri dan tidak punya malu sepertinya membuat emosiku meningkat."
"What!!!! Ah benar-benar buat kesal."
Elmer tak banyak menanggapi ucapan Sam. Ia tak peduli mau itu ada Bella atau tidak. Yang terpenting masih ada Ela di sisinya.
"Kau tahu Ela ada dimana?"
"Tadi sih ada di belakang sedang bantu-bantu bagian kostum. Kalau sekarang aku tidak tahu, bisa saja masih disana, bisa juga sudah pindah tempat."
Elmer langsung berdiri dan berjalan menuju ke belakang bangunan tempat untuk beristirahat.
"Apa-apa yang dicariin Ela, lama-lama kau benar-benar akan ketergantungan olehnya Elmer."
*
__ADS_1
*
Semua proses syuting sudah berakhir di hari itu, syuting akan dilanjutkan esok harinya lagi. Ela yang sedang duduk di luar sambil melihat bintang di langit tiba-tiba didekati oleh Bella.
"Sebenarnya apa hubunganmu dengan Elmer? Kenapa di setiap tempat yang aku kunjungi selalu ada kau disana. Padahal kau bukan lah seorang artis. Jangan berharap apapun pada Elmer. Dia tidak akan menyukaimu. Dia hanya menyukaiku."
Mendengar ucapan Bella itu membuat Ela tersenyum sinis. Baru kali ini Ela bertemu wanita yang tidak tahu diri seperti Bella. Sudah menyakiti orang lain sampai membuat trauma. Eh, malah mengerjai lagi entah karena sebab apa, bahkan dengan percaya dirinya masih menganggap dirinya masih dicintai.
"Seharusnya sebelum bicara, kau harus berkaca dulu. Apa iya Elmer masih menyukaimu? Jangan terlalu percaya diri jadi orang. Kau hanya masa lalu yang menyakitkan baginya. Sebaiknya jangan pernah mengganggu Elmer. Urus saja anakmu, jadilah ibu yang baik untuknya. Kau bahkan sepertinya tidak menganggap dirinya sebagai seorang ibu. Kau bahkan seperti tidak khawatir meninggalkan anakmu bersama dengan orang lain. Walaupun itu papa mertuamu sekalipun, seharusnya rasa khawatir itu tetap ada. Tapi, sepertinya kau tidak merasa seperti. Daripada mengejar sesuatu yang sudah tak jadi milikmu lebih baik perbaiki saja sikapmu dan jaga apa yang sudah jadi milikmu."
"Kau!" teriak Bella sambil melayangkan tangannya hendak menampar Ela, tapi bisa ditepis dengan cepat oleh Ela.
"Benar-benar tidak pantas jadi seorang ibu. Aku merasa kasihan dengan Naomi."
Ela melepaskan tangan Bella kemudian pergi dari sana.
"Sial! Kenapa sih dia seperti tahu banyak hal tentang aku! Arghh!"
Bella kesal benar-benar kesal.
Ela pergi menuju ke tempat sepi untuk mendapatkan suasana tenang. Berhadapan dengan Bella hanya membuat emosinya naik.
"Wanita itu benar-benar tidak tahu diri. Seharusnya dia menyesal dan meminta maaf atas kesalahan yang telah dibuatnya. Dia malah ingin kembali dengan Elmer. Ditaruh dimana sebenarnya otaknya itu?"
"Otaknya ada di lutut, makanya tidak bisa berpikir panjang," sahut Elmer yang tiba; tiba-tiba muncul dan duduk di sebelahnya.
"Sejak kapan kau disini?"
"Sejak kau membicarakan tentang Bella. Maaf, karena aku, kau jadi terbawa-bawa."
"Sudah biasa, tidak perlu sampai minta maaf juga."
Suasana tiba-tiba berubah jadi hening. Ela dan Elmer sama-sama terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.
*
__ADS_1
*
TBC