Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 55 - Tidak usah mengungkapkannya


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Elmer pergi ke garmen milik Hito untuk melihat sampai mana proses pembuatan seragamnya. Dengan senang hati Hito memperlihatkan. Setengahnya sudah jad, lalu setengahnya lagi ada yang masih dalam proses pemotongan, jahit dan diberikan kancing seragamnya.


Elmer cukup suka dengan kinerja dari garmen yang dimiliki oleh Hito. Setidaknya Ela memiliki teman yang bisa diandalkan.


Keduanya, kini sedang berjalan-jalan di luar gedung garmen dan duduk di kursi yang tersedia di bawah pohon mangga yang rimbun daunnya.


Elmer mulai menanyakan banyak hal ke Hito mengenai Ela. Elmer menebak pasti keduanya sudah berteman sangat lama.


"Aku dan Ela berteman sejak masuk kuliah dulu. Kami satu kelompok saat masa ospek. Lalu setelahnya kami masih saling berkomunikasi sampai sekarang."


'Pantas saja mereka sangat akrab. Ternyata oh ternyata."


Kalau dibandingkan dengan dirinya yang baru mengenal Ela belum sampai setahun sangat jauh sekali. Tapi, tidak, tidak, dia tidak ingin menyerah untuk mendapatkan hati wanta itu.


"Aku sudah menyukainya sejak lama. Tapi ya beginilah, aku tidak berani mengungkapnya karena takut hubungan kami akan berbeda dan juga aku tidak tahu apa Ela menyukaiku atau tidak. Sejak dulu, Ela selalu tertutup mengenai hatinya. Ia bahkan selalu menolak semua pria yang menyukai dirinya. Padahal banyak sekali yang tampan bahkan ada yang sudah sukses jadi pebisnis juga."


Tanpa sadar, Hito malah bercerita ke Elmer padahal mereka berdua adalah rival dalam memperebutkan hati Ela.


"Ibarat gunung es yang masih membeku dia belum mencair," tambah Hito lagi.


"Kenapa kau malah bercerita sedetail ini padaku? Kau tidak takut akulah yang berhasil mendapatkan hati Ela?"


Hito tersenyum kecut sambil melihat gedung garmen miliknya.


"Mau nantinya Ela memilih salah satu di antara kita, atau bahkan bukan di antara kita. Itu tidak jadi masalah. Aku menyukainya tapi tidak terlalu berambisi disukai balik. Ya walaupun, ada sih mungkin sedikit rasa sedih kalau ditolak. Itu adalah hal yang wajar."


Elmer menaikkan sedikit alisnya mendengar perkataan dari Hito tersebut. Dalam artian, Hito ini jiwa untuk memperjuangkan seseorang nya sangat lemah. Beda sekali dengannya yang terus menggebu-gebu. Bahkan sekarang aja dia cemburu karena Hito banyak tahu tentang Ela.


"Kalau begitu, lebih baik kau tidak usah mengungkapkannya saja. Itu lebih baik," ucap Elmer kemudian pergi dari sana.


*


*


Di kediaman Sebastian, Naomi sedang bermain dengan susternya. Bella yang sebagai mama nya jarang sekali meluangkan waktunya untuk sekedar bermain dengan Naomi.

__ADS_1


"Sus, apa mama belum pulang kerja ya? Kenapa di rumah sepi sekali?" tanya Naomi.


"Iya Nona. Mama Bella masih di luar. Kita mainnya berdua aja ya seperti biasa."


Terlihat raut wajah Naomi yang langsung merengut. Ia benar-benar menginginkan waktu bersama dengan mamanya.


"Kalau kakek, apa dia sudah pulang bekerja?"


Suster yang menjaganya pun menggelengkan kepalanya. Bertambah sedihlah lagi Naomi itu. Suster Naomi benar-benar merasa kasihan pada Nona nya ini. Sejak kecil belum pernah mendapatkan kasih sayang papanya begitu juga dengan mamanya yang selalu berkata sibuk. Hanya Tuan Sebastian yang selalu menemani Naomi, itu pun kalau pekerjaan Tuan Sebastian telah selesai.


"Kalau begitu, kita pergi ke rumah papa Elmer saja Sus," ucap Naomi dengan penuh harap ke susternya.


Suster Naomi pun mencoba menelpon Elmer menggunakan ponsel milik Naomi. Ia takut kalau nanti datang kesana pun, tidak ada Elmer, Naomi pasti akan lebih sedih lagi.


