Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 73 - Ergo penasaran


__ADS_3

Semenjak Elmer dirawat di rumah sakit, kegiatan syuting tetap dilakukan. Hanya saja adegan yang ada Elmer nya akan ditunda dulu sampai Elmer kembali pulih. Dengan begitu, banyak sekali adegan yang harus diatur ulang jadwalnya, dan membuat adanya sedikit hambatan karena jadwal adegan lain harus dimajukan.


Seperti yang terjadi saat ini, seharusnya hari ini adalah adegan Ergo dan Elmer kejar-kejaran di dalam hutan, tapi karena keadaan yang tidak memungkinkan. Adegan tersebut ditunda dulu diganti dengan adegan Bella dan Ergo.


Selesai syuting, Ergo tampak duduk di kursi kayu sambil menatap ke arah hutan dengan segelas kopi hangat yang disuguhkan oleh staf disana.


"Kenapa aku jadi kepikiran Elmer lagi? Rasanya kalau terus dipikirkan, aku benar-benar merasa ada sesuatu yang aneh."


Ergo masih mengingat jelas wajah Elmer yang sehat dan cerah setelah menyelesaikan syuting dengannya, tapi tiba-tiba wajahnya jadi kelihatan tidak baik-baik saja setelah bertemu Bella bahkan sikapnya pun ikutan aneh juga.


"Apa Elmer dan Bella ada hubungan sebelumnya?" Ergo jadi memikirkan seperti itu. Karena rasa penasaran yang sudah memuncak, Ergo jadi membuka internet dan mencari tahu. Laki-laki baru tahu kalau ternyata Bella adalah kakak ipar dari Elmer sendiri. Tapi jika begitu, seharusnya mereka saling akrab kan? Ergo juga membaca berita lainnya yang disana Bella mengatakan kalau ia akan menikah dengan Elmer dan menuduh Ela sebagai orang ketiga.


Ergo tak percaya akan hal itu, jelas-jelas Ela wanita yang sulit didekati. Untuk bisa dekat dengannya saja butuh usaha yang keras. Mana mau wanita seperti Ela jadi orang ketiga. Ergo langsung berkesimpulan kalau Bella lah yang menyukai Elmer. Karena sebagai pria, ia bisa tahu tatapan cinta dari laki-laki ke wanta. Sebenarnya Ergo pun tahu kalau Elmer menyukai Ela, hanya saja ia pun tertarik dengan Ela. Apalagi latar belakang Ela yang begitu kuat dan sama seperti dirinya. Pokoknya Ela adalah calon terbaik untuknya.


"Sepertinya ada sesuatu yang membuat Elmer dan Bella tampak tidak akrab seperti itu? Tapi apa ya?"


Tiba-tiba Bella lewat di depannya dengan jarak sekitar 5 m. Ergo langsung memanggilnya dan meminta Bella untuk duduk bersamanya.


"Hai, Bella, sudah lama sekali ya kita tidak bertemu dan mengobrol," ucap Ergo dengan sedikit tersenyum.


"Hm, ya, betul juga. Kau kan tiba-tiba vakum dari dunia hiburan."


Ergo tersenyum tipis lagi.


"Iya, ada masalah yang harus aku selesaikan. Ngomong-ngomong aku baru tahu loh, kalau kau adalah kakak ipar Elmer."


Kini Bella yang terlihat tersenyum tapi senyumnya tipis sekali.


"Memang tak banyak orang yang tahu. Elmer sengaja menyembunyikan dari mana latar belakangnya. Sampai suatu ketika ada gosip yang beredar, ada orang yang membongkarnya."


"Em, seperti itu ya. Aku sih paham kenapa dia begitu, mungkin saja dia takut ada orang yang sengaja mendekatinya karena harta semata. Makanya dia memilih menyembunyikan indentitasnya yang lain."

__ADS_1


Bella tampak terdiam.


"Oh iya, kau sudah menjenguk Elmer di rumah sakit?"


Bella menggeleng pelan.


"Elmer tidak akan suka kalau aku ada di sana."


"Kenapa?" tanya Ergo yang penasaran.


"Entahlah, mungkin karena Ela, wanita itu selalu ada di manapun Elmer berada. Bahkan saat ini saja, wanita itu ada disana dan mengabaikan pekerjaannya. Mentang-mentang dia punya bawahan."


