
Elmer sudah mulai berakting lagi, kini ia sedang mendalami perannya sebelum melakukan take pengambilan video nya. Elmer tampak fokus dengan ditemani Sam di sampingnya. Sejak kejadian itu, Sam tak pernah membiarkan Elmer sendirian kecuali ketika ia pergi ke kamar mandi.
Ergo yang melihatnya dari jauh menjadi tambah penasaran saja. Apalagi kini ia bisa melihat dengan jelas, Elmer yang memang selalu dirias dan dibantu mengganti baju oleh staff pria tanpa ada staff wanitanya sama sekali.
"Apa kau adalah laki-laki yang anti perempuan? Tapi, sepertinya tidak."
Sudah mengumpulkan tapi Ergo tampak masih ragu juga. Ergo pun duduk di tempat duduk yang tak jauh dari Elmer. Ia terus memperhatikan gerak-gerik Elmer. Sebelum Elmer melakukan syuting, Ergo melihat dengan jelas kalau Sam memberikan Elmer obat untuk diminum. Kebanyakan obat akan diminum sebelum makan dan setelah makan satu jam. Tapi ini? Bahkan jam makan saja sudah berlalu 3 jam yang lalu.
"Obat apa yang diberikan Sam?"
Saat Elmer mulai syuting, Ergo mendekat ke Sam. Ia sengaja bersampingan dengan Sam untuk mengambil obat yang ada di dalam botol yang terletak di saku cardigan yang dipakai oleh Sam.
"Kau pasti sangat capek sudah menjadi manager sekaligus asisten Elmer dari awal laki-laki itu berkarir sampai sekarang. Apa kau tidak berniat ganti jadi manager aktor atau aktris lain? Aku sedang membutuhkan manager."
Ucapan Ergo tersebut disambut dengan senyum sinis dari Sam.
"Maaf sekali, aku lebih baik jadi manager Elmer daripada jadi manager mu."
"Memangnya kenapa denganku? Kau mau bayaran lebih mahal dari yang diberikan Elmer?" tanya Ergo lagi sambil mengambil botol dari saku Sam. Untungnya laki-laki itu tidak sadar karena terlalu serius melihat Elmer yang sedang berakting.
Ergo membuka botol itu dan mengambil satu obatnya. Kemudian ia kembalikan botol itu lagi ke saku Sam.
"Mau sebanyak apa pun kau membayar ku, aku tak akan menerima tawaranmu."
"Cih! Dasar bodoh! Dimana-mana orang tuh kalau dibayar dengan mahal bakalan mau."
"Aku bukan orang yang tidak tahu diri hanya karena uang. Aku tahu siapa yang tulus dan siapa yang mempunyai niat lain. Kau hanya ingin karier Elmer turun kan?"
__ADS_1
Ergo tak menjawab, laki-laki itu memilih untuk pergi karena sudah mendapatkan sesuatu yang dicarinya.
Di tangan Ergo ada sebutir obat berwarna putih yang laki-laki itu tak ketahui obat untuk penyakit apa. Tapi ia akan segera tahu setelah mencari tahu ke rumah sakit. Karena saking penasarannya dengan apa yang disembunyikan oleh Elmer, Ergo yang saat itu memang dengan memiliki waktu luang langsung pergi ke rumah sakit terdekat untuk mengecek obat apa yang Elmer konsumsi. Kata petugas lab nya, hasil akan keluar esok harinya, makanya Ergo langsung kembali lagi ke tempat syuting sebelum orang-orang menyadari ketidakadaan dirinya.
"Lihat saja, besok aku akan tahu sebenarnya apa yang sedang kau sembunyikan Elmer. Aku akan mengungkapnya ke seluruh penjuru negeri ini."
*
*
Ela kini sedang memakaikan kostum ke Bella. Bella dengan tak tahu dirinya malah memperlakukan Ela seperti seorang pesuruh. Ela berusaha sabar di awalannya, tapi lama-lama ia merasa kesal juga dan berakhir ia menatap tajam Bella.