"Maaf mengganggu waktunya Tuan. Ini Nona Naomi ingin mengunjungi apartemen Anda? Apakah boleh?"


"Tidak usah kesini, aku yang akan kesana. Tidak ada Bella kan disana?" tanya Elmer untuk memastikan.


"Tidak ada Tuan."


"Baiklah, tunggu saja, aku akan secepatnya kesana."


"Kita tidak usah ke apartemen Papa Elmer. Papa Elmer sendiri yang akan kesini."


Naomi bersorak kegirangan. Akhirnya di antara banyak orang ada satu orang yang bisa membuat Naomi senang.


Mobil Elmer sudah berada di halaman kediaman Sebastian. Ia menghampiri Naomi yang sudah berdiri di depan rumah. Elmer berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Naomi.


"Kenapa mau ketemu papa?" tanya Elmer.


"Naomi bosan di rumah. Kakek tidak ada, mama tidak ada. Semuanya tidak ada. Naomi sedih," ucapnya sambil memperlihatkan wajah murungnya.


Elmer menghela napas sejenak. Lalu mengajak Naomi untuk jalan-jalan ke suatu tempat. Naomi langsung mengangguk mau. Karena takut hal buruk terjadi padanya, Elmer pun menghubungi Sam untuk menemani dirinya.


Beberapa menit kemudian, Sam sudah tiba dengan menaiki taksi ke kediaman Sebastian.

__ADS_1


"Kita mau kemana El? Tempat bermain untuk anak kecil pasti ramai, apalagi pasti mereka didampingi oleh mama atau papanya atau mungkin oleh keduanya."


"Pergi ke pantai privat aja," usul Elmer yang kemudian diiyakan oleh Naomi yang sudah lama sekali tidak main ke pantai.


"Naomi mau ke pantai Pa. Biar bisa main pasir-pasiran," teriaknya yang kegirangan.


Tempat tujuan sudah ditentukan, Elmer langsung memberikan pesan ke ayahnya supaya tidak khawatir mencari keadaan Naomi.


*


*


Sore itu, pemandangan sunset nya sangat bagus. Elmer memfotonya dan mengirimkan foto tersebut ke Ela.


[Seandainya kau disini bersamaku, mungkin momennya akan lebih indah daripada sunset yang aku lihat. Tidakkah kau penasaran dimana aku berada?]


Elmer tampak terus melihat ponselnya menunggu balasan dari Ela. Sembari itu, Elmer melihat Naomi yang begitu senang bermain istana pasir dengan Sam. Untungnya mereka pergi ke pantai yang privat jadi tak ada pengunjung lain selain mereka. Meski harus merogoh banyak uang untuk menyewanya. Tapi uang bukan masalah untuk Elmer.


Bunyi notifikasi pesan muncul, Elmer mendapatkan pesan balasan dari Ela.


[Jelas-jelas kau ada di pantai. Kenapa malah bertanya padaku?]


Elmer merasa gemas sendiri ke Ela. Niatnya kan supaya Ela menebak ke pantai mana ia pergi dan menyusulnya. Ternyata apa yang ia bayangkan selalu tidak sesuai dengan kenyataan.


[Kau tidak sibuk kan besok? Datanglah kesini hari ini. Ajak ponakanmu juga boleh. Aku sudah menyewa tempat ini sampai besok. Sayang kalau cuma aku berempat saja disini. Ini link alamatnya, pokoknya kau harus datang. Kalau tidak aku akan melamar mu besok!]


*


*


Ela masih berada di butik ketika mendapatkan pesan dari Elmer. Ia begitu terkejut dengan pesannya. Apa? Melamarnya katanya. Kalau sama mamanya mungkin akan langsung diterima. Tapi, papanya tidak akan mungkin. Meski begitu, Ela tetap tidak mau Elmer datang ke rumahnya. Bisa-bisa ia dicecar banyak pertanyaan oleh papa, dan kedua kakaknya.


Mau tidak mau, Ela langsung menelpon Aura untuk meminta izin supaya Reynard bisa dibawa olehnya. Tapi ternyata, ponakannya itu sedang diare. Jadilah, Ela akan pergi sendiri kesana. Mengenai alasan nantinya ke papanya, Ela mungkin akan berbohong.


*

__ADS_1


*


TBC


__ADS_2