Bella menjelek-jelekkan Ela di hadapan Ergo. Ia menyampaikan rasa tidak sukanya pada Ela.


"Kau dan Elmer kan sudah jadi keluarga, karena kau adalah kakak iparnya. Seharusnya kalian berhubungan baik kan? Kenapa rasanya aku hanya melihat Elmer yang membencimu bahkan tidak suka."


Bella terdiam lagi. Sangat tidak mungkin ia bercerita lebih dalam lagi ke Ergo. Karena baginya perbuatannya yang dulu tidaklah salah, ia hanya memilih pria terbaik untuk jadi suaminya dan di saat itu Elmer bukanlah yang terbaik karena miskin. Yang ternyata, Bella selama ini dibohongi oleh Elmer mengenai latar belakang keluarga Elmer.


Ergo tak langsung memercayai ucapan Bella itu, tapi ia tetap mengangguk-anggukkan kepalanya. Ergo menyeruput kopi hangatnya lalu bertanya lagi ke Bella.


"Kemarin aku melihat kau dan Elmer yang berbicara. Wajahnya langsung berubah ketika bertemu denganmu. Apa kau sadar itu?"


Bella mengangguk menyadarinya juga.


"Iya aku sadar itu, mungkin karena Elmer benar-benar kelelahan."


"Rasanya tidak mungkin. Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh Elmer. Bisakah kau mencari tahunya untukku?" Ergo memberikan penawaran ke Bella.


"Tidak mau, kau cari tahulah sendiri. Aku tidak punya banyak waktu untuk itu."


Bella langsung berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Ergo sendirian di sana.

__ADS_1


"Padahal aku bisa membantumu untuk bersama Elmer. Kau pikir aku tidak tahu kalau kau menginginkan Elmer?"


Ergo berdiri dari duduknya juga. Tangannya ia masukan ke dalam saku celananya kemudian berjalan menelusuri tempat syuting untuk mencari udara segar di tempat lain.


Selagi ia berjalan-jalan, sayup-sayup ia mendengar staf yang sedang membicarakan tentang Elmer dan segala peraturan yang dibuat Sam atas permintaan Elmer.


"Kau merasa ada yang aneh dengan Elmer tidak sih? Dia bisa tiba-tiba berubah sakit, padahal awalnya baik-baik saja."


"Iya aku juga merasa aneh, yang lebih anehnya lagi. Manager Elmer selalu meminta staf laki-laki untuk membantu Elmer dari mulai pemilihan kostum, make up dan yang lainnya. Bahkan melarang keras ada wanita di dekat Elmer. Apa mungkin dia gay ya?"


Si staf langsung menyimpulkan seperti itu yang membuat Ergo melongo. Ergo tak percaya akan hal itu, karena apa, ya karena Elmer begitu dekat dengan Ela.


"Hus! Jangan bicara sembarangan, kalau tiba-tiba ada yang dengar dan orang itu mempercayai ucapanmu, kau akan terkena masalah." Teman satunya mengingatkan.


"Aku tidak mau bicara sembarangan sebetulnya. Tapi ya aneh saja, Elmer seperti membatasi dirinya untuk tak berinteraksi dengan wanita. Bahkan sampai saat ini, Elmer tak pernah melakukan dan meeting sama sekali. Dia hanya suka melakukan live streaming untuk menyapa para fansnya. Kenapa coba alasannya seperti itu?"


"Sudah, pokoknya kita akhiri saja obrolan ini, sebelum ada yang benar-benar mendengarnya. Tapi perlu kau ingat ya, semenjak kehadiran Ela, Elmer selalu meminta wanita itu yang menjadi penata kostum nya."


"Iya."


Keduanya pun mengakhiri perbincangan tersebut dan berpindah ke tempat lain. Ergo jadi semakin penasaran. Kenapa Elmer harus melakukan sampai sebegitu nya? Apa yang terjadi dengan laki-laki itu.


Ergo benar-benar penasaran, karena ia sangat tidak percaya dengan alasan bahwa Elmer kelelahan dan kurang tidur makanya pingsan. Tapi Ergo masih belum menemukan alasan lain. Ia hanya percaya pada keyakinannya.


Ergo pergi dari sana dengan isi kepalanya yang terus memikirkan sesuatu tentang Elmer. Wanita? Elmer selalu membatasi diri dengan wanita? Apa alasannya? Ergo pun tak bisa menebaknya.


*


*


TBC

__ADS_1


__ADS_2