Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 61 - Kembalinya Rival Elmer


__ADS_3

Perkataan Elmer sore tadi terus terngiang-ngiang di kepalanya. Ela jadi bingung dan bimbang harus seperti apa sikapnya. Jujur Elmer tak pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta pada seorang pria karena rasa takutnya. Tapi ia bisa merasakan cinta yang diberikan keluarganya terhadapnya.


Entahlah, Ela masih saja bingung. Ia sangat tabu soal perasaan. Sampai ketika, suara pintu diketuk oleh Mama Naya.


"Sayang, makan malam yuk!" ajak Mama Naya.


"Lagi nggak nafsu Ma. Mama sama papa aja. Nanti kalau Ela udah mau makan, Ela ambil sendiri ke bawah," ucap Ela ke sang mama.


"Benar ya?"


"Iya Ma."


Suara Mama Naya pun tak lagi terdengar. Ela memainkan ponselnya lalu ia teringat ke kakak iparnya itu. Ela langsung menekan kontak nya dan menghubunginya. Tak butuh waktu lama menunggu, sambungan telepon pun sudah terhubung.


"Ada apa El? Tumben telepon malam-malam?" tanya Aura yang keheranan.


"Apa besok kau sibuk?" tanya Ela.


"Nggak sih, ada hal penting yang mau kau sampaikan?" tebak Aura.


"Hm,"


"Baiklah, sebut saja mau bertemu dimana."


"Nanti aku kabari lewat pesan."


Ela menarik napasnya berat. Entah benar atau tidak keputusannya untuk bercerita ke Aura. Tapi ia memang butuh seseorang untuk mengetahui rahasianya. Lagipula, Aura bukan orang lain lagi baginya.


*


*


Lokasi syuting hari itu tiba-tiba berubah jadi ramai. Sam yang penasaran apa yang terjadi sampai masuk ke dalam keramaian itu. Matanya langsung melotot tidak percaya. Ketika rival Elmer dalam urusan akting ada di depan matanya. Padahal setahunya, laki-laki itu sedang berada di luar negeri.


"Sialan! Ngapain sih dia balik lagi kesini?" gerutu Sam yang kemudian langsung berlari ke Elmer yang sedang beristirahat syuting.


"Kau kenapa sih? Kaya abis liat setan aja!"


"Emang habis lihat setan!" timpal Sam yang mengiyakan ucapan Elmer.


Elmer menaikkan sedikit alisnya.

__ADS_1


Di kala Sam mau menjelaskan apa yang dilihatnya, suara orang yang tak asing bagi mereka langsung jadi pusat perhatian.


"Wah, rupanya kau hidup dengan baik ya selama ini! Aku rindu sekali beradegan akting denganmu!" ucapnya kemudian memberikan pelukan ke Elmer.


"Hidup nyaman mu, sudah cukup El. Aku tidak akan membiarkan namamu lebih melejit daripada namaku!" bisiknya di telinga Elmer.


Elmer yang jengah dengan pelukan itu langsung mendorongnya.


"Tidak usah banyak omong, tidak usah berpura-pura juga. Kita memang sejak awal tak pernah akrab. Jadi, jangan bersikap seolah-olah kau dan aku ini teman baik Ergo!"


"Hahahha. Iya kau benar. Aku lupa kalau kau memang tidak suka basa-basi."


Ergo tertawa dengan sangat nyaring kemudian pergi dari hadapan Elmer dengan rasa senangnya.


"Jadi dia setan yang kau maksud?" Sam langsung mengangguk.


"Dia mah bukan setan lagi tapi iblis!" tambah Elmer.


Suasana hatinya langsung berubah jadi buruk karena bertemu dengan musuh lamanya. Seharusnya laki-laki itu tak usah kembali saja sekalian. Ia benar-benar kesal, apalagi pertemuan terakhir mereka dulu sangat-sangat tidak mengenakkan.


*


*


"Sudah lama sekali kita tidak berakting bersama. Aku jadi penasaran, sebagus apa sih aktingmu sekarang sampai digandrungi kaum-kaum wanita. Cih!"


Di saat Elmer ingin membalas ucapan Ergo tu! Sam menahannya karena sebentar lagi Elmer akan syuting. Ia takut Elmer akan melupakan dialognya karena konsentrasinya terganggu.