"Sebagai seorang publik figur seharusnya kau tahu bagaimana memperlakukan orang lain atau bahkan memperlakukan orang yang sedang membantumu. Bisa saja salah satu dari mereka merasa tidak senang dengan apa yang kau lakukan padanya dengan menganggap mereka sebagai pesuruh mu. Mereka bisa saja mengungkapkan sikap buruk mu ke media sosial mereka jika mereka mau dan sudah muak dengan sikapmu. Kau harus ingat itu! Tak semua orang memiliki kesabaran dan hati yang lapang setelah direndahkan."
Setiap kata-kata yang keluar dari mulut Ela selalu membuat Bella mati kutu. Apalagi Ela mengucapkan itu dengan wajah yang begitu percaya diri dan tak merasa takut sedikit pun. Malah dirinya yang kini menciut. Ditambah ada orang lain disana selain mereka berdua.
Bella menatap orang itu dengan tajam seolah meminta untuk menganggap tak pernah ada yang terjadi di hadapan mata wanita itu. Setelahnya, Bella keluar dari ruangan dan pergi ke set syuting nya.
Bella menghampiri Elmer yang sedang sendirian di ruang terbuka sambil membaca skrip skenario drama. Di saat Bella akan menyentuh tangan Elmer, sebuah tangan lain malah memegang tangannya dan menarik Bella untuk menjauh.
"Kau jangan pernah mendekati Elmer lagi, atau aku akan laporkan ke Om Sebastian kalau kau masih mendekati putranya. Kau pikir kau akan terus berada di rumah itu? Tidak akan Bella!"
Bella mencoba melepaskan cengkraman tangan Sam. Tapi Sam tak mau sebelum Bella menyerah mendekati Elmer.
"Jangan semena-mena padaku! Aku bisa saja membuat mu dipecat sebagai manager Elmer! Kau pikir papa mertuaku akan mengusirku dari rumah? Jangan mimpi! Dia tak akan pernah melakukan itu!"
Senyum sinis tergambar jelas di wajah Sam.
__ADS_1
"Kau yang seharusnya jangan mimpi! Jangan pernah bermimpi untuk bisa kembali pada Elmer setelah kau menyakitinya. Gara-gara kau Elmer jadi berbeda! Semuanya gara-gara kau! Wanita sialan!"
Setelah itu, Sam langsung menghempaskan tangan Bella sampai Bella hampir kehilangan keseimbangannya. Untungnya, Bella tak sampai terjatuh karena itu. Kalau iya, ia akan sangat malu.
Lagi-lagi Ergo mendengar perdebatan Sam dan Bella. Laki-laki itu jadi bertambah penasaran. Ia menduga Elmer dan Bella sebelumnya pernah memiliki hubungan. Lalu ia jadi berpikir keras setelah mendengar kata Elmer jadi berbeda dari mulut Sam.
"Apa yang berbeda sih? Kenapa si Sam itu selalu mengucapkan teka-teki yang membuat aku pusing sih. Kalau seperti ini terus jadinya, aku bisa-bisa mati penasaran. Mana hari esok berasa lama banget lagi."
*
*
"Kau bicara apa saja dengan Bella?" tanya Elmer yang melihat Sam sudah kembali sendirian.
"Seperti biasa, menyuruhnya untuk menaruh darimu. Aku benar-benar kesal dengan kelakuannya. Dia pikir dia itu siapa? Kalau bukan karena Naomi mana mungkin Om Sebastian mengizinkannya tinggal disana. Aku yakin suatu hari nanti, Om Sebastian pasti akan muak dan jengah juga ke Bella. Aku benar-benar menunggu Om Sebastian mengusirnya."
"Percuma saja kau menumpahkan kekesalan mu padanya. Dia itu tak akan mengerti."
Elmer mengatakan itu karena ia sudah capek harus meladeni Bella yang belum menyerah juga untuk mendapatkannya kembali.
"Tapi meski begitu, dia itu sudah keterlaluan Elmer."
Elmer mengangguk setuju, tapi ia benar-benar tak mau memikirkan Bella lagi. Karena keberadaan wanita itu seperti benalu di dalam hidupnya.
Elmer berdiri karena giliran syuting sudah waktunya. Sam pun ditinggal sendirian lagi disana. Sam tampak memperhatikan sekelilingnya takut ada Bella lagi atau orang lain yang mengganggu.
*
__ADS_1
*
TBC