
Di ruang ganti hanya ada Ela dan Elmer disana. Elmer merasa senang karena tidak ada yang mengganggu mereka.
"Ela, setelah ini kau apa kau sibuk?" tanya Elmer.
"Kenapa tanya?"
"Emang nggak boleh?"
"Aku nggak sibuk kok," jawab Ela yang membuat Elmer tersenyum. Laki-laki itu terus menatap ke Ela seolah memohon akan sesuatu.
"Apa sih? Kalau mau sesuatu Langsung bilang aja, aku bukan cenayang yang bisa menebak-nebak."
Dibalas cengiran oleh Elmer.
"Jalan-jalan yuk! Nonton film misanya atau pergi ke mana kek yang bagus," ajak Elmer.
Ela langsung menatap Elmer dengan agak menyipit.
"Kau tahu kalau kau itu orang terkenal kan? Bagaimana jika ada orang lain yang mengenalmu terus mengerumuni di jalan. Apa kau tidak takut akan sentuhan yang bisa membuatmu jadi sakit? Apa kau memang ingin membuat aku repot?"
Bukannya marah, Elmer justru tersenyum karena merasa diperhatikan oleh Ela. Elmer benar-benar tidak sabar, Ela benar-benar jatuh dalam pesonanya.
"Andai saja kau sudah jadi milikku. Mungkin sudah aku cium juga kau!"
Mata Ela langsung mendelik dan memukul lengan Elmer kemudian keluar dari ruang ganti.
"Ah, lucu sekali sikapnya."
*
*
Ela kini duduk di ruang istirahat dan bertemu dengan Sam disana yang baru selesai mengobrol dengan pihak produksi. Sam mendekati Ela dan duduk di sampingnya.
"Kenapa El? Si Elmer buat ulah lagi ya? Wajahmu kelihatan kesal gitu?"
"Iya, artis mu itu selalu aja bikin aku kesal." Ela mengadu yang membuat Sam hanya geleng-geleng. Katanya cinta tapi hobinya bikin orang yang dicintai kesal. Siapa lagi kalau bukan Elmer.
__ADS_1
"Kau tahu sendiri lah gimana dia, El. Aku saja kadang dibuat pusing olehnya. Bukan kadang lagi sih, tapi emang sering. Hari ini aja, dia memintaku untuk mengatur ulang jadwalnya supaya selesai syuting ini tak ada lagi pekerjaan."
"Elmer mengajakku jalan-jalan. Mungkin itu alasannya. Padahal dia kan belum tahu aku akan menjawab iya, malah sudah mengganti jadwalnya. Apa dia selalu percaya diri seperti itu?"
Nah, akhirnya Sam tahu alasan Elmer tak ingin ada jadwal kerja lagi. Rupanya laki-laki itu ingin menikmati waktu bersama Ela. Benar-benar di luar ekspektasinya. Elmer sudah benar-benar bucin ke Ela.
"Ela, kau tahu kan kalau dia tidak main-main denganmu. Aku harap kau bisa segera mengambil keputusan. Aku tahu kau wanita baik. Tapi jangan terlalu lama menggantung laki-laki. Lama-lama mereka juga akan lelah dan jengah lalu pada akhirnya akan pergi secara perlahan. Aku yakin sebenarnya kau pun memiliki rasa yang sama. Coba tanya hatiku El. Aku ke Elmer dulu, takut terjadi sesuatu disana."
Sam pergi dari hadapan Ela. Ucapan Sam tersebut membuat Ela terdiam dengan isi pikirannya. Apa iya sebenarnya dia sudah ada rasa? Apa benar begitu? Tapi kenapa seperti tak terasa?
*
*
Ela menerima ajakan Elmer untuk jalan keluar. Ela memilih untuk pergi ke danau yang jarang dikunjungi orang. Hal tersebut jauh lebih baik untuk privasi Elmer.
Kini keduanya sedang ada di atas perahu yang mereka dayung sendiri. Posisinya mereka saling berhadapan. Di tengah danau, Elmer berhenti mendayung dan melihat ke arah air danau yang begitu jernih sampai ikan-ikan yang ada di dalam pun terlihat.
