
"Aku benar-benar tidak menyangka, jadi selama ini kau, Sam dan Elmer menyembunyikan ini semua. Harusnya kau bongkar saja ke media. Mana ada sih aktor yang penyakitan kaya gitu, disentuh cewek aja langsung lemah!"
Ergo langsung mendapatkan ancaman dari Ela dengan sebuah pukulan yang mendarat di perut Ergo. Ergo sedikit meringis, tapi tetap memperlihatkan senyum miringnya.
"Sudahlah Ela, daripada ikut membantu Elmer, lebih baik kau membantuku saja. Jadilah kekasihku, aku jamin kau akan semakin terkenal juga."
Ela memukul lagi perut Ergo dan melepaskan cengkeraman tangannya di kerah Ergo. Telunjuknya menunjuk mata Ergo dengan tatapan yang sangat tajam.
"Kau manusia yang tidak punya hati! Kau tidak tahu apapun! Jangan sebut Elmer lemah! Karena kau mungkin tak akan bisa melewati ini semua seperti dia! Kalau sampai kau membocorkannya ke media, siap-siap ... "
"Siap-siap apa?" Kini Ergo terlihat tertantang oleh ucapan Ela. Ia suka sekali dengan sikap Ela yang seperti ini, terlihat sangat menggemaskan di matanya.
"Kau pikir aku takut? Tapi aku punya penawaran yang bagus sih. Kau mau tahu?"
Ergo tampak ingin membuat kesepakatan dengan Ela. Namun Ela tidak peduli dengan itu dan malah membalikkan tubuhnya dan hendak pergi. Sayangnya, tangannya dicengkeram oleh Ergo dan ditarik sehingga Ela yang kini berbalik terpojok di dinding.
"Kalau kau mau jadi kekasihku, aku tidak akan membongkar rahasia Elmer itu. Tapi kalau tidak mau, ya aku akan membongkar semuanya dan akan terus membuat Elmer kesakitan."
"Jangan mimpi!" ucap Ela ke Elmer.
"Haha, sudah aku duga Ela. Kau pasti akan jawab seperti itu. Maka dari itu aku akan berikan pilihan lain untukmu. Em, sejujurnya aku masih agak bingung, seperti ada sesuatu yang aku lewatkan."
Ergo berpikir sejenak.
"Oh, iya, kalau Elmer memang tak bisa disentuh wanita, seharusnya dia akan bersikap hal yang sama padamu seperti ke wanta lainnya. Tapi kenapa Elmer begitu menginginkanmu? Ada apa Ela? Apa kau begitu penting untuknya?"
Ela tak mau menjawab apapun.
"Ah, begini saja deh. Karena kau terlihat sangat penting bagi Elmer. Gimana kalau kau pergi menjauh aja darinya? Kau kan tidak mau jdi kekasihku juga. Padahal tidak ada salahnya menjadi kekasihku. Kau akan aku jadikan ratu."
Ela langsung mendorong Ergo sampai laki-laki itu terjatuh ke rerumputan.
"Jangan pernah berharap itu! Aku tidak akan tinggal diam!"
Ela pergi dari sana sementara Ergo malah tersenyum sambil berusaha bangkit untuk berdiri.
__ADS_1
"Kau menantang ku Ela. Baiklah, akan aku buat kau harus memilih pilihan itu sendiri. Aku yakin kau tak akan bisa berkutik nantinya."
*
*
Kejadian ketika Elmer yang tak memperlakukan staf wanita itu dengan baik tengah menyebar ke beberapa staf yang lain. Ada yang tidak percaya dan ada juga yang malah menambahkan gosip itu jadi berlebihan.
Sam benar-benar jengah dengan semua gosip-gosip yang terus saja terdengar oleh telinga sepanjang ia berjalan. Rasanya ingin sekali Sam membungkam mulut mereka satu per satu dan ingin mereka semua merasakan apa yang Elmer rasakan supaya mereka tahu gimana rasa sakitnya, dan seberat apa perjuangan Elmer selama ini.
Untungnya, waktu syuting drama saat itu adalah hari yang terakhir. Jadinya Elmer bisa lebih leluasa untuk beristirahat setelah ia temukan di dalam toilet di samping toiletnya.
"Mereka semua keterlaluan Elmer!"
Sam menumpahkan kekesalannya.
"Mau gimana lagi, tadi itu benar-benar hal yang tak aku duga Sam. Biasanya kan yang memberikan aku nasi kotak, ya staf pria."
Sam tampan menghela napasnya sejenak.
