
Sesampainya di rumah, Ela jadi terdiam dan memikirkan kelakuannya tadi yang tiba-tiba membantu Elmer. Ia selalu meyakinkan dirinya sendiri kalau aoa yang ia lakukan hanyalah bentuk kemanusiaan. Ia hanya membantu supaya Elmer tidak kesakitan. Iya pasti seperti itu. Itulah pikir Ela.
Ela mencopot sepatunya hak tingginya. Kemudian duduk dan melihat wajahnya di depan cermin. Mulai menghapus make up yang melekat di wajahnya. Setelah itu, ia membersihkan tubuhnya di kamar mandi dan menggantinya dengan sebuah piyama.
Selesai bebersih dari ujung rambut sampai ujung kaki, Ela menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang lalu memainkan ponselnya. Tiba-tiba sebuah panggilan video ia dapatkan dari Elmer. Ia menggerutu kesal dan berniat untuk menolaknya. Tapi entah kenapa jarinya malah keseleo dan menerima panggilan video dari Elmer itu.
"Hai, selamat malam. Kau sudah mau tidur?"
"Sudah tau. Malah nanya lagi. Iya aku mau tidur."
"Terus kenapa malah menjawab panggilan video dariku. Jangan-jangan sudah rindu ya? Hiah! Padahal kita baru aja berpisah beberapa jam yang lalu. Cinta benar-benar bisa merubah segalanya."
"Heh! Sembarangan kalau bicara! Tadi nggak sengaja kepencet tahu."
"Halah! Bohong, nggak percaya aku."
"Elmer! Kenapa sih kau selalu membuatku naik darah!"
"Bagus kan? Itu artinya adanya aku di hidupmu menaikan semua mood yang kau punya. Dari pada kau turun darah. Nanti bisa KO loh."
"Hih!"
"Besok aku ada jadwal syuting di luar kota. Katanya sih bakalan sebulanan. Aku harap kau nggak rindu. Soalnya jaraknya jauh."
__ADS_1
"Dih, nggak ada yang tanya tuh."
"Kan aku hanya memberitahu. Siapa tahu saja kau akan datang dengan suka rela kesana. Siapa tahu kan?"
Ela melihat Elmer dengan mata sinis nya.
"Jangan terlalu berharap!"
"Tapi dari sebuah harapan bisa jadi kenyataan. Mau nantinya kau berusaha menolak sampai segimana pun. Mau sebenci apapun padaku kalau sudah jodoh mah pasti nggak akan kemana. Pasti ujung-ujungnya berakhir di tempat yang sama. Dadah! Selamat malam dan selamat istirahat."
Elmer memutuskan panggilan videonya. Lalu mematikan lampu kamarnya dan menyalakan lampu tidurnya yang memancarkan cahaya bintang-bintang.
"Aku pasti akan mendapatkan hatimu Ela. Aku pastikan itu!" ucapnya sambil tersenyum mengingat apa yang telah Ela lakukan untuknya tadi.
*
*
Aku akan berangkat setengah jam lagi. Doakan supaya syutingnya berjalan lancar dan dramanya akan meraih rating tinggi jika sudah penayangan.
Selamat pagi, selamat beraktivitas dan semangat untuk menjalani hari-hari mu tanpa gangguan dariku. Eh, nggak sih, setiap pagi akan ada kiriman bunga untukmu. Supaya kamu tidak bisa melupakanku.
Sampai bertemu bulan depan.
__ADS_1
Ela hanya bisa geleng-geleng kepala membaca isi tulisan yang ditulis Elmer untuknya. Seulas senyum tampak terlihat dari bibir manis Ela. Ia membawa bunga mawar itu masuk ke dalam butiknya dan menaruhnya di vas kaca yang sudah berisi air di dalamnya.
Ela masuk ke dalam ruangannya, dan mulai melakukan pekerjaannya.
*
*
Berbeda dengan Elmer yang gelisah menunggu pesan dari Ela. Ia sangat berharap Ela akan mengucapkan terima kasih karena telah dibelikan bunga olehnya. Tapi, hampir sejam menunggu dan memainkan ponselnya. Tak ada satu pun pesan dari Ela.
"Hih! Dasar wanita tidak peka! Aku sudah menyatakan cintaku! Bukan kode-kodean lagi, tapi malah diabaikan."
"Ya sudah, tinggal cari yang lain lah!" sahut Sam yang sedang menyetir.
"Enak saja kau bilang. Kau kan sudah tahu sendiri, hanya dengan Ela aku jadi orang normal. Lagipula aku juga sudah jatuh sejatuh-jatuhnya. Tak akan bisa berpaling darinya."
"Dasar bucin!"
*
*
TBC
__ADS_1