"Aku tahu kau kesal dan marah. Tapi jangan biarkan iblis itu senang. Kau harus tunjukkan kalau kau memang layak jadi aktor terkenal. Beda dengannya yang hanya mampu menyuap demi dapat peran."


Rupanya ucapkan Sam itu terdengar sampai ke telinga Ergo. Laki-laki mengepalkan tangannya tapi tak mau melampiaskannya begitu saja. Ia akan menunggu waktu.


"Ayo! Ayo! Semuanya kita mulai syutingnya!" teriak sutradara.


Syuting dimulai dengan adegan adu mulut di antara Elmer dan Ergo. Terlihat natural sekali bagi si sutradara. Padahal memang itu benar adanya. Keduanya saling membenci.


Sampai ketika syuting selesai, sutradara sangat kagum dengan akting Ergo yang semakin bagus. Sangat cocok untuk comeback nya ke dalam dunia perfilman.


Ergo hanya tersenyum kecut. Kemudian menatap ke Elmer yang sedang duduk sambil ditemani dengan Sam.


Tatapan keduanya beradu seolah seperti ada petir yang menyambar. Sam langsung menarik tangan Elmer untuk pulang saja.

__ADS_1


Di perjalanan pulang, Elmer terus menggerutu kesal. Ia bahkan menyalahkan Sam yang tidak becus memilih projek. Bisa-bisanya laki-laki itu kecolongan.


"Sumpah El, aku nggak tahu sama sekali kalau ternyata dia adalah second lead nya di proyek dramamu. Soalnya dari pihak produksi cuma menyebutkan kalau second lead nya rahasia. Aku tidak menyangka aja rupanya Ergo yang dipilih."


Tetap saja walaupun itu berada di luar kendali Sam. Elmer akan menyalahkan Sam. Dulu juga begitu ketika Bella tiba-tiba jadi pemeran di proyek dramanya.


"Kau mau mampir ke butik Ela dulu?" tanya Sam yang membuat Elmer agak sedikit curiga.


"Kenapa? Tumben sekali tanya. Biasanya juga kau ingin cepat-cepat pulang dan istirahat."


Cuma dibalas cengiran oleh Sam. Ya gimana ya, Sam kan udah kecantol sama Alin. Mana bisa ia menghilangkan kesempatan empuk jika Elmer ingin bertemu dengan Ela. Ia juga harus bisa menarik perhatian Alin. Jiwa jomblo nya meronta-ronta ingin berganti status.


"Apa sih? Ini aku lagi baik loh!"


"Sikap baikmu meragukan!"


Sam kesal karena Elmer tak percaya padanya.


Mobil Elmer sudah berhenti di depan butik Ela. Elmer turun dan Sam memarkirkan mobilnya.


Karena Alin sudah terbiasa dengan kedatangan Elmer pasti untuk mencari Ela. Ia pun langsung memberitahukan kalau Ela tak ada di butik.


"Kalau Kak Elmer cari Kak Ela, dia tidak ada di butik. Lagi keluar sama kakak ku."


"Oh, terima kasih ya Alin. Kalau boleh tahu keluarnya kemana? Sudah lama atau belum? Kakakmu laki-laki apa perempuan?" tanya Elmer yang penasaran.


"Aku tidak tahu mereka pergi kemana. Ada kali sekitar 1 jam yang lalu. Kakakku perempuan kok. Dia juga adalah kakak ipar kak Ela sendiri."


Elmer jadi lega. Ia juga baru tahu kalau ternyata Alin adalah adik dari kakak ipar Ela sendiri. Itu artinya ia harus bersikap lebih baik lagi supaya Alin menceritakan yang baik-baik tentangnya.


"Kalau begitu, tolong nanti sampaikan ke Ela aku datang ke butik untuk menemuinya. Suruh dia langsung menelpon ku kalau sudah sampai di butik lagi."


Alin mengangguk.


Elmer pun keluar dari butik berpapasan dengan Sam yang baru saja akan masuk.


"Orangnya nggak ada. Kita langsung balik aja,' ucap Elmer yang membuat kekecewaan di raut wajah Sam. Ia jadi tak bisa melihat wajah Alin dalam jarak dekat.


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2