"Nggak usah, itu akan menimbulkan kecurigaan dari orang lain. Aku sudah capek Sam, capek banget menutup mulut orang yang membicarakan aku dan melihat perlakuanku yang tanpa sadar malah menyakiti orang ketika penyakitku kambuh. Aku ingin sembuh Sam. Biarkan saja semua orang tahu apa yang aku alami. Aku ingin melihat bagaimana reaksi mereka semua. Apa mereka masih mengidolakan aku? Atau malah menghujat ku nantinya. Jadi, please, biarkan semua mengalir aja. Aku sudah tak peduli lagi kalau ada rumor buruk yang menimpaku."
Sam duduk lemas sambil menatap Elmer. Ia bisa melihat sorot mata lelah dari Elmer. Ya wajar saja Elmer lelah, sudah bertahun-tahun juga Elmer mengkonsumsi obat tapi obat tersebut hanya mampu meredakan buat menyembuhkan. Entah harus seperti apa lagi Elmer berusaha. Namun, Sam tak akan mungkin menuruti keinginan Elmer, ia tak mau hasil kerja keras Elmer malah tercoreng karena berita yang tak tahu faktanya itu.
*
*
Syuting telah selesai, semua kru dan staf merayakan selesainya syuting mereka itu dengan mengadakan acara makan malam di sana. Ada yang bagian membakar ayam, sosis, jagung, dan aja juga yang mengurus perbumbuan dan hal lainnya.
Elmer memilih untuk menonton saja, karena memang ia tak mau nantinya bersenggolan dengan staf wanita disana, akan sangat berbahaya bagi dirinya.
Ergo tiba-tiba duduk di samping Elmer sambil meminum soda di tangan kanannya.
"Kau pasti tidak pernah tahu gimana rasanya dikerumuni oleh banyak wanita. Aku akan memberikan kau pengalaman itu, aku harap kau tetap hidup, Elmer."
__ADS_1
Tak lama, Ergo pun bangkit dan berjalan beberapa langkah, kemudian datanglah beberapa staf wanita yang katanya fans berat dari Elmer. Para wanita itu melingkari Elmer dan terus memuji ketampanan Elmer. Setengah dari mereka ada yang mulai mencolek-colek tangan Elmer.
Elmer langsung panik. Ia melihat ke arah Ergo yang tersenyum begitu licik padanya. Dari tatapannya, Elmer bisa tahu kalau Ergo sudah mengetahui rahasianya.
Elmer mulai merasakan mual, napasnya memburu dan kepalanya yang sudah sedikit pusing.
Datanglah Ela entah dari mana munculnya dan mengusir para staf wanita itu. Ela langsung membawa Elmer ke pelukannya memberikan sedikit kekuatan untuk Elmer. Lama-lama Elmer mulai normal kembali. Ergo yang melihatnya tampak begitu takjub dan tidak percaya. Kini ia tahu kenapa Ela sangat penting bagi Elmer.
"Ternyata itu alasannya kenapa kau terlihat sangat mencintai Ela, Elmer. Karena Ela bisa dengan mudah meredakan rasa mual mu. Hah! Benar-benar sulit untuk aku pahami. Itu artinya Ela memang sangat penting untukmu."
Ergo langsung pergi dari sana dan membaur dengan staf dan para kru lainnya.
"Elmer, kau sudah tidak apa-apa?" tanya Ela yang masih memeluk Elmer.
Elmer melepaskan pelukan Ela kemudian mengangguk.
"Thanks, aku tidak tahu gimana jadinya kalau kau tidak ada Ela."
"Sama-sama.
Tak lama kemudian Sam datang dengan membawa ayam bakar, sosis bakar dan jagung bakar masing-masing tiga porsi. Sam tidak tahu apa yang terjadi dengan Elmer karena Elmer belum buka suara begitu juga dengan Ela.
Mereka bertiga makan disana dengan diselingi canda dan tawa.
Setelah semuanya usai. Ela akan masuk ke dalam rumah penginapannya disana. Tapi suara Ergo membuat langkahnya terhenti dan membalikkan tubuhnya.
"Kau tahu Ela, kini aku mengerti kenapa kau sepenting itu untuk Elmer. Kalau kau masih belum memutuskan pilihan apa yang kau inginkan, aku akan terus membuat Elmer merasa mual. Kira-kira apa yang akan terjadi jika dia terus-menerus begitu? Masuk rumah sakit lagi? Atau bahkan langsung mati!"
Mendengar kata mati, jantung Ela seketika langsung berhenti. Ia seolah kembali mengingat kecelakaan yang dialaminya dengan Valdi. Tentunya, ia tak ingin Elmer mati dan merasa kesakitan terus-menerus. Ia akan merasa bersalah lagi jika Elmer begitu, apalagi ia bisa membantu Elmer dengan memilih salah satu pilihan yang diberikan oleh Ergo. Entah kenapa di malam itu Ela setuju dengan salah satu pilihan Ergo. Entah benar atau tidak pilihannya, ia hanya ingin Elmer tetap sehat dan menjalani hidupnya dengan baik.
*
*
TBC
__ADS_1