"Kapan lagi melihat pemandangan seindah ini bersama dengan orang yang kita inginkan. Sejujurnya aku sering kesini. Cuma baru pertama kali aku menyusuri danau dengan perahu. Apa kau ingat seorang laki-laki yang bertompel dengan menggunakan kaca mata bulat besar?"
"Ya, aku ingat. Tapi kenapa kau tahu kalau aku pernah bertemu dengan laki-laki seperti itu?" tanya Ela yang penasaran.
Elmer tersenyum penuh arti kemudian mengaku.
"Laki-laki itu adalah aku El. Aku Zion."
Ela sejujurnya Tidka percaya akan hal itu karena Zion dan Elmer terlihat berbeda, Zion agak ramah dan Elmer terlalu percaya diri dan tidak ramah.
"Sepertinya bukan."
"Itu aku Ela. Biasanya aku menyamar supaya bisa hidup bebas jadi orang biasa. Karena jika tidak begitu aku akan merasa terkurung dengan popularitas yang aku punya."
Pada akhirnya Ela jadi percaya dan menatap ke Elmer dengan penuh tanda tanya. Jika Elmer merasa terkurung bukankah seharusnya laki-laki itu berhenti saja dari dunia itu? Kenapa masih dilanjutkan?
"Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku masih eksis dan bertahan di dunia ini. Tentu saja karena aku menyukainya. Setiap pilihan yang kita pilih pasti akan ada resikonya. Dan inilah resiko dari pilihan yang aku ambil. Mungkin suatu saat nanti jika sudah lelah, aku akan benar-benar hengkang dari dunia hiburan dan menuruti keinginan ayah. Karena memang hanya aku satu-satunya penerusnya."
Ela paham dengan ucapan Elmer. Ia jadi sedikit memandang Elmer dari sudut pandang yang lain. Ada hal baik yang ia dapatkan dari Elmer.
__ADS_1
"Ternyata aku salah menilai mu. Kau tidak seperti yang aku pikirkan dahulu."
"Makanya jangan cuma lihat orang dari sampulnya doang," ucap Elmer.
"Hm," cuma dibalas dengan deheman oleh Ela.
Elmer pun mulai mendayung lagi sampai ke tepian danau. Keduanya turun dari perahu dan mulai duduk di pinggiran danau dengan bersandar ke pepohonan yang ada disana. Posisi kaki diluruskan ke depan.
"Andai saja aku bisa sebahagia ini tiap hari. Mungkin semua beban yang aku pikul terasa ringan bahkan mungkin tak terasa sama sekali."
"Hanya dengan seperti ini kau bahagia?"
Elmer mengangguk.
"Poinnya adalah bahagia saat bersama orang yang kita inginkan. Menikmati waktu dan tempat yang sama. Sederhana mungkin, tapi aku memang bahagia El. Meskipun aku tidak tahu apa kau merasakan bahagia juga saat bersamaku."
"Kau ingin tahu jawabanku?" tanya Ela ke Elmer yang langsung mendapatkan gelengan dari Elmer.
"Kenapa?"
"Aku belum ingin dengar jawabannya. Simpan aja dulu, kau boleh menjawabnya untuk nanti di saat kau siap dan tahu hasil akhir dari perasaanmu."
Ela jadi terus menatap ke Elmer.
"Jangan menatapku El. Kau akan terjebak ke dalam pesonaku dan susah untuk keluar."
Ela mendengus sebal. Baru juga tadi dipuji dan Ela beranggapan lain tentang Elmer. Kini Elmer kembali ada mode laki-laki dengan kepercayaan diri yang tinggi.
Langit sudah kemerah-merahan, tandanya hari akan berganti menjadi malam. Keduanya pun pergi dari danau dan pulang ke rumah masing-masing dengan mobil masing-masing juga. Walau begitu, Elmer tetap mengantar Ela sampai di depan rumah wanita itu untuk memastikan wanita yang dicintainya benar-benar selamat sampai tujuan.
Setelahnya, Elmer langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh supaya cepat sampai di rumah juga.
*
*
TBC
__ADS_1